Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Indobatt Berhasil Amankan Proses Eksekusi Kotak Misterius di Perbatasan



 
Lebanon Kotak misterius yang berhasil ditemukan Tim Patrol Indobatt di area TP-36, Kamis malam (16/1), akhirnya kemarin Senin (20/1), dieksekusi oleh pihak IDF (Israeli Defence Forces) pukul 09.30 waktu setempat.


Situasi di perbatasan Israel - Lebanon mulai dari pertigaaan jalan menuju ke TP-36 dijaga ketat menjelang dilaksanakannya eksekusi kotak misterius tersebut.

Komandan Satgas Indobatt XXIII-H/UNIFIL Letkol Inf M. Asmi memerintahkan Kasiops Satgas Yudhison R. Tarigan agar Komandan Kompi Alfa Lettu Inf Ading dan personilnya memblokade pertigaan jalan masuk yang menuju ke arah TP-36 dan mengamankan perbatasan di daerah TP-36 yang masih menjadi Area of Responsibility (AOR) Indobatt.


Danki Alfa pun langsung mengerahkan satu buah kendaraan tempur jenis Anoa buatan PT. Pindad beserta 8 (delapan) personil di bawah pimpinan Lettu Marinir Indra Batubara untuk segera memblokade pertigaan jalan masuk yang dimaksud.


Sementara di area TP-36 beberapa personil Indobatt dan dua buah kendaraan tempur jenis Anoa dan VAB disiagakan tepat berada di tengah-tengah perbatasan antara pihak IDF dan LAF (Lebanese Armed Forces) di bawah pimpinan Lettu Inf M. A. Maulana.


Sejak pagi hari berbagai unsur mulai LAF (Lebanese Armed Forces), Wartawan lokal, OGL (Observer Group Lebanon), UNIFIL Liason Branch, dan Tentara Spanyol secara berangsur-angsur mulai memenuhi area TP-36.


Setelah mendapat klarifikasi dari UNIFIL bahwa kotak tersebut masih berada di daerah Israel tepatnya 3 M dari garis perbatasan antara Israel dan Lebanon, maka sekitar 30 orang personil IDF bersenjata lengkap mulai bergerak dari wilayahnya menuju ke titik pohon yang mana kotak misterius tersebut ditemukan dengan formasi siaga penuh dan mengerahkan satu ekor Anjing Pelacak.


Sementara personil IDF tengah mengeksekusi kotak misterius, para personil Indobatt dari Kompi Alfa di bawah pimpinan Lettu Inf Ading selaku Komandan Kompi A yang berada di tengah-tengah antara IDF dan LAF berupaya untuk mencegah terjadinya kontak senjata antara kedua belah pihak dengan mengibar-ngibarkan Bendera UN baik ke arah IDF maupun LAF.


Selain itu, Kasi MIO (Military information Officer) Satgas Mayor Marinir Jan Risa dan Kasiops Satgas Kapten Inf Yudhison R Tarigan yang juga berada di tengah-tengah kerumunan orang senantiasa memantau kegiatan yang sedang berlangsung serta melakukan koordinasi dengan pihak Sector East via telepon untuk melaporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi di lapangan.


Kegiatan eksekusi kotak yang berlangsung sekitar 45 menit sejak IDF mengerahkan pasukannya untuk mengambil kotak misterius tersebut akhirnya berakhir seiiring dengan ditarik mundurnya pasukan IDF ke wilayah mereka.


Sector East Commanding Officer (Seceast CO) Brigjen Francisco Jose Dacoba dengan didampingi Komandan Satgas Indobatt yang juga ikut memantau pelaksanaan eksekusi kotak misterius tersebut, langsung memberikan apresiasi yang tinggi diiringi ucapan terima kasih atas pelaksanaan eksekusi yang berjalan dengan aman dan lancar tanpa terjadi kontak senjata di antara kedua belah pihak.


"Indobatt thank you very much. You did your job well done," tutur Brigjen Dacoba sebelum meninggalkan area TP-36 dan kembali ke Sector East UN Posn 7-2.

  TNI  

Rabu, 25 Desember 2013

Warga Gros Morne-Haiti Punya Akses Jalan Berkat Prajurit Perdamaian TNI




Warga Gros Morne-Haiti Punya Akses Jalan Berkat Prajurit Perdamaian TNI

 
Haiti  : Sesuai perintah dari Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti (MINUSTAH), delapan personel Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-C/MINUSTAH yang dipimpin Danton Alberzi Lettu Czi Falix Fardany Surbakti dan anggota terkait serta 1 Unit Crane dan 1 Dump Truk, melakukan kegiatan pemindahan Bulldozer di wilayah Gros Morne, Haiti, Senin (23/12/2013).


Gros Morne adalah nama sebuah kota setingkat Kabupaten jika di Indonesia, letaknya berada di Propinsi Artibonite yang ditempuh sekitar 6 jam perjalanan darat dari Port au Prince Ibu Kota Haiti serta 2 jam dari Gonaives, tempat dimana Satgas Kizi TNI berada.


Kehidupan masyarakatnya, sama seperti rata-rata masyarakat Haiti lainnya yang masih kesulitan setelah bencana gempa pada tahun 2010 serta masih harus ditambah dengan letaknya yang cukup jauh dari Ibu Kota baik Negara maupun Propinsi, sehingga membuat beberapa permasalahan yang ada di masyarakat belum dapat diatasi hingga saat ini.
Termasuk yang selama ini cukup mengganggu masyarakat terutama berkaitan dengan mobilisasi akses jalur darat, dikarenakan tepat di tengah Jalan di jantung Kota Gros Morne yaitu di Street Solverture, terdapat rongsokan Bulldozer berukuran besar yang telah bertahun-tahun berada tepat di tengah jalan di lingkungan padat penduduk, sehingga menyulitkan masyarakat saat melintasinya.


Kegiatan dilaksanakan dengan terlebih dahulu memotong-motong bagian badan Bulldozer menjadi beberapa bagian, sehingga mudah untuk dipindahkan di tempat yang disediakan oleh Pemerintah setempat serta disaksikan oleh masyarakat setempat dan juga dihadiri Mr Fritz, Deputi Pemerintahan Daerah Gros Morne, setingkat Wakil Bupati setempat.


Setelah pekerjaan selesai dan saat personel akan kembali menuju Camp Garuda Gonaives, Mr Fritz mengucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat Gros Morne.


"Sekarang kami dengan mudah melintasi jalan ini, tidak perlu untuk menggunakan bahu jalan seperti bertahun-tahun yang selama ini kami lakukan. Terima kasih Minustah, terima kasih Indonesia," kata Mr Fritz beserta masyarakat sekitar.













Sumber : TRIBUNNEWS

Senin, 23 Desember 2013

175 Prajurit TNI Konga XX-J Terima Penghargaan Medali PBB




Kongo : Setelah sebelas bulan lebih bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo-Afrika Tengah, sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-J/MONUSCO dibawah pimpinan Letkol Czi Irfan Siddiq selaku Komandan Satgas (Dansatgas), menerima penghargaan medali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para prajurit tersebut terdiri dari personel : TNI AD 151 orang, TNI AL 19 orang dan TNI AU 5 orang. Penghargaan medali PBB ini disematkan langsung oleh Special Representative of Secretary General (SRSG) untuk MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), Mr. Martin Kobler di Camp Bumi Nusantara, Dungu, Kongo-Afrika, Kamis (19/12).

Momen ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi prajurit TNI Konga XX-J, karena penyematan penghargaan medali PBB dilakukan langsung oleh pejabat tertinggi di MONUSCO. Dalam amanatnya, SRSG menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja dan dedikasi yang diberikan oleh Satgas Kizi TNI Konga XX-J selama bertugas di daerah Kongo, seperti yang tertuang dalam amanat yang dibacakan dengan menggunakan bahasa Indonesia oleh Martin Kobler sebagai bentuk penghormatan khusus kepada Kontingen Indonesia.  

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Kompi Zeni Indonesia yang telah memberikan karya terbaik di dalam misi perdamaian MONUSCO. Besar harapan saya kepada Satgas Kompi Zeni Indonesia untuk tetap bertugas dengan penuh dedikasi dalam rangka mewujudkan stabilitas dan kemajuan bagi masyarakat Republik Demokratik Kongo," katanya.

Kegiatan upacara Medal Parade Kontingen Indonesia diakhiri dengan defile pasukan dihadapan SRSG dan seluruh Komandan Kontingen di Dungu, dilanjutkan pertunjukan demonstrasi Beladiri Militer Yong Moodo dan Kolone Senapan oleh personel Satgas Kizi TNI.

Atraksi yang membutuhkan konsentrasi, pelatihan dan keterampilan tinggi tersebut mengundang decak kagum para hadirin. Pada malam harinya, diselenggarakan festival kesenian Indonesia yang menampilkan beberapa kesenian tradisional.

Sebagai Duta Kebudayaan, prajurit TNI Konga XX-J menampilkan kepiawaiannya yang diawali dari pertunjukan Tari Kecak, dilanjutkan dengan kolaborasi musik kontemporer, Angklung dan Rampak Gendang.

Sebagai puncak acara, dinyanyikan lagu “We are the world” dan diikuti oleh seluruh tamu undangan. Lagu ini mengandung arti bahwa Kontingen Garuda merupakan bagian dari keluarga besar seluruh umat manusia di dunia, oleh karenanya Kontingen Garuda memiliki visi global untuk membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia.

Para prajurit TNI juga memperlihatkan kebolehannya dalam menari poco-poco yang sudah dikreasikan dengan gerakan lain. Para penonton langsung larut dalam suasana pertunjukan, dengan spontanitas turut bergoyang ria mengiringi para prajurit TNI Konga XX-J yang unjuk kebolehan di atas panggung, termasuk diantaranya Mr. Martin Kobler.

Di penghujung acara Mr. Martin Kobler selaku Special Representative of Secretary General MONUSCO menyampaikan rasa bangga dan memuji atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kebudayaan merupakan wujud karakter suatu bangsa dan kebudayaan merupakan sarana penting dalam penciptaan perdamaian dunia.

Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata berupa Wayang Golek dari Dansatgas Konga XX-J, Letkol Czi Irfan Siddiq kepada Mr. Martin Kobler. Dalam upacara Medal Parade, turut hadir beberapa pejabat baik dari sipil PBB maupun dari Militer serta pejabat-pejabat lokal, diantaranya Mr. Salmeron Leocadio (Head of Office Monusco), Mr. Richard Geegbae II (Chief of LogOps), Mr. Hendry Varfaley (Chief of Engineering Section), Local Administrator of Dungu, Komandan seluruh Kontingen Militer, Komandan FARDC (Forces Armee de Republique Democratiquedu Congo), Komandan PNC (Police Nationale Congo), tokoh masyarakat serta pemuka agama.






Sumber : GATRA

Selasa, 03 Desember 2013

KRI Diponegoro-365 Tiba Di Tanah Air


 
 
BELAWAN : Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan Laksamana Pertama TNI Didik wahyudi, S.E., didampingi Kasdam I/BB Brigjen TNI Andogo Wiradi beserta perwakilan dari Kosek Hanudnas III Medan menerima kedatangan KRI Diponegoro-365 di Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT).  Sabtu (30/11).
    
Kapal Perang milik Republik Indonesia yang bernomor lambung 365 ini telah melaksanakan tugas selama tujuh bulan di perairan Lebanon sebagai Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) yang merupakan bagian dari operasi United Interim Force in Lebanon (UNIFIL)
    
Pada penyambutan kedatangannya di Belawan, Kapal yang di Komandani oleh Letkol Laut (P) Hersan, S.H., dan di perkuat 100 Prajurit yang terdiri dari 33 Perwira, 44 Bintara dan 23 Tamtama ini, di sambut langsung oleh Danlantamal I Beserta Asisten Komadan dan Para kadis di jajaran Lantamal I Belawan.

Satgas Maritime TNI Kontingen Garuda XXVIII-E/UNIFIL memiliki dua misi pokok, yakni melaksanakan “Maritime Interdiction Operation” (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon atau LAF dalam mencegah masuknya pasokan senjata dan materil ilegal lainnya ke Lebanon sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006.
    
Selain itu, KRI Diponegoro-365 membantu Angkatan Laut Lebanon dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakkan kedaulatan negara di wilayah perairan. Oleh karna itu, di perlukan sikap mental yang kuat, fisik yang prima, disiplin dan semangat yang tinggi dari Personel KRI Diponegoro-365.
    
Kapal Perang bebanggaan Indonesia ini  merupakan salah satu Kapal terbaru yang di miliki TNI AL jenis Korvet Kelas SIGMA (Ship Integrated Geomatrical Modularity Approach). Di jajaran Alutsista TNI AL, KRI Diponegoro-365 masuk dalam Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim). 



Sumber : Koarmabar

Jumat, 15 November 2013

Leopard TNI AD dan Misi Perdamaian Dunia

Leopard 2A4

Kementerian Pertahanan Indonesia diketahui telah melakukan kesepakatan dengan pabrikan kendaraan lapis baja Jerman Rheinmetall untuk memasok MBT (Tank Tempur Utama), dukungan logistik dan amunisi dengan nilai kontrak ratusan juta dolar. Kontrak sudah ditandatangani dan kini tinggal menunggu pengiriman.


Kesepakatan penjualan ini terdiri dari 104 MBT Leopard 2 dan 50 tank infanteri Marder 1A2 berikut amunisi, 4 tank recovery, 3 tank (peluncur) jembatan, dan 3 tank penggusur tanah yang dikenal di Jerman sebagai "Pioneer tank", ditambah dokumentasi terkait, peralatan pelatihan dan dukungan logistik tambahan.

Diketahui dari isu kontrak yang beredar, tank-tank ini akan dikirimkan secara progresif ke TNI AD mulai 2014 hingga 2016. Namun tampaknya September lalu sudah terjadi pengiriman Leopard dan Marder ke Indonesia. Artinya menjadikan Indonesia sebagai negara ke 17 di dunia yang menggunakan Leopard- semuanya negara Eropa kecuali Chili dan Singapura.


Rheinmetall memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dalam mengembangkan dan membuat MBT, kendaraan infanteri dan sistem dukungan tempur terkait. Leopard 2 merupakan standar MBT masa kini, dengan lebih dari 3.600 unit (seluruh versi 2) sudah dioperasikan di seluruh dunia. 

Rheinmetall berperan penting dalam pengembangan dan produksi Leopard 2 untuk Angkatan Darat Jerman (2.350 unit) dan Belanda (445 unit). Leopard 2 versi A4 sendiri sudah dibangun sebanyak 2.125 unit. Ketika dioperasikan bersama-sama sistem tempur terkait lainnya, Leopard merupakan sistem tempur ekstrem yang sulit ditandingi.

Dengan populasi rakyat Indonesia sebesar 240 juta jiwa, otomatis menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Tidak hanya sebagai sumbu stabilitas dan memainkan peran penting di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga turut memainkan peran penting di dunia. 


Kebutuhan untuk pengadaan tank-tank kelas berat ini sebenarnya tidak hanya mencerminkan kebutuhan Indonesia untuk memodernisasi alutsista TNI AD guna merespon potensi ancaman terhadap NKRI, tetapi juga dalam rangka untuk lebih banyak ambil bagian dalam misi-misi penjaga dan penegak perdamaian di dunia (melalui PBB). Indonesia memang butuh peralatan yang sesuai standar militer negara-negara mitra PBB agar lebih banyak ambil bagian dalam misi-misi PBB.

Sumber: Artileri

Kamis, 07 November 2013

Kontingn Polri-TNI di Sudan terima medali PBB


Prajurit UNAMID di Sudan Super Camp. (UN Photo/Olivier Chassot)
Kairo - Kontingen Polri-TNI ke-5 yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Darfur, Sudan, (United Nations-African Union Mission in Darfur/UNAMID) pada Selasa (5/11) menerima medali penghargaan PBB.

Penyematan medali penghargaan PBB dan Uni Afrika kepada Kontingen Polri-TNI itu merupakan keempat kalinya karena dinilai profesional serta disiplin tinggi dalam melaksanakan tugas, kata siaran pers KBRI Khartoum yang diterima Antara Kairo, Rabu.


Kontingen Polri-TNI terdiri atas 140 polisi (Formed Police Unit/FPU), 14 police adviser termasuk di antaranya dua polisi wanita, delapan military observer (TNI).

Sekjen PBB Ban Ki-moon diwakili Brigjen Andriana Paneras menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kontingen FPU-5 atas keberhasilan mengemban tugas dengan predikat terbaik.

Karojianstra SDM Polri Bridjen Sabar Rahardjo mewakili Kapolri menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh personil FPU-V yang telah bekerja secara sungguh-sungguh menjalankan amanat pemerintah dan negara.

Penghargaan senada diutarakan Dubes RI untuk Sudan, Sujatmiko, yang dinilainya telah menjalankan tugas secara professional dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, rendah hati dan penuh dedikasi.

"Salah satu bukti pengakuan UNAMID atas prestasi kontingen RI adalah permintaan penambahan satu kontingen FPU lagi beranggotakan 140 personel Polri, 37 anggota Police advisers, satu batalyon TNI beranggotakan 800 personel di Darfur Barat, dan tiga satuan tugas helikopeter (120 orang TNI) yang saat ini dalam proses pemberangkatan," kata Dubes Sujatmiko.

Deputy Joint Special Representative (JSR), Jaseph Mutaboba mewakili UNAMID juga memuji peran pentingan Kontingen Garuda Indonesia dalam menciptakan suasana kondusif di kawasan itu.

Sejak pecahnya konflik perang saudara di Darfur pada tahun 2003 dan pergelaran pasukan UNAMID pada tahun 2007, Indonesia telah berpartisipasi dengan mengirim kontingen Garuda Polri, mulai FPU-1 pada 2009 hingga FPU-5 saat ini.

Sekitar 200 undangan menghadiri penyematan medali penghargaan PBB tersebut mencakup pejabat teras UNAMID, pejabat pemerintah Sudan dan Pemda Darfur Utara serta para tokoh masyarakat setempat.

Para undangan disuguhi santap siang dengan menu khas Indonesia dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Nusantara. (M043/Z002)

  Antara 

Kamis, 24 Oktober 2013

Veteran Spanyol kunjungi Satgas Indobatt

Seorang veteran asal Spanyol Fransisco Santana didampingi Chief PIO Sektor Timur Unifil Mayor Vaqoero bersama stafnya, mengunjungi Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), di UN Posn 7-1, Desa Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Selasa, 22 Oktober 2013.

Veteran Spanyol kunjungi Satgas Indobatt

Fransisco Santana selalu mengikuti perkembangan tentang peace keepers di bawah payung UNIFIL. Salah satu yang menarik perhatiannya, adalah keberadaan Kontingen Indonesia yang berada di Desa Adshidal-Qusayr, Lebanon Selatan.

Setelah mendapat banyak informasi tentang Satgas Indobatt, veteran asal Spanyol tersebut memutuskan untuk langsung melihat secara dekat keberadaan Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-G/Unifil.


Veteran Spanyol dan rombongan yang didampingi oleh intrepeter Satgas Indobatt Kapten Caj Popon A disambut secara langsung, oleh Komandan Indobatt Konga XXIII-G/Unifil Letkol Inf Lucky Avianto.

Selanjutnya, mendapat penjelasan secara singkat tentang keberadaan Satgas Indobatt baik tugas-tugasnya, hingga wilayah area yang menjadi tanggung jawab keamanan Kontingen Garuda XXIII-G/Unifil, serta kekayaan budaya Indonesia yang menjadi alat pendekatan sekaligus promosi kepada masyarakat Lebanon.

Menurut Komandan Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto, keberadaan Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-G/Unifil di Lebanon selalu terbuka untuk siapapun, yang akan mengenal lebih dekat dengan Indobatt dan tidak pernah memilih-milih dalam bergaul.

“Memiliki teman seribu terlalu sedikit, tapi memiliki musuh satu terlalu banyak," ujarnya.

“Kedatangan Fransisco Santana dapat menambah pertemanan dan hubungan baik, sekaligus dapat dijadikan ajang promosi kekayaan alam serta budaya Indonesia," sambungnya. (Sindo)

Selasa, 22 Oktober 2013

Menhan Tinjau Kesiapan Satgas Helikopter TNI KONGA XXXV-A

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (21/10) didampingi mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno meninjau kesiapan Satgas Helikopter TNI Kontingen Garuda KONGA XXXV - A UNAMID, di Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat Ahmad Yani, Semarang.

Menhan Tinjau Kesiapan Satgas Helikopter TNI KONGA XXXV-A
Ilustrasi
Pada kesempatan peninjauan tersebut, Menhan menerima paparan dari Dansatgas Letkol Eko Priyanto tentang kesiapan satgas  helikopter TNI KONGA XXXV - A yang akan diberangkatkan ke wilayah Darfur, Sudan Utara.

Disamping itu Menhan juga memberikan pengarahan kepada 120 personel Satgas Helikopter TNI KONGA XXXV-A  yang terdiri dari satuan Penerbad, Bekang, Bataliyon Infantri, Arhanud, perhubungan, peralatan, dan kesehatan Angkatan Darat.Usai memberikan pengarahan Menhan juga memeriksa secara langsung kesiapan peralatan personel dan tiga unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia yang akan digunakan selama melaksanakan tugas peace keeping di daerah Darfur.

Adapun tugas pokok Satgas helikopter ini adalah untuk mendukung kegiatan perdamaian yang dimandatkan Dewan Keamanan PBB. Adapun  tugas-tugas tersebut melaksanakan bantuan tempur seperti Angkutan pasukan, patroli udara, combat search and rescue, observasi dan pengintaian daerah serta tugas bantuan administrasi seperti angkutan personel, transport VIP, dukungan logistik, evakuasi darurat dan relay radio.

Dalam pengarahannya, Menhan mengatakan sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian seluruh personel Satgas diharapkan tetap waspada selama menjalankan tugas, mengingat daerah darfur masih relatif rawan.

Menhan juga menghimbau kepada para personel yang bertugas tetap memperioritaskan keselamatan kerja dengan mengikuti SOP dan peraturan yang telah ditentukan oleh PBB.

Meski masih menunggu keputusan dari PBB terkait jadwal keberangkatan dari satgas helikopter ini, Menhan yakin bahwa satgas ini telah siap sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian yang profesional. (DMC)

Sabtu, 12 Oktober 2013

167 prajurit TNI dikirim ke Haiti

Sebanyak 167 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni Kontingen Garuda XXXII-C/ Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti (Minustah) di bawah pimpinan Mayor Czi Alfius Navirinda K siap berangkat ke Haiti.

167 prajurit TNI dikirim ke Haiti

Kepastian pemberangkatan itu dinyatakan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI AM Putranto yang mewakili Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan saat menutup latihan penyiapan Satgas Kizi Konga XXXII-C/Minustah, di PMPP TNI Sentul, Bogor, Jawa Barat,Jumat.


Ke-167 prajurit TNI itu terdiri dari tiga orang Mabes TNI, 141 orang TNI Angkatan Darat, 18 orang TNI Angkatan Laut dan 5 orang TNI Angkatan Udara.

"Saat ini para peserta latihan sudah mempunyai bekal pengetahuan dan kemampuan untuk ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian khususnya pada misi Minustah Haiti dan siap bertugas melanjutkan misi Konga XXXII-B/Minustah," kata Asops Panglima TNI. (Antara)

Jumat, 11 Oktober 2013

Satgas Indo FPC terlibat Tripartite Meeting



Berdasarkan Frago 02-03-13 yang diterima Satgas Indo FPC XXVI-E2, Dansatgas Indo FPC Letkol Inf Yuri Elias Mamahi memberikan kepercayaan kepada Dantim kawal 3 Lettu Inf Faishal Riza dan Dantim Kawal 4 Lettu Mar Deni Kusmana sebagai Dantim pengawalan VVIP bagi Mayjen Paolo Serra dalam rangka pertemuan Tripartite Meeting (TM) pada bulan Oktober antara kedua negara Libanon dan Israel dengan mediator UNIFIL yang kembali digelar di UNP 1-32 A, Kamis (10/9/2013).

Pengawalan dilaksanakan bersama Srilangka Force Protection yang dimulai dengan pergeseran iringan rombongan dari gedung Head Quarter (HQ) Head of Mission Naqoura melewati minghystreet jalan penghubung Libanon dan Israel.

Pada pengawalan ini Satgas Indo FPC menyiapkan 1 kendaraan light vehicle Strada, bertindak sebagai kendaraan reece ( pengaman serta pembuka jalan bagi iring-iringan VVIP ) dipimpin oleh Lettu Inf Faishal Riza serta 2 kendaraan Armoured Personnel Carrier (APC) dipimpin Komandan kendaraan Lettu Mar Deni Kusmana. Dalam kegiatan ini Srilangka Force Protection (SLFP) mengeluarkan 1 kendaraan tactical tempur APC.

Letkol Inf Yuri Elias Mamahi memberikan perintah kepada seluruh stafnya untuk mengambil langkah persiapan dalam menghadapi kegiatan ini. Dimulai dengan pengecekan kendaraan APC dan Strada dengan persenjataan yang akan digunakan, alat komunikasi untuk koordinasi, sprint personel yang terlibat hingga latihan pendahuluan sehari sebelum pelaksanaan. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk memastikan kesiapan individu maupun perlengkapan yang digunakan nantinya.

Setelah 5 jam pertemuan berlangsung iringan kembali ke HQ dengan lancar dan aman. Pada kegiatan debrifieng perwakilan protokoler FC menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pengawalan yang sudah berjalan dengan lancar serta tidak ada kendala dilapangan kepada Satgas Indo FPC dan SLFP.

Letkol Inf Yuri Elias Mamahi sekembalinya personil ke Soedirman Camp menyampaikan rasa bangga dan terimakasih atas usaha dan kerja keras yang telah ditunjukkan Lettu Inf Faishal Riza serta Lettu Mar Deni Kusmana beserta 18 personil yang terlibat mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan ini berjalan dengan lancar sesuai rencana. Proud and Honour.


GARUDA Authentikasi : Wadansatgas FPC Konga XXVI-E2/UNIFIL, Mayor Inf Fardin Wardhana


Sumber: TNI AD 

Jumat, 04 Oktober 2013

Indonesia-Jepang Saling Dukung Jadi Anggota DK PBB

Indonesia-Jepang Saling Dukung Jadi Anggota DK PBB
 
Indonesia dan Jepang saling mendukung dalam pencalonan masing-masing sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa  (DK PBB). Kedua negara juga bekerja sama dalam meningkatkan upaya-upaya perdamaian di kawasan.

“Terutama di  bidang multilateral saling mendukung. Indonesia mendukung pencalonan Jepang menjadi anggota tidak tetap DK PBB dan sebaliknya Jepang juga mendukung Indonesia untuk upaya yang sama,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai rangkaian pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Pada kesempatan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida, Marty mengungkapkan gagasan Indonesia untuk mengikat negara-negara Asia Pasifik dalam sebuah kerangka perjanjian damai.

Pertemuan tersebut merupakan dialog strategis kelima Jepang dan Indonesia tersebut, terutama membahas soal peningkatan hubungan bilateral ekonomi, perdagangan dan investasi, serta kerja sama di kawasan.

“Kita juga bertukar pandangan soal bagaimana memelihara keamanan di dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Saya menyampaikan perlunya kerangka perjanjian mengenai penyelesaian secara damai, menanggalkan pendekatan kekuatan, yang kita namakan Indopacific Review on Friendship and Cooperation,” kata Marty.

Menlu Kishida menyambut baik gagasan tersebut dan menantikan pembahasan lebih lanjut.
Gagasan mengenai kawasan Asia Pasifik yang damai tersebut pertama kali disampaikan Marty dalam kunjungannya di Washington tahun lalu. Ide perdamaian Indonesia itu terus digulirkan dan disampaikan dalam setiap pertemuan bilateral dengan negara-negara sahabat.




Sumber : TEMPO

Kamis, 12 September 2013

Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B Kompi Terbaik di Haiti

SATGAS Kizi TNI Konga XXXII-B merupakan kompi terbaik, keberhasilan ini tentunya diraih dengan segala usaha dan kerja keras yang telah dilaksanakan selama ini. Saya bangga atas pencapaian hasil yang kalian raih," demikian disampaikan Force Commander Letnan Jenderal Edson Leal Pujol dalam sambutannya di depan para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) saat melakukan kunjungan ke Markas Indonesia Engineering Company, di Gonaives-Haiti, Selasa (10/9/2013).

Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B Kompi Terbaik di Haiti

Kedatangan Force Commander dan rombongan disambut langsung oleh Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Arief Novianto dan kesenian adat Batak (tari Tor-Tor) serta parade yang dibawakan oleh personel Satgas Kizi TNI di Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti.


Lebih lanjut Jenderal Edson juga memberikan apresiasi khusus atas keberhasilan segala usaha dan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB – Minustah di Haiti. “Saya merasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B, karena dengan penuh dedikasi tinggi mampu menjawab segala tantangan tugas yang diberikan”, ujarnya.

Disampaikan pula bahwa pekerjaan prestisius dan monumental yang telah selesai dikerjakan oleh  Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B, seperti perbaikan jalan sepanjang 47 Km yang menghubungkan Port de Paix dan Jean Rabel, pembangunan jembatan bagi pejalan kaki sebanyak 6 unit di Gonaives serta pekerjaan pembersihan kanal di Port de Paix memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat di dua wilayah tersebut.

“Secara langsung segala aktivitas sehari-hari masyarakat akan menjadi lancar, sehingga roda perekonomian masyarakat akan meningkat”, kata Force Commander.

Sebelum meninggalkan Markas Indonesia Engineering Company,  Force Commander dan rombongan disuguhi pagelaran seni dan budaya Reog Ponorogo. Atraksi Reog Ponorogo mampu membuat decak kagum para rombongan tamu yang datang, khususnya Letnan Jenderal Edson Leal Pujo. Selanjutnya, Force Commander beserta rombongan bertolak menuju Port Au Prince dengan menggunakan helikopter. (MPI)

Authentikasi : Perwira Penerangan Konga XXXII-B/MINUSTAH, Kapten Czi Ali Akbar

Rabu, 11 September 2013

Indonesia siap berkontribusi dalam misi perdamaian Suriah

Pemerintah Indonesia siap berkontribusi mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa ke Suriah jika seluruh pihak terkait sepakat menyelesaikan konflik di Suriah secara damai tanpa opsi militer.

Indonesia siap berkontribusi dalam misi perdamaian Suriah

"Kalau solusinya adalah gencatan senjata, dan ada pasukan PBB yang mengawasi perdamaian, Indonesia siap untuk mengirimkan militernya untuk `peace keeping`," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, terkait hasil pertemuan para pemimpin G20 tentang konflik Suriah.

Presiden mengatakan dalam pertemuan puncak G20 di Rusia, Indonesia menyampaikan pendapatnya atas keperluan untuk mendorong opsi damai bagi penyelesaian konflik di Suriah yang telah menelan ribuan korban jiwa dalam dua tahun terakhir.


Ia memaparkan dalam pertemuan di Rusia, terdapat dua kubu terkait penyelesaian konflik Suriah. Kubu pertama, kata Presiden, pihak yang menghendaki penggunaan kekuatan militer untuk menghukum pemerintah Suriah atas dugaan serangan dengan menggunakan senjata kimia, dengan ataupun tanpa mandat dari PBB. Sementara itu kubu yang kedua, tambah Presiden, berpendapat jika tindakan terhadap Suriah harus mendapat mandat PBB, yaitu Dewan Keamanan.

Presiden berharap makin banyak yang mendukung upaya penyelesaian secara damai yaitu suatu opsi politik tanpa opsi militer. Ia kemudian menjelaskan jika penyelesaian konflik Suriah hendaknya harus mampu mengakhiri aksi kekerasan dan perang saudara sehingga bantuan kemanusiaan dapat menjangkau negara itu untuk menolong rakyat sipil yang menjadi korban.

Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengirim surat pada negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB, Presiden Suriah Bashar as-Assad, pemimpin ASEAN, dan Amerika Latin.

"Itu diplomasi all out kita," katanya.

Sebelumnya Presiden seusai menyelesaikan kunjungan kerjanya di Rusia mengatakan perlunya keterlibatan seluruh elemen di Suriah untuk terwujudnya penyelesaian konflik.

Ia juga menegaskan perlunya untuk melakukan gencatan senjata, menghentikan tembak menembak dan melakukan sejumlah langkah untuk memastikan adanya proses penyelesaian masalah di Suriah tanpa melibatkan kekuatan militer.

"Bersamaan dengan itu tidak menunggu segera dilakukan pertemuan tingkat tinggi yang disponsori dan tuan rumah oleh PBB rumuskan kerangka penyelesaian sejak entah besok, entah lusa sampai selesai. Apa yang dilakukan a, b, c, d, e, f manakala insya allah gencatan senjata dan cease fire itu bisa dijalankan, lantas kerangka penyelesaian itu mendapatkan kesepakatan pada tingkat Dewan Keamanan PBB dijalankan bukan tidak mungkin terbuka peluang yang lebih besar lagi yang akhirnya masuk ke dalam proses politik," tegasnya.


Antara

Sabtu, 07 September 2013

Konflik Suriah : Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Suriah bila PBB berhasil memaksa pihak berkonflik untuk gencatan senjata. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, gencatan senjata cara yang dapat ditempuh PBB untuk menyelesaikan konflik Suriah yang semakin memanas dan bisa tidak terkendali.

Konflik Suriah : Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian
Panser Anoa dan Pasukan TNI Dalam Misi PBB

"Saya terus menjalin komunikasi dengan Sekjen PBB dan sejumlah kepala negara untuk mencari solusi mengakhiri konflik Suriah ini," kata Presiden SBY di dalam pesawat kepresidenan dari penerbangan St Petersburg menuju Dubai dan Jakarta, Sabtu.

Dalam pertemuan pemimpin dunia di G-20 Petersburg, Rusia, Presiden menyampaikan opsi penyelesaian konflik Suriah, di luar opsi yang kini berkembang, yakni opsi militer dan opsi diplomasi. Menurut Presiden, harus ada opsi alternatif, yakni gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan oposisi.


Di Petersburg, kepada Sekjen PBB, Ban Ki Moon yang didampingi utusan khusus PBB untuk Suriah dan Liga Arab, Lakdhar Brahimi, Presiden menyarankan DK PBB segera memutuskan gencatan senjata dan memberi mandat pasukan perdamaian. Setelah gencatan senjata dilaksanakan atas mandat PBB, dilanjutkan pengalokasian bantuan kemanusian, dan penyelesaian politik yang transparan oleh rakyat Suriah.

Presiden mengatakan, kemampuan Indonesia untuk menyelesaikan konflik Suriah ini terbatas. Indonesia bukan negara super power, bukan pula negara yang memiliki hak veto, juga bukan anggota DK PBB. Namun, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menghindari tragedi kemanusiaan di Suriah.

"Saya terus bekerja, melakukan dialog, komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara berpengaruh. Namun perlu juga dipahami bahwa posisi Indonesia tidak cukup kuat untuk penyelesaian konflik ini, namun kita tidak berdiam diri saja," ujar Presiden.

Sehari sebelum kembali dari Rusia, Presiden SBY bertemu Sekjen PBB Bang Ki Moon di St Patersburg, Rusia. Presiden menegaskan penyelesaian konflik Suriah tidak tepat melalui kekuatan militer. "Tidak tepat aksi militer untuk tujuan menghukum atau mencegah senjata kimia di Suriah tanpa kesepakatan PBB. Kekuatan militer bukan solusi yang baik, kita tidak menghendaki solusi itu," ujar Presiden dalam jumpa pers usai KTT G-20 di St Petersburg.

Konflik Suriah menjadi perhatian besar pertemuan pemimimpin puncak G-20 di Petersburg. Apalagi, semua pemimpin negara yang memiliki hak veto PBB hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Presiden AS, Presiden Rusia, Presiden China, PM Inggris, dan Presiden Prancis. Lima negara pemilik hak veto tersebut mempunyai pandangan berbeda dalam penyelesaian soal Suriah ini, ada yang setuju kekuatan militer, ada yang menolak.

Rusia salah satu penentang penggunaan kekuatan militer. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, serangan terhadap Suriah tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB, sama artinya melakukan agresi militer. Putin juga menyebutkan, pemimpin Suriah Bashar al Assad tidak mungkin menginzinkan pasukannya menggunakan senjata kimia.

Para analis menduga, Presiden Barack Obama berupaya meyakinkan negara-negara G-20 untuk menyetujui rencana AS menyerang Suriah dengan alasan senjata kimia. Namun, upaya ini disambut dingin. Para pemimpin dunia yang hadir di KTT ini cenderung menyerahkan soal ini ke Dewan Keamanan PBB dan mendorong penyelesaian politik daripada kekuatan senjata.

Presiden Dewan Eropa, Herman Van Rompuy di St.Petersburg menyatakan, solusi memnyelesaikan persoalan Suriah bukan dengan kekuatan militer. "Jangan ada solusi militer, hanya penyelesaian politik yang dapat menghentikan konflik di Suriah," katanya.

Seruan serupa juga disampaikan Presiden Komisi Eropa, Jose Barroso. "Uni Eropa berkeyakinan bahwa harus ada upaya keterlibatan melalui solusi politik bagi konflik tersebut," kata Barosso. (Jurnas)

Selasa, 03 September 2013

Politik Luar Negeri Bebas Aktif RI Hadapi Kepentingan Strategis Antara Amerika Serikat dan China

Politik luar negeri bebas aktif Indonesia berubah dari waktu ke waktu, menyesuaikan kepentingan nasional, kata pengamat politik dari Metropolitan University Prague, Republik Ceko, Daniel Novotny.

Presiden SBY bersama Sekjen PBB Ban Ki Moon
Presiden SBY bersama Sekjen PBB Ban Ki Moon

"Pelaksanaan prinsip bebas aktif telah dipengaruhi oleh perubahan rezim, para pemimpin Indonesia yang memiliki ide mereka sendiri tentang bagaimana harus ditafsirkan dan diterapkan," katanya pada `Refleksi 65 Tahun Politik Luar Negeri Bebas Aktif` di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, elite politik Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanan kompetisi strategis antara Amerika Serikat dan China.


"Namun, Indonesia tetap menjalin hubungan dengan China untuk kerja sama ekonomi. Keadaan itu memerlukan sebuah pengelolaan yang cermat dari hubungan luar negeri Indonesia," katanya.

Sementara Guru Besar Fisipol UGM Yahya Muhaimin mengatakan politik luar negeri Indonesia membutuhkan dukungan stabilitas politik dalam negeri, sedangkan implementasinya bervariasi dan berjalan dinamis.

Menurut dia, Presiden Soekarno yang anti-Barat mengganggap kebijakannya itu politik bebas aktif, sedangkan Presiden Soeharto yang memutuskan hubungan dengan China malah menjalin hubungan baik dengan Barat.

"Memang agak sulit menemukan rumusan yang ideal dalam melaksanakan politik luar negeri bebas aktif, karena pada tataran praktisnya tetap saja berbenturan dengan kepentingan pemimpin negara," katanya. (Antara)

Sabtu, 31 Agustus 2013

Prajurit TNI Kontingen Garuda di Lebanon Terima Medali PBB

Sebanyak 1.169 Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Kontingen Garuda pada misi perdamaian di Lebanon menerima medali penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Prajurit TNI Kontingen Garuda di Lebanon Terima Medali PBB

PBB memberikan penghargaan itu karena TNI dinilai berhasil mengemban misinya sebagai penjaga perdamaian di Lebanon dibawah payung United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), kata Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL, Lettu Sus Sundoko, melalui pesan elekronik yang diterima ANTARA, di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan upacara penyematan medali PBB itu dilaksanakan dalam suatu upacara militer, dengan Inspektur Upacara Deputy Force Commander Brigadir Jenderal Phatric Phelan dan Komandan Upacara Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Pio L Nainggolan, bertempat di Lapangan Soekarno, Markas Indonesia Battalion, Adshid al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (30/8).


Penyematan Medali PBB dilaksanakan secara simbolis oleh Brigadir Jenderal Phatric Phelan kepada para Komandan jajaran Konga, yaitu Komandan Satgas FHQSU Konga XXVI-E1 yang juga sebagai Komandan Kontingen Indonesia 2013 Kolonel Inf Karmin Suharna, Wadan Sektor Timur Kolonel Inf Rizerius, Komandan Satgas Indobatt XXIII-G Letkol Inf Lucky Avianto.

Selain itu, Komandan Satgas SEMPU XXV-E Letkol Cpm Subiyakto, Komandan Satgas FPC Konga XXVI-E2 Letkol Inf Yuri Eliyas, Komandan Satgas CIMIC Konga XXXI-C Letkol Inf Ilyas, Komandan Satgas MCOU Konga XXX-C Mayor Inf Nasrul dan Komandan Satgas Level 2 Hospital Konga XXIX-E Letkol Kes dr. Paulus Supriyono.

Deputy Force Commander Brigadir Jenderal Phatric Phelan dalam amanatnya mengatakan, Kontingen Indonesia merupakan kontingen terbesar yang sejak 2006 hingga saat ini terus dipercaya oleh PBB melalui payung UNIFIL.

PBB sebagai organisasi tertinggi dunia juga menilai prajurit TNI di Lebanon tersebut dinilai berhasil dalam menjaga dan memelihara stabilitas perdamaian di wilayah tersebut, banyak hasil dan prestasi yang dihasilkan oleh Kontingen Indonesia selama penugasannya, sehingga pantas menerima medali dari PBB.

"Agar Kontingen Indonesia dapat terus mempertahankan prestasi yang sudah di raih dan jalin terus hubungan baik dengan masyarakat sekitar bahkan dengan kontingen lain, sehingga Indonesia tetap terus dikenal oleh masyarakat dunia," kata Phatric.

Ia mengatakan kedekatan Kontingen Garuda dengan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF /Lebanon Armed Force) dan masyarakat sekitar yang menjadi kunci sukses dalam mengimplementasikan Resolusi DK PBB 1701 agar tetap dipertahankan, khususnya dalam membantu LAF mengambil beberapa langkah dan upaya pertahanan di sepanjang perbatasan Lebanon Selatan.

"Upaya yang ditempuh oleh Kontingen Garuda, sejak eksistensinya bulan Nopember 2006, telah menunjukkan sikap positif dan aktif dalam perannya sebagai peacekeeper yang berupaya tidak berpihak kepada pihak mana pun yang sedang bertikai. Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen UNIFIL untuk berbuat terbaik demi terciptanya perdamaian abadi di Lebanon Selatan," ujarnya.

Seementara itu, upacara militer diisi dengan berbagai kegiatan demonstrasi keterampilan prajurit, yaitu beladiri militer, reog ponorogo, tari kecak dan musik angklung, serta parade dan defile.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Dubes RI untuk Lebanon Dimas Samodra Rum, Atase Pertahanan RI untuk Timur Tengah Kolonel Mar Ipung Purwadi, para Pejabat Teras UNIFIL maupun LAF, Komandan Satgas Sektor Timur maupun Sektor Barat, pejabat sipil pemerintah Lebanon, tokoh masyarakat, tokoh agama di Lebanon Selatan, masyarakat Indonesia serta penduduk lokal Lebanon Selatan.  (Antara)

Jumat, 30 Agustus 2013

Markas Besar TNI Bangun Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin)

Markas Besar TNI membangun Pusat Kerja sama Internasional (Puskersin) sebagai upaya memegang kendali dalam urusan hubungan kerjasama internasional.


Markas Besar TNI Bangun Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin)

"Nantinya Puskersin akan memegang kendali satu pintu untuk urusan internasional antara TNI dengan seluruh angkatan bersenjata negara di dunia," kata Panglima TNI Laksamana (TNI) Agus Suhartono saat meresmikan (Puskersin) TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (29/8).

Agus berharap keberadaan Puskersin memudahkan TNI memonitor, mendapatkan informasi dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama internasional. Sehingga ada kesatuan data dan informasi pada satu badan pelaksana. "Selama ini tugas yang berkaitan dengan kerja sama internasional masih terpeca-pecah," kata dia.

Dasar pembentukan organisasi TNI yakni Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI dan Peraturan Panglima TNI Nomor B/454/VII/2013 tentang Pembentukan Organisasi dan Tugas Pusat Kerja Sama Internasional Tentara Nasional Indonesia (Puskersin TNI). Organisasi baru ini pun dijabat Kolonel Laut (P) Suselo yang sebelumnya menjabat Paban V/Kerkamtas Sops TNI.

Sesuai dengan Perpang TNI nomor 13 tahun 2013 tentang orgas Puskersin TNI, Panglima TNI juga berharap dapat segera diupayakan penyempurnaan terhadap mekanisme dan hubungan kerja organisasi secara komprehensif dari waktu ke waktu.

Agus juga mengatakan Puskersin TNI akan menggunakan pendekatan partnership atau kemitraan dalam rangka membangun sinergitas dan kelaziman suatu organisasi kerja sama internasional dan hukum internasional yang berlaku. Oleh karena itu, Agus meminta agar personel yang mendapatkan tugas di Puskersin memiliki pemahaman dan kesadaran mengenai dinamikan hubungan internasional.

"Karena dinamika hubungan internasional saat ini memiliki kecenderungan tidak hanya terfokus pada masalah pertahanan dan keamanan, tetapi juga berkolaborasi dengan kepentingan politik dan ekonomi," ujarnya.

Hadir dalam upacara peresmian, Kasal Laksamana TNI DR Marsetio, M.M., Kasau Marsekal TNI I.B. Putu Dunia, Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, serta para Pejabat di lingkungan TNI dan Kapuspen TNI. (KJ)

Satgas Indo FPC Andalkan ANOA Untuk Pengamanan Force Commander

Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengaku, pengamanan force commander Mayjen Paolo Serra dalam rangka Tripartite Meeting bulan Agustus, menggunakan Panser ANOA dilakukan oleh prajurit TNI, yang tergabung dalam Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-E2 di Lebanon sangatlah membanggakan.


Satgas Indo FPC Andalkan ANOA Untuk Pengamanan Force Commander

Karena produksi anak bangsa tersebut ikut serta bergabung dalam sistem pengamanan perjalanan force commander menuju UNP 1-32 A, yang menjadi tempat pertemuan antara delegasi negara Lebanon, Israel dan United Nation yang diwakili oleh force commander.

Dansatgas Konga XXVI-E2 Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengucapkan terima kasih dan merasa bangga kepada seluruh personel Satgas Indo FPC TNI, yang telah berhasil menjalankan tugas pengawalan tersebut.

Dia juga berpesan agar selalu memegang teguh standard operational procedure (SOP) yang ada, serta menjadikan kegiatan ini sebagai wahana menambah ilmu taktik pengamanan untuk meningkatkan profesionalisme diri. (Sindo)

Rabu, 14 Agustus 2013

Mayjen Imam Edy Mulyono Ditunjuk Sebagai Komandan Pasukan PBB di Sahara Barat

Mantan Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) Indonesia, Mayor Jenderal Imam Edy Mulyono, ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon sebagai komandan pasukan PBB di Sahara Barat.

Mayjen Imam Edy Mulyono Ditunjuk  Sebagai Komandan Pasukan PBB di Sahara Barat

Hal itu diungkapkan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, usai menerima salinan surat Sekjen PBB kepada Presiden Dewan Keamanan PBB, Dubes Maria Cristina Perceval dari Argentina, demikian menurut keterangan yang diperoleh Antara dari Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, Rabu.

Secara resmi, Mayjen Imam Edy Mulyono ditetapkan Ban Ki-moon sebagai Force Commander (FC) pada misi PBB di Sahara Barat, yaitu United Nations Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO).


Imam Mulyono akan menggantikan Mayjen Abdul Hafiz (Bangladesh) dan memimpin sekitar 236 personil PBB yang terdiri atas komponen militer dan polisi yang berasal dari setidaknya 33 negara selama tiga tahun.

"Penunjukan Mayjen Imam Edy Mulyono ini didukung penuh dan disambut baik oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, dan Pemerintah Maroko selaku host country MINURSO," kata Dubes Desra.

"Ini merefleksikan kepercayaan tinggi PBB atas peran dan kontribusi penting Indonesia sebagai salah satu Negara Penyumbang Pasukan utama pada berbagai misi Perdamaian PBB."

"Peran, kontribusi dan kinerja pasukan Indonesia, Kontingen Garuda, di tujuh misi PKO PBB, yaitu UNIFIL, MINUSTAH, UNAMID, UNMISS, UNMIL, MONUSCO, dan UNISFA, sangat dihargai oleh dunia internasional, pemerintah dan masyarakat setempat," tambahnya.

MINURSO merupakan misi Pasukan Perdamaian PBB yang dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB 690 tahun 1991.

Pembentukan misi di Sahara Barat itu sejalan dengan kesepakatan antara Pemerintah Maroko dan kelompok Frente Popular para la Liberacion de Saguia el-Hamra y de Rio de Oro (Frente POLISARIO), yang dicapai pada tanggal 30 Agustus 1988.

MINURSO dimandatkan untuk menjalankan sejumlah tugas, di antaranya mengawasi gencatan senjata, memeriksa penurunan jumlah pasukan Maroko di wilayah Sahara Barat serta melakukan dan memastikan terselenggaranya referendum yang bebas dan adil dalam penentuan nasib rakyat di wilayah itu.

Mayjen Imam Edi Mulyono merupakan Pejabat Tinggi TNI ketiga dari Indonesia yang mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan strategis pada pasukan penjaga permdaian PBB.

Pada tahun 1976-1978, Mayjen Rais Abin menduduki posisi `Force Commander` pada UN Emergency Force (UNEF), Mesir, dan Brigjen Susilo Bambang Yudhono, yang sekarang merupakan Presiden RI, menjabat sebagai Chief Military Observer pada misi United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja and Western Sirmium (UNTAES), Kroasia (1995-1996).

Mayjen Mulyono sebelumnya menjabat Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI (2011-2013) dan juga terlibat dalam sejumlah operasi Misi Perdamaian PBB, diantaranya sebagai Observer Militer pada Misi PBB UNOMIG (United Nations Observer Mission in Georgia).

Mayjen Mulyono memperoleh gelar Master dari Nanyang Technological School di Singapura dan merupakan alumni United Nations Senior Mission Leader Course di Mako PMPP TNI, Sentul, Jawa Barat. (Antara)