Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2011

Uniknya Tradisi Musim melihat Bunga Sakura yang Indah Mekar di Jepang

Bunga Sakura(AP Photo)


Musim melihat Bunga Sakura di Jepang merupakan salah satu event yang paling di tunggu oleh masyarakat Jepang. Ketika musim ini tiba mereka akan berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja untuk piknik di taman sambil melihat indahnya Bunga Sakura yang juga merupakan ciri khas dari negara tersebut.

Musim melihat Bunga Sakura di Jepang merupakan salah satu event yang paling di tunggu oleh masyarakat Jepang. Ketika musim ini tiba mereka akan berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja untuk piknik di taman sambil melihat indahnya Bunga Sakura yang juga merupakan ciri khas dari negara tersebut.

Setelah bencana alam dan juga insiden nuklir yang melanda Jepang, tampaknya event ini sedikit dilupakan oleh masyarakat Jepang yang masih berduka. Namun demikian, keindahan Bunga Sakura yang baru mekar tetap membuat warga Tokyo terpesona akan keindahannya dan menyempatkan diri melihat Bunga Sakura yang sedang mekar. Dan momen ini juga dipergunakan oleh masyarakat Jepang untuk menggalang sumbangan bagi para korban bencana alam.

Berikut adalah gambar-gambar keindahan Bunga Sakura yang sudah mulai bermekaran di Jepang.

Bunga Sakura (Bunga Sakura)

Bunga Sakura (Bunga Sakura)

Bunga Sakura (Bunga Sakura)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Minggu, 03 April 2011

Gunkanjima-kota mati paling menyeramkan

Di antaranya kota mati yang paling menyeramkan & terkenal sebagai horror spot adalah Gunkanjima di Jepang.Gunkanjima sebenarnya merupakan julukan. Gunkan berarti Kapal Perang, dan Jima (Shima) berarti Pulau. Dengan demikian, Gunkanjima = "Pulau Kapal Perang". Dinamakan demikian karena dari kejauhan siluet pulau ini lebih mirip kapal perang ketimbang sebuah pulau.



Nama asli dari pulau ini adalah Hashima. Pulau ini sangat kecil, dengan panjang 480 meter & lebar 160 meter! Total panjang garis pantainya tak lebih dari 1,2 km. Terletak sekitar 15 km dari Nagasaki. Dihuni selama 87 tahun (1887 - 1974) sebagai lahan pertambangan batubara yg dikelola oleh Mitsubishi Corp. Pulau ini -walaupun sangat sempit- dilengkapi dengan berbagai fasilitas bagi penghuninya, mencakup asrama/apartemen, sekolah, pasar, pemandian umum, dsb. Merupakan suatu keajaiban bahwa pulau sekecil itu bisa menyediakan fasilitas selengkap itu.



Pada masa kejayaan aktivitas tambangnya, kepadatan penduduknya mencapai 10x kepadatan penduduk Tokyo, dan termasuk titik dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Pada tahun 1959 misalnya, kepadatan penduduknya mencapai 835 orang/hektar (83.500 orang/km2), setara 216.264 orang/mil2!

Seiring dengan tergesernya batubara oleh BBM sejak 1960-an, maka aktivitas tambang pun mengalami penurunan, hingga akhirnya Mitsubishi terpaksa menutup kegiatan eksplorasinya di pulau ini di tahun 1974. Penghuninya pun dipaksa kembali ke kampung halamannya masing2 di Jepang, dan pulau ini dibiarkan kosong tak berpenghuni, hingga hari ini.

Berikut kami sajikan foto2 ekslusif hasil perjalanan nekad seorang blogger Jepang ke pulau tsb. Si blogger ini memang penggila horror spot, dan dia sudah mengunjungi berbagai horror spot terkenal di Jepang, dan FRnya selalu dia tayangkan di blognya. Berhubung tidak ada pelayaran yg melayani perjalanan ke pulau ini, maka si penulis bela2in nego dengan nelayan di Takashima untuk nyewa kapal ke sana.

Berangkat dari Nagasaki menuju pulau terdekat ke Gunkanjima, yakni Takashima
Spoiler:



Dari Takashima, nego dengan nelayan untuk minta dianter ke Gunkanjima

Spoiler:


Gunkanjima mulai terlihat dari kejauhan

Spoiler:


Mulai dekat.

Spoiler:


Nyari tempat mendarat. Terlihat rimba beton yg dulunya apartemen...kini semuanya kosong tak berpenghuni

Spoiler:


Pemandangan ganjil pada dinding tembok.....

Spoiler:


Ini dulunya sekolah...

Spoiler:


Ini dulunya apartemen, tepat di samping sekolah.

Spoiler:


Memasuki gerbang sekolah

Spoiler:


Ruang lab?

Spoiler:


Di salah satu ruangan di sekolah ini, kita menemukan maket pulau ini

Spoiler:


Hall sekolah...

Spoiler:


Pemandangan dari atap sekolah

Spoiler:



Tangga kecil yg nyambung dari atap sekolah ke apartemen sebelah

Spoiler:


Menengok gymnasium milik sekolah...isinya berantakan

Spoiler:


Salah satu fasilitas tambang?

Spoiler:


Kuil agama Shinto di puncak bukit.

Spoiler:

Rabu, 07 Juli 2010

Keunikan - Keunikan Yang Ditemui di Jepang !

Keunikan - Keunikan Yang Ditemui di Jepang


Keunikan Di Jepang

1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara
menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.

21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju. Entahlah

Sabtu, 03 Juli 2010

Desa Horror di Jepang!

Buat yang menggemari film-film horror tentunya pernah menonton film-film horror jepang yang terkenal seperti : The Ring, Ju-On, One Miss Call, dan lain-lain. Berikut adalah foto-foto suasana sebuah desa di jepang sana yang bernuansa menyeramkan…

Ada yang tertarik untuk berkunjung kesini?