Tampilkan postingan dengan label tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tank. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2014

Tank Tempur Leopard dan Marder akan Ditempatkan di Perbatasan Kalimantan





Sebagian tank tempur utama Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada Oktober 2014, sementara sisanya dijadwalkan tiba secara bertahap pada tahun depan. Sebagian tank tersebut akan ditempatkan di dua divisi Kostrad dan di perbatasan Kalimantan.

“Akan ditempatkan di Kostrad, divisi 1 dan 2. Ada pemikiran memang sebagian akan ditempatkan di perbatasan Kalimantan,” kata Purnomo Yusgiantoro, Senin (27/1/2014).

Hal itu dikatakan Menhan Purnomo Yusgiantiro, saat meninjau kesiapan garasi tank Leopard dan Marder di Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8/Tank, Beji, Pasuruan. Turut serta dalam kunjungan tersebut Panglima TNI Jendral Moeldoko, Pangdam V/Barwijaya Mayjed TNI R Ediwan Prabowo, Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjed TNI Agus Kriswanto, Komandan Yonkav 8/Tank Letkol Otto Sollu, serta sejumlah pejabat Mabes TNI.

Purnomo menjelaskan, awalnya TNI sebenarnya hanya membeli 40 tank dari Jerman. Namun karena perubahan kebijakan di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya yang lebih mementingkan pembangunan kekuatan tempur udara, maka TNI mendapatkan sebanyak 105 Leopard dan 50 tank Marder.

“Mereka perkecil angkatan darat yang kemudian itu kita tangkap kemudian kita bisa dapat lebih banyak. Kita untung, dengan buget yang ada kita bisa dapat Leopard 105 dan Marder 50,” jelas Purnomo.

Panglima TNI Jendral Moeldoko dalam kesempatan itu mengatakan, Yonkav 8/Tank Beji yang masuk dalam Divisi 2 Kostrad sudah siap ditempati tank Leopard dan Marder. Garasi berkapasitas sekitar 40 tank sudah disiapkan jauh-jauh hari.

“Kami ke sini untuk meninjau kesiapan dan tadi sudah dipaparkan semua. Yonkav 8 sudah siap,” kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, beberapa prajurit yang disiapkan sebagai kru Leopard dan Marder sudah dikirim ke Singapura untuk sharing sehingga bisa berdiskusi dengan calon kru lainnya.

“Kita juga pasti akan kirim ke Jerman untuk mempelajari. Setidaknya separuh dari kru akan kita kirimkan,” jelas Moedoko.

Moeldoko mengatakan pengembangan alutsista TNI harus terus dilakukan agar tidak kalah dengan negara tetangga. “Kalau di lingkungan kita (negara tetangga) belanjanya lebih tinggi ya nanti kita keok terus, kita juga harus di atas mereka. Ini (Leopard dan Marder) termasuk senjata paling canggih,” tandasnya.









Sumber : Detik

Senin, 27 Januari 2014

Serah Terima 37 Unit Tank BMP-3F Rusia




Sebanyak 37 unit kendaraan tempur amfibi Tank BMP-3F buatan Rusia kembali memperkuat Alutsista TNI AL. Puluhan kendaraan lapis baja itu masuk jajaran Resimen Kavaleri Marinir, setelah diserahkan secara remi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro kepada jajaran Korps Marinir di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (27/01). 

Hadir dalam acara serah terima Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Dankorrmar Mayjend TNI (Mar) Faridz Washington, Duta Besar RI untuk Rusia Djauhari, Duta Besar Rusia untuk RI Mikhail Galuzin serta rombongan dari Komisi-1 DPR RI, pejabat teras Mabes TNI dan Kemhan.

Dalam acara serah terima dilaksanakan penandatanganan naskah penyerahan 37 unit BMP-3F dari pihak Rusia ke Dephan kemudian ke Mabes TNI dan terakhir ke pihak TNI AL. Dalam konferensi pers dengan media, Menhan didampingi Panglima TNI, Kasal, Dankormar serta anggota Komisi-1 DPR RI Mahfudz Sidiq.

Pada kesempatan itu Menhan mengatakan, selain kerjasama pembelian BMP-3F juga dilakukan transfer teknologi antara RI dan Rusia. Dalam hal ini untuk sistem dan senjata BMP-3F akan diproduksi di PT. Pindad. Menhan juga mengatakan Indonesia saat ini sedang menjajaki kerja sama untuk pembelian kapal selam Kelas Kilo. Jajaran Kemhan mengajukan spesifikasi untuk Alutsista tersebut diantaranya yaitu minimal Kapal selam tersebut mampu menembakkan misil  pada saat menyelam. Selain itu spesifikasi lain yang menjadi perioritas yakni jangkauan misil dari kapal selam tersebut minimal 200 sampai 300 kilo meter.


Mengutip dari konferensi pers tersebut Panglima TNI mengatakan akan meng-upgrade Panser Amfibi AMX-13 yang ada di jajaran Korps Marinir. Selain itu secara bertahap AMX-13 akan diganti dengan Alutsista yang baru. Selanjutnya Kasal juga menambahkan bahwa Panser Amfibi PT-76 akan diremajakan dengan Alutsista baru pada Rencana Setrategis dua periode tahun 2015 sampai dengan 2019.  Saat ini menurut Kasal, ada sebanyak 70 unit Tank PT-76 masih memperkuat jajaran Korps Marinir. Pada tahap awal sebagai pengganti PT-76 akan didatangkan sebanyak 55 unit Tank BTR-4. Dengan demikian Korps Marinir akan memilki satu Batalyon Ranpur BTR-4. “Pada Renstra dua dan tiga akan ditambah lagi satu Batalyon BTR-4”, kata Kasal.


Dalam klausal kesepakatan kontrak di antaranya tertulis bahwa selama proses pembuatan Tank Amfibi BMP–3F dapat diawasi oleh empat personil Tim Techrep (tim pengawasan produksi) dari Korps Marinir. Selain itu Korps Marinir juga mengirimkan enam prajuritnya dari Resimen Kavaleri untuk dapat mengikuti pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan tank terebut.

Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama lima bulan di Pusat Pelatihan Pabrik Kendaraan Tempur Kurganmashzavod, Kurgan, Rusia. Para prajurit Korps Marinir tiba pada pertengahan bulan Juni 2013 lalu dan selesai melaksanakan pelatihan pada bulan November 2013. Semua materi pelajaran diajarkan oleh para instruktur yang memiliki pengalaman yang cukup tinggi dalam hal perkembangan dan teknologi kendaran tempur Rusia. Materi pelajaran yang diterimakan dalam bentuk teori di kelas, praktek lapangan di pabrik, serta praktek uji coba senjata, mengemudi di darat, laut, serta praktek melaksanakan evakuasi tank di Ground Test Facility yang berjarak sekitar 30 km di luar kota Kurgan, Rusia.

Materi pelajaran yang diterima, antara lain, pengetahuan tentang pengoperasian tata tembak senjata dan  pemeliharaan persenjataan canggih yang ada di tank. Pengetahuan tentang pengoperasian dan pemeliharaan sistem komunikasi. pengetahuan tentang pemeliharaan dan perbaikan sistem kelistrikan. pengetahuan tentang pemeliharaan dan perawatan mesin, serta sistem penggerak dan suspensi hidrolis tank.   pengetahuan tentang pengawakan dan mengoperasikan kendaraan tempur BREM-L sebagai kendaraan recovery dan kendaraan pendukung (supporting vehicle) untuk Tank Amfibi BMP-3F, yang memiliki peralatan mulai dari crane kapasitas 11 Ton, peralatan las aluminium, potong plat, dan peralatan perbengkelan lainnya guna mendukung perbaikan dan pemeliharaan Tank Amfibi BMP-3F, sampai dengan bongkar pasang mesin, transmisi, dan senjata utama (100 mm beserta turret-nya).


BMP, dalam bahasa Rusia Boyevaya Mashina Pyekhota, Sebelumnya TNI AL sudah memperoleh Tank BMP-3F pada tahun 2010 sebanyak 17 unit, jadi total semuanya sebanyak 54 unit. BMP-3F akan menjadi kekuatan utama marinir sebagai bagian dari komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL. Kontrak pembeliannya 37 unit BMP-3F resmi ditandatangi oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo bersama Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport (Rusia), Jumat, 11Mei 2012, di Kantor Kementrian pertahanan (Kemhan) RI. Selain kontrak pembelian dilakukan juga penandatanganan kerjasama Transfers of Technology (ToT) yang memungkinkan kedepanya indonesia bisa memproduksi sendiri Tank BMP 3F.

Rencananya TNI AL, akan melengkapi BMP-3F menjadi satu batalion. Menhan merencanakan kebutuhan ranpur untuk AL sebanyak 95 unit terdiri dari 81 unit BMP-3F, 10 unit BMP-3FK (versi komando), dan 4 unit BREM-L (versi bengkel). Dengan kehadiran ranpur tersebut Indonesia memasuki masa baru kendaraan tempur invantri amfibi. Indonesia menandatangani kontrak dengan Rusia untuk pengadaan 37 unit kendaraan tempur amfibi untuk Marinir TNI AL senilai lebih dari $ 100 juta. Pengadaan 37 unit tank amfibi BMP-3F dari Rusia ini merupakan program pengadaan 2012.

BMP-3 dirancang berkemampuan amfibi penuh, melaju di permukaan air memakai sistem hidrojet, bukan sistem penggerak rantai roda seperti pada BMP-1 dan BMP-2. Kecepatan berenang maksimal 10 km/jam, daya tahan berenang selama 7 jam. BMP-3F, varian BMP-3 yang dirancang untuk pendaratan amfibi Marinir AL terdapat tambahan snorkel di atas badan belakang dan alat pemecah ombak di depan badan kendaraan. Mampu berenang pada level sea state 3, akurasi tembakan sambil berenang masih akurat pada sea state level 2. Sea state adalah indikator kondisi gelombang laut menurut Badan Meteorologi Dunia, level 2 berarti tinggi gelombang berkisar hingga setengah meter, level 3 berarti tinggi gelombang berkisar hingga 1,25 meter.  BMP-3F mempunyai kecepatan di medan berlumpur 45 km, 70 km di jalan raya, 10 km di air dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km.

Kemampuan kendaraan tempur (ranpur) ini selain bisa beroperasi di darat, dia juga bisa memusnahkan musuh dari air. Oleh sebab itu, ranpur ini disebut sebagai tank amphibi yang tangguh. Ranpur BMP-3F mampu melaju dengan kecepatan 70 Km/jam di darat ini juga dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara (NBC) yang berguna untuk menanggulangi peperangan Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika). BMP 3F merupakan salah satu ranpur infanteri bersenjata berat yang disegani di seluruh dunia. Dilengkapi dengan alat komunikasi R 173 dengan jarak jangkau maksimum 12 km. Sementara Jika keluar malam, tank ini memiliki sinar inframerah dan teropong bidik sasaran. Sementara untuk sistem operasional persenjataan tank yang mampu menampung 10 orang personel yang terdiri dari 7 orang pasukan dan 3 orang awak ini menggunakan sistem manual dan elektrik.



Untuk pengerahan cepat, unit BMP-3 mudah diangkut dengan pesawat angkut taktis C-130 Hercules atau Antonov An-12. Pesawat kargo jumbo An-124 Ruslan mampu memuat 4 unit. Bahkan helikopter angkut berat Mi-26 bisa mendrop BMP-3 menggunakan platform parasut khusus. Fleksibilitas, ketangguhan di segala medan, kekuatan pemukulnya BMP-3 menjadikan senjata utama sebagai kendaraan tempur infantri andalan dalam angkatan bersenjata di berbagai negara termasuk Indonesia. Tercatat ada 10 negara yang menggunakan BMP-3 yaitu Rusia, UEA, Venezuela, Kuwait, Korsel, Sri Lanka, Cyprus, Indonesia, Ukraina, Azerbaijan, dan Yunani. Bahkan yang mengejutkan, Korea Selatan yang dikenal pengasup setia teknologi militer dari Amerika Serikat, nyatanya juga memiliki 70 unit BMP-3F.

BMP–3F yang diproduksi oleh Rusia adalah kendaraan tempur lapis baja yang bisa dikatakan sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris). Awalnya angkatan bersenjata Rusia mulai menggunakan Ranpur jenis BMP sejak tahun 1980 dengan type BMP–2 (sekelas BVP-2 Slovakia, seperti yang dimiliki Marinir TNI AL), pada akhir dasa warsa 1980-an. Hasil uji coba dalam iklim yang berbeda, baik di darat maupun di laut menegaskan efisiensi dan efektifitas yang tinggi pada BMP–3 F.

BMP–3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain Kontruksi (chasis) BMP–3F memungkinkan untuk dimodernisasi, mudah perawatannya dan minim pemeliharaan.  Dengan adanya beberapa penyempurnaan BMP–3F menjadi ranpur segala medan yang cukup berat, namun hal ini bisa diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik. BMP–3F mengaplikasi persenjataan baru (SKS Arteleri – Roket – Meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis.

BMP-3F mampu menembak tepat dari segala jenis senjata saat bergerak karena BMP-3F sudah menggunkan skema balok pengontrol penembakan otomatis yang baru (pola stabilizer sistem baru). Kunstruksi persenjataan BMP–3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet) yakni Meriam, peluncur roket berkaliber 100mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan Mitraliur berkaliber 7,62 mm. Penggabungan ini memungkinkan awak ranpur dapat memilih dengan cepat keperluan penggunaan senjata dalam situasi tempur tergantung dari sasaran yang diinginkan baik darat, laut maupun udara.

Sistim pengontrol penembakan otomatis yang terdiri dari stabilisator senjata alat pembidik, kombinasi dengan stabilisasi pembidikan dalam 2 bidang : Azimut dan Elevasi (tinggi di atas permukaan laut) alat pengukur jarak/ lasser, alat pembidik komandan kendaraan, alat perhitungan lintasan tembakan, alat pengumpul data. Sistem pengontrol penembakan otomatis itu memberi kesempatan kepada satuan infantry melaksanakan tugas taktis yang mereka hadapi (KSIT), penggunaan senjata secara efisien dan memperlihatkan keunggulannya dibandingkan dengan system pengontrol penembakan yang tidak otomatis. Alat sistem pengontrol penembakan otomatis BMP–3F mampu mempertimbangkan berbagai data (diturunkannya atau dinaikannya alat pengontrol BMP-3F) untuk bidikan tepat, oleh karena itu penembakan dari segala jenis senjata akan selalu tepat.

Hasil penembakan yang tepat sama ketika BMP–3 digunakan di pegunungan atau menembaki sasaran udara seperti helikopter yang terbang hover/terbang diam. Untuk menembak dengan roket kendali atau peluru berkaliber 100 mm dan peluru berkaliber 30 mm hanya perlu ditekan satu kenop, fungsi pembidik tidak berubah sambil menembak dari segala jenis senjata, amunisi bagi meriam mesin berkaliber 30 mm dan mitaliur (kal 76,2mm) dimasukkan ke dalam "pitaban" peluru yang tidak putus-putusnya dan dapat digunakan lagi tanpa diisi kembali, peluru fragmentation/ asap dan brisan/pecah berkaliber 100 mm terletak di dalam otomat pengisian yang memungkinkan menembak 10 peluru/menit.

Jika dibandingkan dengan kendaraan berlapis baja, baik buatan Rusia maupun buatan negara Barat, maka  bisa dilihat kekhususan prinsipil yang utama BMP–3 F, yaitu bahwa seksi motor transmisi ditempatkan di bagian belakang badan BMP – 3 F dan di bagian depan badan BMP–3 F dipasang tiga mitraliur PKT dan PKTM serta ditempatkan seksi pasukan infantri pendarat karena itu efisiensi tembakan sepanjang arah gerakan BMP – 3 F jadi meningkat. Jika pasukan pendarat berada diluar BMP–3 F pengemudi sendiri mampu menembak dari mitraliur–mitraliur itu, persediaan amunisi untuk mitraliur berkaliber 7,62 mm berjumlah 6.000 peluru.

Berkat mitraliur itu kekuatan gempur BMP–3F meningkat, untuk dapat menghancurkan musuh yang berjarak dekat sedang. Data dari “Jane’s Soviet Intelligence Revier” menyatakan bahwa spesialis militer dari Negara-negara barat menilai tinggi kemampuan BMP–3F.

Sebagai perbandingan antara BMP–3 F dengan ranpur lain yakni Ranpur ini memungkinkan melaksanakan berbagai tugas yang dihadapi dan dapat digunakan sebagai bantuan tembak jarak jauh/ dekat dan sebagai Ranpur pengangkut personil berlapis baja penghancur Tank (Ranpur lain) dengan Roket. BMP–3 F dapat digunakan bersama Infanteri untuk meningkatkan kemampuan anti Tank dengan bantuan tembak jarak jauh atau dekat ketika jumlah Tank dikurangi. Pada saat ini di negara barat belum ada panser tempur yang mempunyai kekuatan menyerupai seperti BMP–3 F. Hasil perbandingan Ranpur BMP–3 F dengan Ranpur USA M2 "Bradley" menunjukkan bahwa BMP–3 F mengungguli M2 dalam daya gerak dan daya tembak.

MP-3, tipe 3F dirancang dengan kemampuan tambahan untuk bisa berenang dengan lebih baik, yakni mampu menantang ombak laut di level 2, dan bisa beroperasi di laut selama 7 jam. Untuk menunjang kemampuan amfibinya, BMP-3F dapat dilengkapi snorkel.

Senjata andalan BMP-3F adalah kanon kaliber 100 mm. Kanon ini dirancang untuk menembakkan peluru/ roket non-kendali (shell). Kanon jenis ini masuk dalam kategori balistik sedang, dengan kecepatan tembak berkisar 250m/detik. Selain itu terdapat platform peluncur rudal kendali anti tank (ATGM), baik yang diluncurkan langsung melalui laras meriam (laser guided system) maupun yang terpasang pada badan panser. diri dari dua bidang stabilisator dari pembidik kaca utama dan sebuah sensor gyroscope.

Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm. Dengan penggabungan ini memungkinkan awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara.

BMP-3F memiliki bobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas awak 3 orang serta 7 personel pasukan bersenjata lengkap. Bila dipandang dari segi bobot, BMP-3F kini menduduki kendaraan tempur kavaleri terberat yang dimiliki Korps Marinir, bahkan menjadi arsenal ranpur kelas berat nomer satu dibanding beragam jenis tank yang dimiliki Marinir. 


Sumber : Koarmatim

37 BMP-3F dari Pemerintah Rusia Diserahterimakan di Situbondo



Situbondo • Upaya meningkatkan kecanggihan dan modernisasi peralatan tempur TNI terus dilakukan. Sebanyak 37 unit Tank Ampibi BMP-3F kembali akan diterima pemerintah dari Pemerintah Rusia. Penyerahan tank buatan Kurganmashzavod Rusia itu akan dilakukan di Titik Tinjau T-12 Puslatpur Marinir Karangtekok, Situbondo.


Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro akan memimpin langsung upacara penyerahan tank Ampibi BMP-3F dari Rusia. Berikutnya, tank modern produksi Rusia itu secara resmi akan diserahkan kepada Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington.

"Dengan diserahkannya 37 unit Tank Ampibi BMP-3F ini, maka Korps Marinir memiliki 54 tank BMP-3F. Sebelumnya juga pernah menerima 17 unit, pada 11 Desember 2010 lalu," kata Kepala Dispenal Laksma TNI Untung Suropati dalam rilisnya, Senin (27/1/2014).


Dijadwalkan turut hadir dalam upacara penyerahan itu di antaranya Panglima TNI Jendral TNI Dr. Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Masetio, Kasad Jendral TNI Budiman, Kasau Marsekal TNI I Putu Dunia, Dubes Rusia untuk Indonesia dan sejumlah pejabat Kemhan RI, Mabes TNI dan Mabes AL.


Usai upacara, Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Jendral TNI Dr Moeldoko dan sejumlah pejabat TNI lain akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelaksanaan uji coba penembakan Tank Ampibi BMP-3F. Juga ada atraksi kesenjataan lain dari Korps Marinir dalam bentuk manuver lapangan.


"Tank Ampibi ini dibuat oleh pabrik Rusia sebagai realisasi dari pelaksanaan kontrak jual beli antara Kemhan RI dengan perusahaan Rusia Rosoboronexport," pungkas Untung Suropati.



  detik  

Minggu, 29 Desember 2013

Main Battle Tank Leopard Sangat Dibutuhkan Untuk Menjaga Perbatasan di Kalimantan

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman mengatakan "main battle tank Leopard" sangat dibutuhkan untuk menjaga perbatasan di Kalimantan.



Pangdam Mulawarman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, mengatakan perbatasan di Kalimantan sangat rawan, terutama terkait keamanan karena Kalimantan memiliki banyak titik perbatasan dengan wilayah Malaysia dan Singapura.

"Di perbatasan masih sering terjadi pembalakan liar, pertambangan liar dan pencurian ikan. Orang luar seperti sudah ingin caplok sekitar perbatasan kita. Dengan adanya Leopard akan membuat moril lawan jatuh," katanya saat menerima kunjungan wartawan dari Jakarta, di Markas Komando Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama, Sungai Ulin, Kota Banjarbaru.

Menurut dia, keberadaan Leopard akan semakin memperkuat alutsista canggih yang ada di jajaran Kodam VI/Mulawarman. Saat ini, tank yang ada di Kodam merupakan tank ringan berjenis AMX dan Scorpion. "Paling tidak, satu kompi tank Leopard (delapan unit) dapat ditempatkan di Kalimantan," tuturnya.

Dalam waktu dekat ini Kodam Mulawarman akan menerima Multi Launcher Roket System (MLRS). Selain itu sudah terbentuk Skuadron Penerbad yang diperkuat 4 heli tempur dan 4 heli angkut.

Saat ini, kata Dicky, Kodam Mulawarman juga sudah menyiapkan satu batalyon kavaleri. Sebelumnya, Kodam ini hanya memiliki detasemen kavaleri.

Kodam Mulawarman juga memperbanyak pos-pos gabungan dengan Malaysia untuk menjaga perbatasan. Keberadaan pos ini untuk mempersempit upaya adanya pemindahan patok perbatasan dan untuk menghalau para pembalak yang notabene berasal dari Malaysia.

Kodam Mulawarman bertanggung jawab menjaga perbatasan di Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Dicky mengatakan daerah perbatasan itu cukup rawan. Baru-baru ini, pihaknya menangkan 11 bandar shabu-shabu."Bukti yang berhasil disita adalah 6,6 gram shabu dan uang tunai Rp2,6 miliar. Uang itu diperkirakan dari hasil transaksi shabu," katanya.

Atas temuan itu, Dicky juga melakukan operasi gabungan dengan kepolisian dan kejaksaan karena dikhawatirkan banyak narkoba masuk melalui perbatasan ini."Biasanya mereka menyamar sebagai nelayan dan memasukkan narkoba melalui jalur sungai," katanya. (ROL)

Sabtu, 28 Desember 2013

YONKAV 8/2 KOSTRAD Lakukan Acara Tradisi Penerimaan Tank Leopard dan Marder


Pada hari Senin tanggal 23 Desember 2013 bertempat di pintu gerbang utama Yonkav 8/2 Kostrad, Komandan Batalyon Kavaleri 8/2 Kostrad Letkol Kav Otto Sollu, SE beserta Persit dan prajurit Narasinga menerima kedatangan Alutsista terbaru Kavaleri TNI AD jenis Tank Leopard 2A4 dan Tank Marder dalam suatu acara tradisi yang sederhana namun khidmat.



YONKAV 8/2 KOSTRAD Lakukan Acara Tradisi Penerimaan Tank Leopard dan Marder
 
Alutsista baru Tank Leopard 2A4 dan Tank Marder baru tiba di Asrama Yonkav 8/2 Kostrad, setelah sebelumnya dipamerkan dalam pameran Alutsista dalam rangka Hari Juang Kartika TA. 2013 di Makodam V/ BRW. Perjalanan dari Makodam V menuju Asrama Yonkav menggunakan Trailer khusus dan dikawal oleh petugas dari Pomdam V serta perwakilan dari Pussenkav.

Rangkaian acara tradisi meliputi penyerahan simbolis kunci Tank, penyiraman air bunga serta penyambutan oleh seluruh warga Yonkav 8 baik prajurit, Persit maupun anak-anak. Seluruh warga terlihat antusias menerima kedatangan Alutsista baru tersebut di Yonkav 8. Acara ini merupakan momen bersejarah bagi satuan Yonkav 8 karena diberikan kepercayaan oleh TNI AD dan Negara untuk mengawaki Alutsista terbaru Kavaleri TNI AD berupa Tank jenis  MBT (Main Battle Tank) yang merupakan salah satu tank “TERBAIK” di dunia saat ini. Dengan kedatangan Tank canggih tersebut, diharapkan semakin memperkuat kekuatan militer bangsa kita, dan meningkatkan “Bargaining Position” Negara kita di dunia Internasional.









 Sumber : Yonkav8

Jumat, 20 Desember 2013

TNI AD Bakal Mendapatkan 50 Tank Ringan Marder Tahun 2014


TNI AD Bakal  Tambah 50 Jenis Tank Ringan  Marder


TNI Angkatan Darat (AD) rencananya akan mendapatkan 50 alat utama sistem senjata (Alutsista) berupa tank ringan Marder buatan Jerman pada 2014 mendatang. Alat tersebut rencananya akan dilaunching sekaligus diperkenalkan di Hari Jadi TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Surabaya.
Demikian dikatakan Danpussenif Mayjen TNI I Made Agra Sudiantara kepada wartawan seusai acara peringatan ulang tahun ke-65 Infanteri di Lapangan Tembak Gunung Bohong, Kota Cimahi, Kamis (19/12).
Dengan adanya penambahan kendaraan bersenjata tersebut, kata Agra, selain akan menambah kekuatan pengamanan nagara kedaulatan RI juga memberikan semangat tinggi bagi seluruh jajaran TNI AD.
"Kami akan mendapatkan 50 alutsista berupa marder buatan negara Jerman di tahun 2014 nanti. Ini akan menambah semangat juang kami sekaligus sebagai pertanggungjawaban kami sebagai militer khususnya infanteri," katanya.
Melalui peringatan Hari Jadi Infanteri ini, lanjut Agra, pihaknya juga bertekad kuat untuk berjuang dan menjaga wilayah kedaulatan negeri agar tetap utuh sebagai negara kesatuan Republik Indonesia. Selain itu dia juga tetap mengharapkan agar kerjasama dengan masyarakat bisa terus terjaga, karena semua perjuangan TNI akan berhasil jika tidak terlepas dari kerjasama dan bantuan masyarakat.
"TNI akan terus bersama rakyat untuk membangun bangsa ini," tegasnya.
Perjuangan yang akan dilakukan oleh Infanteri, ditambahkan Agra, pihaknya juga bertekad untuk tetap bersikap profesional. "Kami akan terus melakukan sikap profesional secara nyata sesuai dengan peran dan fungsi dalam mendukung tugas pokok TNI. Bahkan, sikap disiplin pun bakal dijungjung tinggi oleh TNI," ungkapnya. 




Sumber : TRIBUNNEWS

Minggu, 15 Desember 2013

Tank Leopard Jadi 'Bintang' di Surabaya



MBT Leopard 2A4 (Flogger)
SURABAYA Kehadiran Tank Kaveleri Leopard menjadi perhatian utama dalam acara Hari Juang Kartika 2013 yang berlangsung di Lapangan Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (15/12).

Seandainya tidak dijaga Polisi Militer TNI AD (POMAD) bisa jadi tank Leopard itu diduduki anak-anak. Pada Hari Juang Kartika, Tank MBT Leopard merupakan salah satu kendaraan tempur kavaleri milik TNI AD yang dipamerkan pada acara tersebut. Leopard bersanding dengan kendaraan Kavaleri buatan lokal Tank Tarantula dan Anoa.

Dari pengamatan ROL, berulang kali tank Leopard menjadi target jepretan masyarakat Surabaya yang sejak Jumat (13/12), sudah berada di lokasi acara peringatan Hari Juang Kartika. Beberapa warga mencoba mendekat namun keburu dilarang petugas jaga.
 
Pada acara Hari Juang Kartika, TNI AD memajang sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Seperti misal, satu unit kendaraan Kavaleri MBT Leopard, satu unit Marder 1A3, 14 Unit Tank Tarantula, 13 unit Tank AMX 105 mm Yonkav-3/Tank, 13 unit Anoa, Panhard, dan Saladin Kikavser-3, dan 45 unit Scorpion.

Selain unit kavaleri, TNI AD juga memajang kendaraan Infanteri seperti 12 Unit APC, satu unit Ran Komando dan satu unit Ran Recovery. Juga dipamerkan kendaraan Armed, Arhanaud, Kendaraan Bekang, Penerbad, kendaraan Kowil.




  Republika  

Minggu, 08 Desember 2013

Menggeser Leopard 2 ke Jawa Timur



(All photo: Pussenkav TNI AD)
Bagaimana caranya memindahkan sebuah alutsista berbobot sekitar 60 ton ke sebuah tempat sejauh ratusan kilometer? Jangan kuatir, serahkan saja pada Pussenkav TNI-AD. Demikianlah kesibukan yang terjadi menjelang hari Juang Kartika yang kini dalam hitungan hari. Namun bukan perkara mudah memindahkan Tank tempur Leopard dari Jakarta ke Jember. Segala daya upaya serta pikiran musti dikerahkan.




Untuk ranpur berdimensi dibawah Leopard, mudah saja. Pussenkav menggunakan LST TNI-AD. Alhasil, puluhan Panser Anoa dan Tarantula sudah berangkat lebih dulu menuju Jember. Tapi, untuk mengangkut Leopard 2, hingga kini belum ada kapal milik TNI yang sanggup, sekalipun itu LST milik TNI-AL. Akibatnya, 2 buah Leopard dan 2 buah Marder harus menempuh jalan darat.



Pussenkav TNI-AD pun kemudian menyewa Truk Low Bed untuk mengangkut sang macan. Tak main-main, rombongan ini langsung dipimpin perwira menengah Pussenkav TNI-AD yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Pembinaan Manusia dan Corps Pussenkav, Mayor kav. Valian Wicaksono. Setelah Tank berhasil dinaikan, bukan berarti permasalahan selesai. Bobot dan dimensi yang lebih dari biasanya memaksa Truk berjalan lambat, bahkan hanya sekitar 30 km/jam. Butuh waktu cukup lama tentunya untuk mencapai kota Jember di Jawa Timur. 



Namun demikian Pussenkav yakin Alutsista andalan mereka itu bisa mencapai Jember tepat waktu. Bahkan hal ini bisa dijadikan pelajaran pergeseran MBT diwaktu lain.






  ARC  

Kamis, 05 Desember 2013

Ada Leopard di Hari Juang Kartika


(photo: Pussenkav TNI-AD)
Segenap personel TNI Angkatan Darat kembali sibuk. Pasalnya, dalam waktu dekat TNI-AD akan melaksanakan peringatan Hari Juang Kartika yang rencananya akan dipusatkan di Jember Jawa Timur

Selain defile, akan dilakukan pula pameran alutsista di Alun-alun kabupaten Jember pada tanggal 14-17 desember. Lantaran jauhnya tempat pelaksanaan kegiatan, sejumlah persiapan pun sudah dilakukan sejak awal bulan Desember ini. Seperti menyiapkan pergeseran alutsista serta personel. Bahkan Tank Tempur Utama TNI-AD Leopard 2A4 juga akan tampil dan kini tengah dalam persiapan.



(photo: Pussenkav TNI AD)


Selain Leopard 2A4, alutsista lainnya juga akan ditampilkan. Seperti Panser Tarantula, Panser Anoa, Tank Marder, dan lainnya. Sejumlah material itu bahkan sudah dilakukan pergeseran baik jalan darat maupun melalui Laut. Panser Tarantula misalnya sudah berlayar sejak rabu malam menggunakan LST milik TNI-AD. Sementara Leopard 2A4 rencananya akan bergerak melalui jalur darat dalam waktu sangat dekat. Nah, bagi anda penggemar Leopard, siapkan kamera anda. Siapa tahu bertemu dengan sang Macan Bavaria di tengah jalan.


Keikutsertaan Leopard 2A4 TNI AD kali ini juga kembali mematahkan isu bahwa MBT itu hanya berstatus pinjaman dan sudah dikembalikan seusai defile HUT TNI lalu. Sebenarnya yang terjadi adalah ada beberapa pilihan terkait kedatangan Leopard 2 waktu itu namun itu semua tergantung penilaian yang dilakukan oleh TNI-AD, Pussenkav khususnya. Yaitu dikembalikan jika dinilai tidak baik, dan tidak dikembalikan jika hasil penilaian menunjukan Tank Leopard 2 yang telah tiba berfungsi dengan baik serta langsung masuk Batalyon operasional. Ada pula opsi, tidak dikembalikan namun nantinya tank yang telah tiba berfungsi sebagai bahan suku cadang. Dan tampaknya jelas, tank Leopard 2 yang telah tiba itu tidak dikembalikan. Dan kabarnya, seusai hari Juang Kartika, Tank Leopard 2A4 ini akan segera mengisi garasi di Batalyon Kavaleri 8.
 
Sumber: ARC

Jumat, 15 November 2013

Leopard TNI AD dan Misi Perdamaian Dunia

Leopard 2A4

Kementerian Pertahanan Indonesia diketahui telah melakukan kesepakatan dengan pabrikan kendaraan lapis baja Jerman Rheinmetall untuk memasok MBT (Tank Tempur Utama), dukungan logistik dan amunisi dengan nilai kontrak ratusan juta dolar. Kontrak sudah ditandatangani dan kini tinggal menunggu pengiriman.


Kesepakatan penjualan ini terdiri dari 104 MBT Leopard 2 dan 50 tank infanteri Marder 1A2 berikut amunisi, 4 tank recovery, 3 tank (peluncur) jembatan, dan 3 tank penggusur tanah yang dikenal di Jerman sebagai "Pioneer tank", ditambah dokumentasi terkait, peralatan pelatihan dan dukungan logistik tambahan.

Diketahui dari isu kontrak yang beredar, tank-tank ini akan dikirimkan secara progresif ke TNI AD mulai 2014 hingga 2016. Namun tampaknya September lalu sudah terjadi pengiriman Leopard dan Marder ke Indonesia. Artinya menjadikan Indonesia sebagai negara ke 17 di dunia yang menggunakan Leopard- semuanya negara Eropa kecuali Chili dan Singapura.


Rheinmetall memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dalam mengembangkan dan membuat MBT, kendaraan infanteri dan sistem dukungan tempur terkait. Leopard 2 merupakan standar MBT masa kini, dengan lebih dari 3.600 unit (seluruh versi 2) sudah dioperasikan di seluruh dunia. 

Rheinmetall berperan penting dalam pengembangan dan produksi Leopard 2 untuk Angkatan Darat Jerman (2.350 unit) dan Belanda (445 unit). Leopard 2 versi A4 sendiri sudah dibangun sebanyak 2.125 unit. Ketika dioperasikan bersama-sama sistem tempur terkait lainnya, Leopard merupakan sistem tempur ekstrem yang sulit ditandingi.

Dengan populasi rakyat Indonesia sebesar 240 juta jiwa, otomatis menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Tidak hanya sebagai sumbu stabilitas dan memainkan peran penting di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga turut memainkan peran penting di dunia. 


Kebutuhan untuk pengadaan tank-tank kelas berat ini sebenarnya tidak hanya mencerminkan kebutuhan Indonesia untuk memodernisasi alutsista TNI AD guna merespon potensi ancaman terhadap NKRI, tetapi juga dalam rangka untuk lebih banyak ambil bagian dalam misi-misi penjaga dan penegak perdamaian di dunia (melalui PBB). Indonesia memang butuh peralatan yang sesuai standar militer negara-negara mitra PBB agar lebih banyak ambil bagian dalam misi-misi PBB.

Sumber: Artileri

Akhir Tahun 2013 Marinir Akan Diperkuat 54 Tank BMP-3F

  Sejumlah tank amfibi dari Resimen Kavaleri Korps Marinir TNI AL, melakukan pendaratan pada Latgab TNI di Pantai Banongan, Situbondo, Jumat (3/5). (Antara/Eric Ireng)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengatakan TNI AL akan kembali diperkuat alat utama sistem senjata sebanyak 54 tank amfibi BMP-3F dari Rusia.

Alutsista itu akan tiba pada akhir 2013 yang khusus diperuntukkan bagi Korps Marinir TNI AL, kata KSAL usai Peringatan HUT ke-68 Korps Marinir di Lapangan Apel Hartono Kesatrian Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (15/11). "Sesuai dengan pemenuhan kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF), dan alokasi anggaran dari pemerintah diharapkan 2014, bertepatan dengan HUT TNI 5 Oktober 2014, TNI AL bisa menampilkan alusista baru," katanya.

Tak hanya tank amfibi buatan Rusia yang tiba ke Indonesia, melainkan BTR-4 (jenis panser), MLRS dan kendaraan-kendaraan perintis untuk kelengkapan batalyon yang berada di jajaran Marinir. "Segenap pimpinan TNI AL berjanji akan selalu mendukung penuh persenjataan untuk Korps Marinir," katanya.

Untuk alutsista TNI AL, kata KSAL, saat ini tengah dibangun tiga unit kapal selam yang bekerja sama dengan Korea Selatan. Tak hanya itu, dibangun dua buah kapal fregat oleh PT PAL dan galangan kapal dari Belanda serta dua kapal fregat dari Inggris (tahun 2014), pengganti kapal Dewaruci dan 16 unit KCR-40M.

Berbagai kendaraan tempur Marinir, seperti BMP-3F, Tank PT-76, Kapa K-61, BTR-50 PM/K, LVT-7A1, BVP-2, Meriam Howwitzer 105mm, Meriam 122 mm, roket multi laras RM-70 GRAD, Opleger Tatra, Liaz, dan kendaraan khusus lainnya diterjunkan dalam upacara peringatan HUT Korps Marinir itu.





Sumber : REPUBLIKA

Senin, 04 November 2013

Tank BMP-3F dan baret kehormatan Korps Marinir TNI AL


BMP3F Marinir (Dispen Marinir)
Jakarta - Korps Marinir TNI AL memiliki seorang lagi warga kehormatan, yaitu Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, yang diangkat dalam satu upacara kebesaran di Karang Pilang, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Lazimnya penganugerahan gelar kehormatan itu, baret Korps Marinir TNI AL bertatah empat bintang, pisau komando, dan brevet Detasemen Jala Mangkara dibawa ke dalam arena upacara dari udara: seiring dengan atraksi terjun payung militer.

Moeldoko, setelah dikenakan baret dan segenap atribut itu oleh Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal TNI (Marinir) Faridz Washington, resmi menjadi warga kehormatan mereka, mengikuti Jenderal Besar TNI AH Nasution, Sultan Hassanal Bolkiah II, dan Jenderal Charles C Krulak (mantan komandan Korps Marinir Amerika Serikat), dan lain-lain.

Bukan cuma upacara penganugerahan baret yang juga disaksikan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, itu yang menarik; juga atraksi dan gelar kemampuan berbagai persenjataan yang dimiliki Korps Marinir TNI AL. Mesin perang yang dikerahkan --paling menonjol-- adalah tank veteran PT-76 bersi maritim dan yang terkini, tank amfibi BMP-3F.

Sampai saat ini, Indonesia memiliki 17 tank BMP-3F hasil kontrak pembelian dengan JSC Rosoboronexport, Rusia, yang kebanyakan ditaruh di Pasukan Marinir 1, Surabaya. 37 tambahan akan datang hingga akhir 2013 ini, sejalan kelanjutan kontrak pembelian pada Mei lalu.

Bicara tank, publik sangat paham soal tank utama 2A4/2A5 Leopard buatan Krauss‐Maffei Wegmann Maschinenbau, Kiel, Jerman, yang dibeli langsung TNI AD, namun sorotan pada BMP-3F cenderung sedikit. Membandingkan kedua tank ini hal yang kurang pas, karena fungsi dan asasinya sangat berbeda; apalagi sistem kesenjataan dan doktrin penggelarannya.

BP-3F buatan Kurganmashzavod, Rusia, masuk dalam kelas amphibious infantry fighting vehicle, yang proyek pengembangannya dimulai sejak 1987 setelah kedua kakaknya, BMP-1 dan BMP-2 dianggap kurang mumpuni lagi. Dari situlah, Obyekt 688M diluncurkan Rusia.

Sesuai "judul"-nya, BMP-3F dengan bobot kosong 18,5 ton dan dimensi 7,14 meter (panjang), 3,2 meter (lebar), dan 2,4 meter (tinggi) dan awak tiga orang (termasuk seorang komandan), mampu membawa tujuh personel bersenjata lengkap plus dua kursi tambahan.

Jadi, BMP-3F ibarat "kapal perang" yang memproyeksikan kekuatan militer dari lingkungan laut ke lingkungan darat; lengkap dengan kondisi di atas optimal untuk menggempur kekuatan lawan di darat.

Mesin dengan rasio 27 tenaga kuda/ton bobot mampu mendorong BMP-3F menuju kesepatan 72 kilometer perjam (jalan pedesaan/aspal biasa), 45 kilometer perjam (luar jalan), dan 10 kilometer perjam (perairan hingga gelombang skala Beauford II).

Persenjataan

 
Berbagai silabus mesin perang dunia memasukkan BMP-3F dalam kelas kendaraan perang infantri berat; ditandai sistem perlindungan persenjataan aktif walau bodi dan kubah meriamnya dari alumunium diperkeras (agar tahan karat). Tidak akan ada pengaruh besar jika dia disembur tembakan kaliber 30 milimeter dari jarak dekat, seumpama dari senapan mesin berat 2A42.

Perlindungan pasif juga menyentuh sistem perlindungan sirkulasi udara dan serangan biologis atau nuklir jika itu terjadi. Caranya dengan menerapkan sistem sensor dan penangkal agen kimia/biologis/nuklir dan filter ultraviolet, dan pemadam kebakaran, serta peredam benturan. Harap dipahami, BMP-3 dirancang saat Perang Dingin masih terjadi.

Tangki bahan bakarnya juga ditempatkan di atas lapisan baja lantainya, didukung sistem suspensi independen aktif dari roda-roda rantainya.

Untuk menambah perlindungan, kit penangkal serangan amunisi berat ERA juga diterapkan walau ini pilihan bagi pembeli atau pengguna. Pengacak sinyal komunikasi lawan berbasis elektronika-optikal, Shrota, yang bisa diakses komandan tank untuk berkomunikasi dengan sistem peluncuran peluru kendali anti tank SACLOS (semiautomatic command to line of sight).

Akhirnya, kemampuan renangnya hingga tujuh jam nonstop dan menundukkan (bahkan) rawa-paya yang tidak bisa diinjak manusia, tidak akan bermakna banyak jika musuh tidak bisa dibinasakan. Untuk itulah meriam 100 milimeter berkecepatan rendah 2A70 bicara, meluncurkan proyektil 9M117 ATGMs (AT-10 Stabber), yang bisa disimpan dalam rak-raknya sebanyak 40 unit.

Di luar turet, bertengger sepasang senapan mesin berat 30 milimeter 2A72 yang bisa meluncurkan 400 peluru permenit. Jika dia berhadapan dengan personel, senapan mesin 7,62 milimeter-nya yang bertugas secara koaksial hingga 2.000 peluru permenit. Bicara teknologi putaran koaksial ini, Rusia sangat ahli; lihatlah baling-baling pesawat bom berat Tupolev Tu-95 Bear.

Meriam 100 milimeter ini bisa digerakkan 360 derajad kiri-kanan dan minus lima hingga 60 derajad ke bawah dan ke atas. Meriam ini dirancang untuk tidak menimbulkan guncangan besar, yang semakin efektif dengan sistem penjejak dan optik khusus, sehingga peluru high explosive HE-Frag shell 3OF32 bisa "terbang" hingga 4.000 meter.

Jika sistem pertahanan lawan lebih tangguh, army technolgy mengulas, giliran peluru 3BM25 APFSDS yang dipergunakan. Semua operasionalisasi kesenjataan dan penginderaan berasal dari komputer 1V539, berkolaborasi dengan sensor angin, sistem stabilitas 2E52-2, sistem laser 1D16-3, dan lain-lain. Semua sistem inilah yang juga dikabarkan dimiliki Korps Marinir TNI AL.

Doktrin pertempuran tank mengajarkan, tank selalu bergerak dalam formasi tempur tertentu sesuai taktik dan strategi, informasi posisi dan kekuatan lawan, serta keadaan geografis saat itu. Dipadukan dengan konsep pendudukan marinir, maka pergerakan tank bisa dibilang menjadi "perintis" dan "pelindung" para personel marinir ini.

Seorang perwira menengah TNI AL yang ikut dalam upacara pengangkatan Moeldoko menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI AL, itu menggambarkan manuverabilitas BMP-3F sebagai luar biasa. BMP-3F yang digelar dan ditunjukkan kemampuannya cuma dua saja, namun ada yang unik: dia di-"terbang"-kan melalui parit lebar, mirip motocross jumping di atas sungai dan mendarat sempurna.

Sesaat setelah tank itu bisa mendarat, masih dalam keadaan cukup terguncang dan kecepatan masih mengembang, meriam meletus dan peluru 100 milimeter-nya meluncur dalam kecepatans sedang, relatif masih bisa diikuti mata. "Buuuummmm….!!!!," sasaran hancur, dari jarak sekitar 500 meter; masih sangat dekat untuk BMP-3F.(Ade P Marboen)

  Antara