Tampilkan postingan dengan label Prestasi Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi Militer. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

175 Prajurit TNI Konga XX-J Terima Penghargaan Medali PBB




Kongo : Setelah sebelas bulan lebih bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo-Afrika Tengah, sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-J/MONUSCO dibawah pimpinan Letkol Czi Irfan Siddiq selaku Komandan Satgas (Dansatgas), menerima penghargaan medali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para prajurit tersebut terdiri dari personel : TNI AD 151 orang, TNI AL 19 orang dan TNI AU 5 orang. Penghargaan medali PBB ini disematkan langsung oleh Special Representative of Secretary General (SRSG) untuk MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), Mr. Martin Kobler di Camp Bumi Nusantara, Dungu, Kongo-Afrika, Kamis (19/12).

Momen ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi prajurit TNI Konga XX-J, karena penyematan penghargaan medali PBB dilakukan langsung oleh pejabat tertinggi di MONUSCO. Dalam amanatnya, SRSG menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja dan dedikasi yang diberikan oleh Satgas Kizi TNI Konga XX-J selama bertugas di daerah Kongo, seperti yang tertuang dalam amanat yang dibacakan dengan menggunakan bahasa Indonesia oleh Martin Kobler sebagai bentuk penghormatan khusus kepada Kontingen Indonesia.  

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Kompi Zeni Indonesia yang telah memberikan karya terbaik di dalam misi perdamaian MONUSCO. Besar harapan saya kepada Satgas Kompi Zeni Indonesia untuk tetap bertugas dengan penuh dedikasi dalam rangka mewujudkan stabilitas dan kemajuan bagi masyarakat Republik Demokratik Kongo," katanya.

Kegiatan upacara Medal Parade Kontingen Indonesia diakhiri dengan defile pasukan dihadapan SRSG dan seluruh Komandan Kontingen di Dungu, dilanjutkan pertunjukan demonstrasi Beladiri Militer Yong Moodo dan Kolone Senapan oleh personel Satgas Kizi TNI.

Atraksi yang membutuhkan konsentrasi, pelatihan dan keterampilan tinggi tersebut mengundang decak kagum para hadirin. Pada malam harinya, diselenggarakan festival kesenian Indonesia yang menampilkan beberapa kesenian tradisional.

Sebagai Duta Kebudayaan, prajurit TNI Konga XX-J menampilkan kepiawaiannya yang diawali dari pertunjukan Tari Kecak, dilanjutkan dengan kolaborasi musik kontemporer, Angklung dan Rampak Gendang.

Sebagai puncak acara, dinyanyikan lagu “We are the world” dan diikuti oleh seluruh tamu undangan. Lagu ini mengandung arti bahwa Kontingen Garuda merupakan bagian dari keluarga besar seluruh umat manusia di dunia, oleh karenanya Kontingen Garuda memiliki visi global untuk membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia.

Para prajurit TNI juga memperlihatkan kebolehannya dalam menari poco-poco yang sudah dikreasikan dengan gerakan lain. Para penonton langsung larut dalam suasana pertunjukan, dengan spontanitas turut bergoyang ria mengiringi para prajurit TNI Konga XX-J yang unjuk kebolehan di atas panggung, termasuk diantaranya Mr. Martin Kobler.

Di penghujung acara Mr. Martin Kobler selaku Special Representative of Secretary General MONUSCO menyampaikan rasa bangga dan memuji atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kebudayaan merupakan wujud karakter suatu bangsa dan kebudayaan merupakan sarana penting dalam penciptaan perdamaian dunia.

Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata berupa Wayang Golek dari Dansatgas Konga XX-J, Letkol Czi Irfan Siddiq kepada Mr. Martin Kobler. Dalam upacara Medal Parade, turut hadir beberapa pejabat baik dari sipil PBB maupun dari Militer serta pejabat-pejabat lokal, diantaranya Mr. Salmeron Leocadio (Head of Office Monusco), Mr. Richard Geegbae II (Chief of LogOps), Mr. Hendry Varfaley (Chief of Engineering Section), Local Administrator of Dungu, Komandan seluruh Kontingen Militer, Komandan FARDC (Forces Armee de Republique Democratiquedu Congo), Komandan PNC (Police Nationale Congo), tokoh masyarakat serta pemuka agama.






Sumber : GATRA

Jumat, 08 November 2013

TNI Kembali Menjadi Juara Umum Kejuaraan Menembak AARM ke-23 di Myanmar

Para prajurit TNI Angkatan Darat kembali menjuarai ajang ASEAN Armies Rifle Meet  (AARM) ke-23 di Myanmar, Kamis 7 November 2013.

TNI Kembali Menjadi Juara Umum Kejuaraan Menembak AARM ke-23 di Myanmar

Sambil bernyanyi semangat dan bertepuk tangan, 60-an prajurit TNI Angkatan Darat menyambut kedatangan Kepala Staf AD, Jenderal TNI Budiman. Acara ini berlangsung di Komplek Akademi Militer yang megah, sekitar dua jam perjalanan darat ke utara Mandalay, kota bisnis di Myanmar. Para prajurit itu sudah dua pekan berada di komplek militer itu untuk mengikuti Asean Armies Rifle Meet  (AARM)ke-23.

Hasilnya, kontingen AD Indonesia mempertahankan posisi juara umum dengan merebut 28 medali emas dari 45 medali emas yang diperebutkan kontingan petembak AD se- ASEAN.


KSAD Jenderal Budiman menyampaikan rasa bangga dengan prestasi yang diraih para prajurit. "Tapi saya ingin agar para juara AARM bisa memenangi pula kejuaraan internasional seperti SEA Games dan Asian Games," ujarnya.

Sejak AARM tahun 2004, gelar juara umum tak pernah lepas dari kontingan TNI AD.  Tak heran jika KSAD gemas, dan berharap TNI AD bisa berkontribusi pada perolehan medali dari cabang olahraga tembak di berbagai ajang internasional.

KSAD Budiman berada di Mandalay, untuk kunjungan kerja selama tiga hari menghadiri pertemuan tahunan KSAD se-ASEAN (ACAMM) ke-14.  Selama satu setengah jam bertemu dengan prajurit, KSAD secara detil menanyakan data pribadi dan riwayat karir peraih medali di AARM Myanmar.  Selain bonus berupa uang tunai, KSAD juga memutuskan untuk memasukkan para pemenang ke sekolah calon perwira sebagai penghargaan atas prestasi.  Insentif bagi para juara juga diberikan dalam bentuk masa pendidikan yang lebih singkat.

"Kalian membawa nama baik negara.  Prestasi harus terus ditingkatkan," kata dia.

Dalam kunjungan ke Myanmar, KSAD yang baru dua bulan menjabat ini didampingi Komandan Jendral Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen TNI Agus Sutomo dan Wakil Asisten Operasi Brigjen TNI George E. Supit.  Dubes Indonesia di Myanmar Sebastianus Sumarsono ikut berkunjung ke komplek akademi militer yang megah dengan fasilitas yang lengkap termasuk lapangan tembak standar lomba internasional.

Kemegahan fasilitas akademi militer di Myanmar itu menjadi salah satu tema dialog terbuka prajurit kontingen AARM dengan KSAD. Dibahas pula betapa kelengkapan senjata dan amunisi yang digunakan kontingen AARM untuk berlatih dan bertanding mulai ketinggalan dibanding negara lain seperti Thailand dan Singapura.  Satu per satu para kontingan AARM menceritakan pengalaman berkaitan dengan proses persiapan dan perkembangan kemampuan teknis dan senjata kontingen lain.

"Waktu untuk persiapan petembak baru perlu ditambah agar hasilnya lebih baik," ujar Sersan Kepala Winarsih, yang tahun ini meraih medali emas.
Ada lima anggota Korps Wanita AD dalam kontingen Indonesia kali ini, mereka semua berpengalaman meraih medali emas. "Pencapaian kalian hebat.  Tapi tidak boleh puas diri. Metode berbasis sains yang selama ini diterapkan dalam penyiapan tim AARM akan ditingkatkan," kata Budiman.   (ViIvaNews)

Kamis, 07 November 2013

Kontingn Polri-TNI di Sudan terima medali PBB


Prajurit UNAMID di Sudan Super Camp. (UN Photo/Olivier Chassot)
Kairo - Kontingen Polri-TNI ke-5 yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Darfur, Sudan, (United Nations-African Union Mission in Darfur/UNAMID) pada Selasa (5/11) menerima medali penghargaan PBB.

Penyematan medali penghargaan PBB dan Uni Afrika kepada Kontingen Polri-TNI itu merupakan keempat kalinya karena dinilai profesional serta disiplin tinggi dalam melaksanakan tugas, kata siaran pers KBRI Khartoum yang diterima Antara Kairo, Rabu.


Kontingen Polri-TNI terdiri atas 140 polisi (Formed Police Unit/FPU), 14 police adviser termasuk di antaranya dua polisi wanita, delapan military observer (TNI).

Sekjen PBB Ban Ki-moon diwakili Brigjen Andriana Paneras menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kontingen FPU-5 atas keberhasilan mengemban tugas dengan predikat terbaik.

Karojianstra SDM Polri Bridjen Sabar Rahardjo mewakili Kapolri menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh personil FPU-V yang telah bekerja secara sungguh-sungguh menjalankan amanat pemerintah dan negara.

Penghargaan senada diutarakan Dubes RI untuk Sudan, Sujatmiko, yang dinilainya telah menjalankan tugas secara professional dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, rendah hati dan penuh dedikasi.

"Salah satu bukti pengakuan UNAMID atas prestasi kontingen RI adalah permintaan penambahan satu kontingen FPU lagi beranggotakan 140 personel Polri, 37 anggota Police advisers, satu batalyon TNI beranggotakan 800 personel di Darfur Barat, dan tiga satuan tugas helikopeter (120 orang TNI) yang saat ini dalam proses pemberangkatan," kata Dubes Sujatmiko.

Deputy Joint Special Representative (JSR), Jaseph Mutaboba mewakili UNAMID juga memuji peran pentingan Kontingen Garuda Indonesia dalam menciptakan suasana kondusif di kawasan itu.

Sejak pecahnya konflik perang saudara di Darfur pada tahun 2003 dan pergelaran pasukan UNAMID pada tahun 2007, Indonesia telah berpartisipasi dengan mengirim kontingen Garuda Polri, mulai FPU-1 pada 2009 hingga FPU-5 saat ini.

Sekitar 200 undangan menghadiri penyematan medali penghargaan PBB tersebut mencakup pejabat teras UNAMID, pejabat pemerintah Sudan dan Pemda Darfur Utara serta para tokoh masyarakat setempat.

Para undangan disuguhi santap siang dengan menu khas Indonesia dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Nusantara. (M043/Z002)

  Antara 

Jumat, 01 November 2013

TNI Unggul Sementara Lomba Menembak Asia Tenggara


JAKARTA : Kejuaraan menembak 23nd ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2013 kembali digelar di Myanmar bulan November 2013.
 
TNI yang mengirimkan perwakilannya dengan pimpinan Mayor Inf Akhirudin yang menjabat sebagai Danyon Ban Sat 81 Kopassus, berhasil meninggalkan jauh peserta lain dengan perolehan medali 14 emas, 4 perak dan 2 perunggu.
 
Disusul kemudian dibawahnya ada Thailand dengan 2 emas, 8 perak dan 4 perunggu. Menyusul di posisi ketiga ada Filipina dengan raihan 1 emas, 2 perak, 6 perunggu.
 
Sementara Brunei Darussalam memperoleh 1 emas dan 1 perunggu. Vietnam 3 perak dan 2 perunggu dan dibawahnya ada Singapura dengan 1 perak dan 3 perunggu.
 
"Lomba ini diikuti oleh 10 negara, antara lain Indonesia, Thailand, Philipina, Brunei, Vietnam, Singapura, Myanmar, Malaysia, Kamboja dan laos," kata Kepala Penerangan Kopassus Letkol Inf Choirul Anam dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (1/11/2013).
 
Lebih lanjut Mayor Inf Akhirudin meminta kepada masyarakat indonesia agar mendukung Kontingen AARM-23 Indonesia, dapat meraih juara umum seperti tahun lalu.





Sumber : TRIBUNNEWS

Kamis, 12 September 2013

Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B Kompi Terbaik di Haiti

SATGAS Kizi TNI Konga XXXII-B merupakan kompi terbaik, keberhasilan ini tentunya diraih dengan segala usaha dan kerja keras yang telah dilaksanakan selama ini. Saya bangga atas pencapaian hasil yang kalian raih," demikian disampaikan Force Commander Letnan Jenderal Edson Leal Pujol dalam sambutannya di depan para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) saat melakukan kunjungan ke Markas Indonesia Engineering Company, di Gonaives-Haiti, Selasa (10/9/2013).

Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B Kompi Terbaik di Haiti

Kedatangan Force Commander dan rombongan disambut langsung oleh Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Arief Novianto dan kesenian adat Batak (tari Tor-Tor) serta parade yang dibawakan oleh personel Satgas Kizi TNI di Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti.


Lebih lanjut Jenderal Edson juga memberikan apresiasi khusus atas keberhasilan segala usaha dan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB – Minustah di Haiti. “Saya merasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B, karena dengan penuh dedikasi tinggi mampu menjawab segala tantangan tugas yang diberikan”, ujarnya.

Disampaikan pula bahwa pekerjaan prestisius dan monumental yang telah selesai dikerjakan oleh  Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B, seperti perbaikan jalan sepanjang 47 Km yang menghubungkan Port de Paix dan Jean Rabel, pembangunan jembatan bagi pejalan kaki sebanyak 6 unit di Gonaives serta pekerjaan pembersihan kanal di Port de Paix memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat di dua wilayah tersebut.

“Secara langsung segala aktivitas sehari-hari masyarakat akan menjadi lancar, sehingga roda perekonomian masyarakat akan meningkat”, kata Force Commander.

Sebelum meninggalkan Markas Indonesia Engineering Company,  Force Commander dan rombongan disuguhi pagelaran seni dan budaya Reog Ponorogo. Atraksi Reog Ponorogo mampu membuat decak kagum para rombongan tamu yang datang, khususnya Letnan Jenderal Edson Leal Pujo. Selanjutnya, Force Commander beserta rombongan bertolak menuju Port Au Prince dengan menggunakan helikopter. (MPI)

Authentikasi : Perwira Penerangan Konga XXXII-B/MINUSTAH, Kapten Czi Ali Akbar

Sabtu, 31 Agustus 2013

Prajurit TNI Kontingen Garuda di Lebanon Terima Medali PBB

Sebanyak 1.169 Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Kontingen Garuda pada misi perdamaian di Lebanon menerima medali penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Prajurit TNI Kontingen Garuda di Lebanon Terima Medali PBB

PBB memberikan penghargaan itu karena TNI dinilai berhasil mengemban misinya sebagai penjaga perdamaian di Lebanon dibawah payung United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), kata Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL, Lettu Sus Sundoko, melalui pesan elekronik yang diterima ANTARA, di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan upacara penyematan medali PBB itu dilaksanakan dalam suatu upacara militer, dengan Inspektur Upacara Deputy Force Commander Brigadir Jenderal Phatric Phelan dan Komandan Upacara Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Pio L Nainggolan, bertempat di Lapangan Soekarno, Markas Indonesia Battalion, Adshid al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (30/8).


Penyematan Medali PBB dilaksanakan secara simbolis oleh Brigadir Jenderal Phatric Phelan kepada para Komandan jajaran Konga, yaitu Komandan Satgas FHQSU Konga XXVI-E1 yang juga sebagai Komandan Kontingen Indonesia 2013 Kolonel Inf Karmin Suharna, Wadan Sektor Timur Kolonel Inf Rizerius, Komandan Satgas Indobatt XXIII-G Letkol Inf Lucky Avianto.

Selain itu, Komandan Satgas SEMPU XXV-E Letkol Cpm Subiyakto, Komandan Satgas FPC Konga XXVI-E2 Letkol Inf Yuri Eliyas, Komandan Satgas CIMIC Konga XXXI-C Letkol Inf Ilyas, Komandan Satgas MCOU Konga XXX-C Mayor Inf Nasrul dan Komandan Satgas Level 2 Hospital Konga XXIX-E Letkol Kes dr. Paulus Supriyono.

Deputy Force Commander Brigadir Jenderal Phatric Phelan dalam amanatnya mengatakan, Kontingen Indonesia merupakan kontingen terbesar yang sejak 2006 hingga saat ini terus dipercaya oleh PBB melalui payung UNIFIL.

PBB sebagai organisasi tertinggi dunia juga menilai prajurit TNI di Lebanon tersebut dinilai berhasil dalam menjaga dan memelihara stabilitas perdamaian di wilayah tersebut, banyak hasil dan prestasi yang dihasilkan oleh Kontingen Indonesia selama penugasannya, sehingga pantas menerima medali dari PBB.

"Agar Kontingen Indonesia dapat terus mempertahankan prestasi yang sudah di raih dan jalin terus hubungan baik dengan masyarakat sekitar bahkan dengan kontingen lain, sehingga Indonesia tetap terus dikenal oleh masyarakat dunia," kata Phatric.

Ia mengatakan kedekatan Kontingen Garuda dengan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF /Lebanon Armed Force) dan masyarakat sekitar yang menjadi kunci sukses dalam mengimplementasikan Resolusi DK PBB 1701 agar tetap dipertahankan, khususnya dalam membantu LAF mengambil beberapa langkah dan upaya pertahanan di sepanjang perbatasan Lebanon Selatan.

"Upaya yang ditempuh oleh Kontingen Garuda, sejak eksistensinya bulan Nopember 2006, telah menunjukkan sikap positif dan aktif dalam perannya sebagai peacekeeper yang berupaya tidak berpihak kepada pihak mana pun yang sedang bertikai. Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen UNIFIL untuk berbuat terbaik demi terciptanya perdamaian abadi di Lebanon Selatan," ujarnya.

Seementara itu, upacara militer diisi dengan berbagai kegiatan demonstrasi keterampilan prajurit, yaitu beladiri militer, reog ponorogo, tari kecak dan musik angklung, serta parade dan defile.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Dubes RI untuk Lebanon Dimas Samodra Rum, Atase Pertahanan RI untuk Timur Tengah Kolonel Mar Ipung Purwadi, para Pejabat Teras UNIFIL maupun LAF, Komandan Satgas Sektor Timur maupun Sektor Barat, pejabat sipil pemerintah Lebanon, tokoh masyarakat, tokoh agama di Lebanon Selatan, masyarakat Indonesia serta penduduk lokal Lebanon Selatan.  (Antara)

Jumat, 30 Agustus 2013

Rahman Fauzi, Pilot Pertama yang ke Rusia Tanpa Pengalaman Terbang di Sukhoi

Letnan Satu Penerbang Rahman Fauzi, 28 tahun, tiba-tiba mendapat tugas baru di kesatuannya, tugas belajar ke Rusia menerbangkan pesawat tempur Sukhoi. Tahun 2012 itu, ia baru saja mengantongi jam terbang 200 jam di pesawat jet tempur F-16 dan masih terdaftar dalam Skuadron III Lanud Iswahyudi, Madiun.

Letnan Satu Penerbang Rahman Fauzi
Letnan Satu Penerbang Rahman Fauzi | Detik.com - Hardani Tri Yoga

Tapi perintah atasan itu pantang ditolak. Ia pun berangkat tanpa sempat ada latihan konversi dari pesawat tempur F-16 ke jet tempur Sukhoi. “Yang pertama kali ke Rusia tanpa pengalaman terbang di Sukhoi saya, kemudian ada adik saya angkatan 2008,” kata Fauzi saat ditemui detikcom di Terminal Haji Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu pekan lalu.

“Kebetulan saya memang belum ada jam belajar di Sukhoi dan langsung belajar di Rusia. Saya belum tahu juga kenapa bisa seperti itu, saya hanya pelaksana,” ujar dia menambahkan.


Keheranan sempat melintas di benaknya. Sebab saat itu skema standar untuk jadi pilot Sukhoi harus punya pengalaman jam terbang minimal 350 jam setelah itu melewati masa konversi terlebih dulu di markas Sukhoi di Makassar.

Di Rusia, ia mengaku sempat merasa deg-degan luar biasa. Maklum, jet tempur F-16 buatan Amerika yang selama ini ia pegang tentunya punya spesifikasi yang berbeda dengan Sukhoi buatan Rusia.

“Waktu itu saya terbang malam pertama di Rusia, kan masih pesawat baru, pertama kali terbang malam di tempat yang asing, jadi panik banget. Tapi itu ya normal sih, namanya juga yang pertama, saat itu saya deg-degan tapi tak disangka ternyata bisa,” kata Fauzi mengenang.

Fauzi berlatih bersama Angkatan Udara Negeri Beruang Merah itu selama empat bulan pada Juni–September 2012 dengan sistem 2 bulan teori dan 2 bulan praktik terbang. “Senin–Sabtu teori, lalu kalau terbang empat hari sepekan setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat, satu hari bisa 3-4 kali terbang."

Keahliannya Membom Target Tepat Sasaran

Tak hanya latihan terbang dan membuat formasi, mereka juga dilatih bagaimana bertempur. Menurutnya, ada tiga kategori yang dilatih yakni pakai roket, senjata, dan bom. Ia menambahkan keahliannya membom juga mendapat nilai bagus karena tepat sasaran.

“Kita benar latihan ngebom di tempat untuk menjatuhkan sasaran berupa pesawat dan tank tak dipakai dan ditaruh di lapangan, jadi enggak latihan kering,” ujarnya. Selama di Rusia, Fauzi mengaku hampir tak ada kendala berarti, kecuali cuaca yang sangat ekstrim.

Kebetulan dia di sana pada saat musim panas menuju musim semi dan suhu saat ini bisa mencapai 2 derajat saat udara dingin di musim semi, dan bisa mencapai 40 derajat saat musim panas. “Sementara kita latihannya dari pagi siang malam, kadang jam 1 baru balik sementara besoknya kembali lagi latihan,” ungkapnya menjelaskan.

“Kalau kita naik lebih dari 5.000 kaki, suhu di kokpitnya sudah harus benar-benar dipanasin, di dalam itu ada pengatur suhu.” Lainnya, kata Fauzi, dia justru terbantu dengan visibility yang bagus sebab jarang ada awan dan kabut.

Selesai masa belajar, langsung ditempatkan di Skuadron XI dan makin sering menerbangkan pesawat tempur itu baik dalam latihan maupun saat operasi hingga ia sudah mengantongi jam terbang 500 jam di Sukhoi dan F-16.

Saat di kedua skuadron itu, Fauzi mengaku sudah beberapa kali terlibat dalam misi seperti patroli menjaga pulau-pulau Indonesia. “Kita pernah ke Ambalat patrol, ke Bima, dan juga ke pulau-pulau terluar, itu rutin dilaksanakan tapi ada jangka waktunya sesuai komando,” ujar dia. (Detik)

Kamis, 22 Agustus 2013

Jenderal Moeldoko Selangkah Menuju Puncak Pimpinan TNI

Komisi I DPR akhirnya menyetujui Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI yang baru. Keputusan ini diambil DPR setelah Moeldoko menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Rabu 21 Agustus 2013.

Moeldoko Selangkah Menuju Puncak Pimpinan TNI
Jenderal Moeldoko Calon Panglima TNI
 
Sembilan fraksi di Komisi Bidang Pertahanan DPR sepakat menerima usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Moeldoko menjadi Panglima TNI. "Setelah menyampaikan pandangan, semua fraksi memberikan persetujuan terhadap calon panglima TNI yang diajukan SBY yaitu Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI periode berikutnya," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

Meskipun, kata dia, ada sejumlah masukan yang disampaikan kepada Jenderal Moeldoko. Masukan tersebut, imbuhnya, akan disampaikan secara tertulis.

Selanjutnya, Komisi I DPR akan segera melaporkan secara tertulis hasil ini ke Pimpinan DPR untuk kemudian dibawa ke Sidang Paripurna pada 27 Agustus 2013.


Sementara itu, Moeldoko mengaku akan mengedepankan netralitas dan berkontribusi positif pada Pemilu 2014, setelah dirinya menjabat sebagai Panglima TNI. "Apabila dalam keterlambatan logistik, TNI beri support pesawat dan sebagainya," kata dia.

Sementara, langkah pertama yang akan dilakukan setelah menjadi Panglima TNI, adalah membuat rumusan dengan melihat sebuah organisasi TNI dari konteks keunggulan dan kelemahan serta tantangan.


Prioritaskan Kesejahteraan Prajurit

Calon Panglima TNI Jenderal Moeldoko berjanji akan memprioritaskan kesejahteraan prajurit TNI bila dipercaya menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono mengingat kesejahteraan prajurit masih jauh dari harapan.


Dalam paparannya di hadapan Komisi I DPR RI saat uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI di Gedung MPR/DPR/DPD RI siang ini, Moeldoko menyatakan, untuk menjadikan profesionalisme, prajurit TNI perlu ditingkatkan kesejahteraannya.

Sebagai prajurit militer, kesejahteraan dapat diartikan bahwa prajurit dilengkapi dengan alutsista yang handal juga ergonomis, serta dilatih dan dididik guna mampu bertempur dan menang di medan perang.


Di sisi lain, sebagai manusia insan hamba Tuham, prajurit TNI dapat diartikan bahwa prajurit dijamin hak-haknya untuk hidup layak dengan status sebagai prajurit TNI.

"Di sisi lain, secara pribadi sebagai seorang prajurit TNI yang memerlukan peningkatan besaran penghasilan, kesejahteraan masih jauh dari harapan," kata Moeldoko.

Prajurit TNI, lanjutnya, sering mengalami kekurangan dukungan remuneratif dan fasilitas primer seperti rumah sakit militer dan perumahan prajurit yang dapat menghambat profesionalisme prajurit.

"Kondisi ini menimbulkan paradoks antara profesionalisme dan kesejahteraan. Maka perlu langkah inovasi agar diperoleh keseimbangan di antara keduanya," kata Moeldoko.


Revitalisasi Konsep Pertahanan Negara 


Menurut Moeldoko, pascaperang dingin muncul bahaya keamanan baru, yang dikategorikan human security dan didominasi oleh peranan aktor-aktor non negara yang membahayakan keamanan internasional, regional, dan nasional.

"Perpaduan antara bahaya-bahaya keamanan yang bersifat state-centric dan people centered telah menciptakan bahaya keamanan komprehensif, yang mengharuskan kita untuk merevitalisasi konsep pertahanan negara."

"Tak terkecuali dalam dimensi kepentingan militer, ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya," kata Moeldoko saat menyampaikan visi dan misinya dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Revitalisasi konsep pertahanan negara perlu juga dilakukan karena adanya kemungkinan timbulnya bahaya keamanan yang berada dalam spektrum grey area yang menjadi objek operasi militer selain perang, semisal penanganan terorisme.

"TNI juga sadar, disamping masih dimungkinkan perang simetrik dengan dominasi keunggulan teknologi, TNI juga siap bila terjadi perang asimetrik yang berkarakter serba tak lazim, tidak terduga dan tidak teratur karena TNI memiliki basis kultural seperti dalam sejarah perang gerilya," kata Moeldoko.

Selain itu, ungkap mantan Pangdam Siliwangi itu, TNI juga berkepentingan untuk menghayati perang asimetrik karena kondisi negara kepulauan yang sangat rawan infiltrasi, proses demokratisasi, masyarakat yang ekstrapluralistik dan pengaruh global.

"Belum lagi krisis penghayatan empat konsensus dasar di kalangan generasi muda yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa," pungkas Moeldoko. (Antara| VivaNews)

Selasa, 20 Agustus 2013

Catatan Jenderal Moeldoko di Komnas HAM dan KPK

Komisi I Bidang Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan kepada calon Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Moeldoko, Rabu 21 Agustus 2013.

Catatan Jenderal Moeldoko di Komnas HAM dan KPK

Sebelum melakukan uji kepatutan dan kelayakan, Komisi I telah menelusuri rekam jejak Jenderal Moeldoko melalui Komnas HAM dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Apa yang ditemukan Komisi I di dua institusi itu?

Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanudin, Selasa 20 Agustus 2013, mengatakan Komnas HAM tidak pernah mendapatkan laporan maupun pengaduan masyarakat mengenai Jenderal Moeldoko.


Komnas HAM, kata Tubagus, juga telah melakukan investigasi terhadap operasi sajadah. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran oleh Jenderal Moeldoko.

"Dengan demikian Jenderal TNI Moeldoko tidak memiliki masalah dalam urusan pelanggaran HAM," kata Tubagus.

Sementara dari catatan KPK, kata Tubagus, Jenderal Moeldoko tidak pernah memiliki rekam jejak terkait masalah korupsi.

"TNI sejak dulu telah melakukan MoU dengan KPK. Dan, TNI komitmen mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi," kata dia.

Saat memimpin pasukan Siliwangi, Moeldoko sempat dikaitkan dengan apa yang disebut-sebut sebagai "Operasi Sajadah", operasi yang disinyalir sebagai operasi "pengislaman" pengikut Ahmadyah di Jawa Barat. Tapi soal ini sudah dibantah keras.

"Pangdam Siliwangi sudah lapor kepada Panglima TNI, tidak ada operasi itu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Iskandar Sitompul beberapa waktu lalu.

Menteri Koordinator Bidang Polkam Djoko Suyanto juga membantah adanya 'Operasi Sajadah' itu. TNI, katanya, termasuk Panglima Kodam tidak pernah melarang seseorang menganut kepercayaan tertentu.

"Pemerintah tidak berhak membungkam atau melarang kepercayaan seseorang," kata Djoko Suyanto di Kantor Presiden. (VivaNews)

Rabu, 14 Agustus 2013

Mayjen Imam Edy Mulyono Ditunjuk Sebagai Komandan Pasukan PBB di Sahara Barat

Mantan Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) Indonesia, Mayor Jenderal Imam Edy Mulyono, ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon sebagai komandan pasukan PBB di Sahara Barat.

Mayjen Imam Edy Mulyono Ditunjuk  Sebagai Komandan Pasukan PBB di Sahara Barat

Hal itu diungkapkan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, usai menerima salinan surat Sekjen PBB kepada Presiden Dewan Keamanan PBB, Dubes Maria Cristina Perceval dari Argentina, demikian menurut keterangan yang diperoleh Antara dari Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, Rabu.

Secara resmi, Mayjen Imam Edy Mulyono ditetapkan Ban Ki-moon sebagai Force Commander (FC) pada misi PBB di Sahara Barat, yaitu United Nations Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO).


Imam Mulyono akan menggantikan Mayjen Abdul Hafiz (Bangladesh) dan memimpin sekitar 236 personil PBB yang terdiri atas komponen militer dan polisi yang berasal dari setidaknya 33 negara selama tiga tahun.

"Penunjukan Mayjen Imam Edy Mulyono ini didukung penuh dan disambut baik oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, dan Pemerintah Maroko selaku host country MINURSO," kata Dubes Desra.

"Ini merefleksikan kepercayaan tinggi PBB atas peran dan kontribusi penting Indonesia sebagai salah satu Negara Penyumbang Pasukan utama pada berbagai misi Perdamaian PBB."

"Peran, kontribusi dan kinerja pasukan Indonesia, Kontingen Garuda, di tujuh misi PKO PBB, yaitu UNIFIL, MINUSTAH, UNAMID, UNMISS, UNMIL, MONUSCO, dan UNISFA, sangat dihargai oleh dunia internasional, pemerintah dan masyarakat setempat," tambahnya.

MINURSO merupakan misi Pasukan Perdamaian PBB yang dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB 690 tahun 1991.

Pembentukan misi di Sahara Barat itu sejalan dengan kesepakatan antara Pemerintah Maroko dan kelompok Frente Popular para la Liberacion de Saguia el-Hamra y de Rio de Oro (Frente POLISARIO), yang dicapai pada tanggal 30 Agustus 1988.

MINURSO dimandatkan untuk menjalankan sejumlah tugas, di antaranya mengawasi gencatan senjata, memeriksa penurunan jumlah pasukan Maroko di wilayah Sahara Barat serta melakukan dan memastikan terselenggaranya referendum yang bebas dan adil dalam penentuan nasib rakyat di wilayah itu.

Mayjen Imam Edi Mulyono merupakan Pejabat Tinggi TNI ketiga dari Indonesia yang mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan strategis pada pasukan penjaga permdaian PBB.

Pada tahun 1976-1978, Mayjen Rais Abin menduduki posisi `Force Commander` pada UN Emergency Force (UNEF), Mesir, dan Brigjen Susilo Bambang Yudhono, yang sekarang merupakan Presiden RI, menjabat sebagai Chief Military Observer pada misi United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja and Western Sirmium (UNTAES), Kroasia (1995-1996).

Mayjen Mulyono sebelumnya menjabat Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI (2011-2013) dan juga terlibat dalam sejumlah operasi Misi Perdamaian PBB, diantaranya sebagai Observer Militer pada Misi PBB UNOMIG (United Nations Observer Mission in Georgia).

Mayjen Mulyono memperoleh gelar Master dari Nanyang Technological School di Singapura dan merupakan alumni United Nations Senior Mission Leader Course di Mako PMPP TNI, Sentul, Jawa Barat. (Antara)