Tampilkan postingan dengan label Latihan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Militer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

Garuda Indonesia Dukung Latihan Multilateral Komodo 2014


 
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyiapkan armadanya untuk mendukung transportasi udara prajurit angkatan laut 17 negara peserta Latihan Bersama Multilateral Komodo 2014 di Kota Batam Kepulauan Riau, Maret-April nanti.


TNI AL tuan rumah Latihan Bersama Multilateral Komodo 2014 yang dirancang membentuk kesepahaman pada berbagai hal terkait operasi militer selain perang dari aspek laut. Persiapan telah dilakukan hingga tahap Gladi Posko II untuk memantapkan koordinasi dan eksekusi di lapangan. 

Direncanakan, latihan ini akan digelar sejak dari Pangkalan TNI AL Batam, dan beberapa yang lain, dengan tempat utama di Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna yang berbatasan dengan Laut China Selatan. 

Sejumlah kampanye juga sedang dilaksanakan, di antaranya baliho besar di sejumlah titik strategis di Jakarta dan kota-kota lain. 

"Kami dukung," kata General Manager Garuda Indonesia untuk Batam, Dewa Swastika, di Batam, Jumat.

Garuda Indonesia akan melayani fasilitas pendaftaran ulang pemakai jasa, perubahan jadwal penerbangan, pembelian tiket dan lain sebagainya di lokasi acara di sekitar Kompleks Pelabuhan Harbour Bay.

Garuda Indonesia, kata dia, juga sudah bekerjasama dengan Markas Besar TNI AL agar seluruh peserta yang datang melalui transportasi udara menggunakan jasa maskapai BUMN itu.
Meskipun nanti peserta Latihan Bersama Multilateral Komodo 2014 datang ke Batam melalui Singapura, diharapkan tetap menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari negaranya ke Singapura.

"Transit boleh lewat Singapura, tapi pesawatnya tetap Garuda, karena ada banyak petinggi angkatan laut dari berbagai negara datang," kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menyiapkan wisata belanja khusus untuk dinikmati ribuan prajurit angkatan peserta Latma Komodo. 



Sumber : Antara

Rabu, 25 Desember 2013

TNI AL Gelar Latma “ Multilateral Komodo 2014”





SurabayaTNI Angkatan Laut akan menyelenggarakan latihan bersama (Latma) Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 pada bulan April 2014 dengan mengikutsertakan negara-negara ASEAN dan sejumlah negara sahabat luar ASEAN. Sebanyak 18 negara yang telah konfirmasi dengan mengikutsertakan alutsista kapal perangnya. 

Latihan akan digelar di perairan Indonesia di laut Natuna dan Anambas.  TNI Angkatan Laut sendiri mengikutsertakan 12 KRI yang terdiri dari 2 Van Speijk, 2 Sigma, 2 LPD, 3 ATF, 2 PK, dan 1 LST, sedangkan alutsista Pesud TNI Angkatan Laut menyertakan 6 Pesud, yang terdiri dari 2 fixed wing dan 4 rotary wing.

Sebagai kegiatan pendahuluan, Komodo Multilateral Exercise 2014, telah diselenggarakan Initial Planning Conference (IPC) pada tanggal  22 s.d. 23  Agustus 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat dan diikuti perwakilan dari Angkatan Laut 18 negara yang telah konfirmasi akan mengikuti Komodo Multilateral Exercise 2014. Pertemuan delegasi angkatan laut 18 negara yang mengikuti Initial Planning Conference (IPC) telah merumuskan formulasi sementara Komodo Multilateral Exercise 2014, yang diorientasikan dalam penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan. Rumusan tersebut akan ditindaklanjuti pada pertemuan selanjutnya, yaituMid Planning Conference (MPC) dengan melibatkan delegasi yang sama.

Mid Planning Conference (MPC) Komodo Multilateral Exercise 2014, dibuka secara resmi oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio pada hari Rabu 13 November 2013 di Hotel Borobudur dan berlangsung selama 2 hari (tanggal 13 s.d. 14 November 2013), serta diikuti perwakilan angkatan laut 18 negara peserta Komodo Multilateral Exercise 2014.

Sejumlah negara yang telah konfirmasi akan mengikuti Komodo Multilateral Exercise2014 antara lain, dari Angkatan Laut ASEAN dan observer dari ASEAN Plus. PesertaKomodo Multilateral Exercise 2014, yaitu Indonesia (sebagai tuan rumah), Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, serta dari India, Japan, Korea Selatan, Australia, New Zealand, Amerika Serikat (USA), China, dan Rusia. Latma Multilateral Komodo yang diharapkan dapat terlaksana secara rutin setiap dua tahun sekali dan TNI AL bisa bertindak sebagai tuan rumah.

Bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Komodo Multilateral Exercise 2014 adalah Laksamana Pertama TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., yang sehari-hari menjabat Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurla Koarmabar). Tema LatihanASEAN NavyCooperation for Stability” (Bekerja sama untuk menjaga stabilitas di kawasan ASEAN).

Secara umum Komodo Multilateral Exercise 2014 bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam bentuk kerja sama menangani bencana alam. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan confidence building measuredalam rangka meningkatkan stabilitas keamanan maritim. Kerja sama militer dalam konteks hubungan antarnegara tidak hanya terbatas di bidang pertahanan. Sangat dimungkinkan juga untuk menjalin kerja sama pada aspek non tempur, antara lain penanggulangan bencana, keamanan maritim, dan diplomasi. Dengan demikian, tujuan latihan ini mempunyai dimensi kepentingan nasional sekaligus regional/internasional, yaitu antara lain, Meningkatkan hubungan antarnegara ASEAN pada khususnya, dan negara non-ASEAN pada umumnya. Meningkatkan stabilitas keamanan maritim kawasan. Meningkatkan kemampuan (capacity building) tim penanggulangan bencana Indonesia terutama TNI Angkatan Laut, dalam konteks operasi secara multilateral. Memberikan rekomendasi dan masukan strategis bagi kerja sama ASEAN Regional Forum (ARF) dalam penanggulangan bencana di wilayah regional. Memfasilitasi keselarasan berbagai protokol nasional, regional, dan internasional dalam penanggulangan bencana. Dan meningkatkan kemampuan komunikasi sosial (Komsos) internasional dan kerja sama prajurit TNI Angkatan Laut antarnegara ASEAN dan non ASEAN.

Komodo Multilateral Exercise 2014 menitikberatkan materi latihan pada aspeknonwarfighting, yaitu mengorganisir dan kerja sama antarnegara terhadap berbagai bentuk ancaman keamanan maritim. Komodo Multilateral Exercise 2014 akan memfokuskan pada materi latihan Humanitarian Assistance Disaster Relief (HADR), menghadapi Transnational Organized Crimes (TOC), dan Peace Keeping Operation(PKO). Penyelenggaraan Latma yang pertama ini sesuai dengan agenda kerja sama dan ASEAN Defense Minister’s Meeting (ADMM).

Kegiatan latihan bersama ini meliputi, :Table Top Exercise (TTX).    Suatu metode latihan yang dirancang untuk menguji prosedur, kebijakan, dan aturan (guidelines) secara teoritis menggunakan situasi hipotesis penanggulangan dampak bencana. TTX dilaksanakan untuk menguji prosedur hubungan antar angkatan laut negara peserta latihan Komodo Multilateral Exercise 2014 dan bantuan multinasional yang berupacivil and military coordination dalam rangka melaksanakan penanggulangan bencana.

Field Training Exercise (FTX) Geladi Lapangan. Metode latihan taktis dengan pasukan atau personel yang dilakukan dalam situasi menghadapi bencana serta disimulasikan, dan memancarkan realisme medan operasi sebenarnya. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi, Identifikasi dan evakuasi (evacuation and identification), yaitu,pencarian dan penyelamatan (search and rescue), pencarian dan penyelamatan di pemukiman (urban SAR), dan penyelamatan laut (maritime rescue).

Distribusi Logistik (logistical distribution), yaitu, transportasi termasuk angkutan udara (transportation including air lift), pemulihan dan rekonstruksi (recovery and reconstruction), pemetaan, komunikasi dan Informasi publik (mapping service,communication, public information). Kesehatan (hospitalization), meliputi, pelayanan kesehatan (medical care), dan Sanitasi (sanitation). Relokasi pengungsi (displaced person relocation), meliputi, penampungan sementara (shelter), pelayanan air bersih (water supply), dan dapur lapangan (community/field kitchen). Sistem komando, kendali, dan komunikasi (command and control). Prosedur bantuan luar negeri (custom, credential, security/flight/port clearance, immigration, and quarantine). Bakti Sosial/HCA (Humanitarian Civic Action). Pelaksanaan bakti sosial terhadap masyarakat di daerah latihan dalam bidang konstruksi dan pelayanan kesehatan dari beberapa negara peserta Komodo Multilateral Exercise 2014.

Latihan dilaksanakan di perairan yurisdiksi nasional Indonesia di Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas. Kegiatan civic mission akan dilaksanakan secara serentak di tujuh lokasi yang berada di wilayah kerja Lanal Ranai (Kepulauan Natuna) dan Lanal Tarempa (Kepulauan Tarempa). 







Sumber : Koarmatim

Senin, 23 Desember 2013

Koarmatim Siapkan Unjuk Kekuatan Tempur Tiga Angkatan



http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/408391_335949583175167_312848247_n.jpg
Latihan Pendaratan Amphibi di Banongan
Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menyiapkan unjuk kekuatan tempur tiga Angkatan (Darat, Laut, Udara) yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Penyiapan itu sendiri dikemas dalam diskusi “Fire Power”, yang dipimpin oleh Asops Pangarmatim Kolonel Laut (P) Roberth Wolter Tappangan, S.H di Gedung Candrasa Koarmatim Ujung Surabaya, Jumat (20/12).


Diskusi yang melibatkan seluruh Komandan Satuan Kapal dan para Kasatker di jajaran Koarmatim ini berlangsung antusias. Para pejabat yang berkopenten dalam bidangnya, saling memberikan saran dan masukan demi untuk kelancaran kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut.

Dalam kegiatan unjuk kekuatan tempur nanti, di skenariokan di dua tempat. Pertama di Dermaga Koarmatim Ujung, dan ke dua di Pantai Banongan Situbondo. Dua lokasi inilah yang dipersiapkan Koarmatim, dalam pelaksanaaan unjuk kekuatan tempur tersebut.


Dalam skenario tersebut, masing-masing matra akan menampilkan kekuatan tempurnya. TNI AD akan menggelar pasukan dan kendaraan tempur beserta persenjataannya. TNI AL juga akan menggelar pasukan dan beberapa kapal perang melakukan sailing pas dengan menembakkan rudal, arteleri dan persenjataan lain yang dimiliki. Begitupun dengan TNI AU, disamping pasukan yang ikut unjuk kekuatan, juga akan mendemokan beberapa pesawat tempur canggih yang dimiliki TNI AU, seperti Sukhoi, yang akan melintas di atas mimbar upacara.


 

  Koarmatim  

Selasa, 17 Desember 2013

Medio 2014 Koarmatim Laksanakan Uji Coba Senjata Strategis


 
Pertengahan tahun 2014 jajaran TNI AL khususnya Koarmatim akan menggelar uji coba Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) berupa penembakan senjata strategis (Fire Power). Hal itu disampaikan oleh Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., saat membuka Sidang Ke-63/2013 Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik (Wanbangopstik), di Auditorium Pusat Latihan Kapal Perang (Puslatkaprang) Kolatarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (16/12).


Pada tahap fire power tersebut seluruh senjata yang ada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) mulai dari senapan ringan, senapan mesin dan peluru kendali  ditembakkan. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan uji coba komunikasi terpadu menggunakan sarana komunikasi milik TNI AL.

Selain itu, kata Asops Kasal, even besar lain di tahun 2014 yakni TNI Angkatan Laut berencana menggelar latihan multilateral (Multilateral Exercise) yang dilaksanakan oleh seluruh komponen kekutan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL mulai dari unsur KRI, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan di perairan Kepulauan Riau dan Batam.

Asops Kasal menegaskan  dalam amanatnya bahwa Forum Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik ini pada hakekatnya merupakan wadah bagi para Perwira TNI AL dalam melakukan pengkajian /pengembangan dan pengujian doktrin-doktrin TNI AL baik untuk menyempurnakan doktrin-doktrin yang sudah ada maupun untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran baru berkaitan dengan tugas-tugas yang diemban oleh TNI-AL.

Adapun dalam sidang Wanbangopstik kali ini membahas beberapa konsep materi tentang operasi perlindungan garis perhubungan laut sendiri, operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata, operasi dukungan oleh TNI AL pada operasi gabungan TNI serta  petunjuk lapangan dukungan informasi oleh TNI AL pada operasi gabungan.

“Diharapkan agar dalam forum diskusi ini dapat memicu lahirnya pemikiran-pemikiran baru dan inovatif, adanya output yang berupa doktrin-doktrin yang up to date dan aplikatif serta dapat dijadikan pedoman dalam penentuan langkah-langkah dan pengambilan keputusan pada pelaksanaan di lapangan”, kata Asops Kasal.

Selain itu  Asops Kasal berharap forum ini dapat dimanfaatkan  secara maksimal sebagai sarana untuk berinteraksi antara perwira  muda dan perwira senior  sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif sekaligus menumbuhkan kreatifitas dan  daya pikir yang kritis khususnya bagi para perwira muda guna mewujudkan profesionalisme prajurit matra laut yang handal dan mencerminkan World Class Navy.

Hadir dalam acara sidang Wanbangopstik tersebut, Komandan Kobangdikal Laksamana Muda TNI Widodo, Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana Muda TNI I.N.G.N Ari Atmaja, Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Adji, Komandan Gugus Tempur Laut Armabar Laksamana Pertama TNI Amarulla Oktavian, S.T., M.Sc., Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Sumadi serta pejabat TNI AL lainnya.



Sumber : Koarmatim

Rabu, 04 Desember 2013

Latihan Teknis dan Taktis Batalyon Kavaleri 8 Divisi 2 Kostrad


 
Sejumlah kendaraan tempur (Ranpur) tank jenis Scorpion dan Stromer serta prajurit dari Batalyon Kavaleri 8 Divisi 2 Kostrad, bersiap melakukan latihan teknis dan taktis tingkat kompi (Latnis Tis Ki), di pusat latihan tempur (Puslatpur) Marinir, Grati, Pasuruan, Jatim, Rabu (4/12).


Latihan teknis dan taktis tingkat kompi tersebut, bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan baik secara teknis maupun taktis tempur prajurit, dalam hubungan satuan setingkat kompi untuk mendukung tugas pokok dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.



 
Latihan Teknis dan Taktis Kompi


Bertempat di lapangan upacara Yonkav 8 Divif 2 Kostrad, Danyonkav 8/2 Kostrad selaku Inspektur Upacara membuka secara resmi Latihan Teknis dan Taktis Tingkat Kompi Yonkav 8/2 Kostrad TA. 2013.


Upacara pembukaan latihan ini, merupakan pertanda dimulainya Latihan Teknis dan Taktis Tingkat Kompi yang merupakan puncak latihan program Yonkav 8 TA. 2013, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun taktis satuan setingkat Kompi sejajaran Yonkav 8.


Latihan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Desember 2013, bertempat di daerah latihan di sekitar Asrama Yonkav 8 dan daerah latihan Puslatpur Marinir, Kec. Grati, Kab. Pasuruan, Jawa Timur.


Dalam latihan tersebut diikuti oleh 158 orang personel Yonkav 8/2 Kostrad yang terorganisir dalam Kompi latihan Tank 82 dan 83 beserta 26 unit Ranpur baik jenis Scorpion maupun Stormer.
 
Rencananya latihan ini akan dibagi dalam dua bagian, yaitu latihan teknis akan dilaksanakan di sekitar Asrama Yonkav 8 dan latihan taktis akan diselenggarakan di daerah latihan Puslatpur Marinir, Kec, Grati.


Dalam amanatnya, Komandan Batalyon Kavaleri 8/2 Kostrad, Letkol Kav Otto Sollu ,SE menyampaikan kepada seluruh peserta latihan agar melaksanakan latihan ini dengan semangat dan sungguh-sungguh dengan memaksimalkan sarana prasarana pendukung yang ada serta memanfaatkan sebesar-besarnya latihan ini untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun taktis dalam hubungan satuan setingkat Kompi.


Sehingga hasilnya nanti akan sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan latihan lanjutan dalam tingkatan yang lebih besar seperti Latihan Antar Kecabangan (Latancab) maupun Latihan Gabungan Antar Angkatan (Latgab TNI) serta yang paling penting adalah dapat mendukung tugas pokok (Tupok) TNI AD.(sa)


Berikut Foto2 Latihan dari Yonkav 8 :




  Metrotv | Yonkav 8  

Jumat, 29 November 2013

Koarmatim Akan Latihan Bersama Dengan AL Singapura


SurabayaJajaran Koarmatim menyiapkan Latihan Bersama (Latma) dengan Angkatan Laut Singapura Republic Singapore Of Navy (RSN) tahun depan. Rencana latihan dibahas dalam acara Tactical Floor Game (TFG) di Gedung Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata, Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Morokrembangan, Surabaya, Kamis (28/11).

Bertindak selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pra Eagle tahun 2013 Kolonel Laut (P) Syufenri, M.Si., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmatim.

Rencana latihan bersama antara TNI AL dan RSN dengan sandi “Exercise Eagle 23/14” diikuti oleh unsur kapal-kapal perang Angkatan Laut kedua negara. Dari jajaran TNI AL mengerahkan sebanyak enam kapal perang Perusak Kawal Rudal (PKR) jenis Van Speijk, Korvet dan Sigma.

Kapal perang dari TNI AL tersebut adalah KRI Malahayati-362, KRI Fatahillah-361, KRI Ahmad Yani-351, KRI Slamet Riyadi-352, KRI Diponegoro-365 dan KRI Frans Kaisiepo-368 masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim.

Latihan bersama ini, bertujuan untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di laut di wilayah perbatasan RI-Singapura dalam rangka menjaga stabilitas kawasan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah Manuvra Taktis, pembekalan di laut, dan penembakan senjata. Selain itu juga melatih awak kapal dalam merencanakan dan melaksanakan Operasi Anti kapal permukaan di malam hari.






Sumber : Koarmatim

Selasa, 26 November 2013

TNI AD Latihan Tempur Hancurkan Gerakan Jawa Tengah Merdeka



Ilustrasi Pasukan TNI AD
Sejumlah prajurit TNI AD dari batalyon organik brigade Dewa Ratna 405, 406, 408 dan 400 mengadakan latihan tempur terpadu (lintas kecabangan) di Bantir, Sumowono, Kabupaten Semarang, Senin (25/11/2013) pagi.

Latihan termpur tersebut melibatkan anggota Raider, Armed, Arhanudse, Zipur dan Penerbad dalam Kodam IV/Diponegoro.


Simulasi latihan perang kali ini adalah pertempuran 4/Dewa Ratna yang berhasil menggagalkan dan menghancurkan kelompok Gerakan Jawa Tengah Merdeka (GJM) yang ingin memisahkan diri dari NKRI.


"Gerakan Jawa Tengah Merdeka (GJM) di sini adalah sebuah gerakan yang didanai oleh pihak asing yang bertujuan untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan cara mengadu domba dan membuat konflik antar masyarakat," ujar Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Tatang Adiwiono, kepada Tribun Jateng.


Latihan perang tersebut berlangsung selama 14 hari terhitung mulai tanggal 11 November 2013 yang dilaksanakan di 3 wilayah Kabupaten meliputi Kaloran Kandangan Kabupaten Temanggung, Bantir Sumowono Kabupaten Semarang dan desa Limbangan Kabupaten Kendal, imbuhnya.


Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari latihan taktis Brigade Tim Tempur (BTP) Ancab Tingkat Brigade. Latihan tahap akhir tersebut ditinjau langsung oleh Tim dari Pusat Kecabangan dan Fungsi (Puscabfung) masing-masing Kecabangan.


Hadir pada kesempatan tersebut adalah Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Tatang Adiwiono, Pabanlat Sopsad Kolonel Inf Bambang Busono, Mayor Inf Deni dari Pusenif serta para Komandan/Kabalak jajaran Kodam IV/Diponegoro.



  Tribunnews  

Kamis, 21 November 2013

Indonesia - Australia memanas, TNI fokus latihan tempur

Hubungan RI dengan Australia kembali memanas, pasukan TNI pun terus diperkuat untuk melakukan latihan tempur. Latihan itu, dimaksudkan untuk kesiapsiagaan bila suatu saat kejadian terburuk terjadi.

Indonesia-Australia memanas, TNI fokus latihan tempur

Rabu (20/11/2013) siang, sekira 540 personel dari Batalyon Yonif Lintas Udara 502 Malang digembleng untuk melakukan pertempuran langsung dengan terjun dari udara dan melakukan penyerangan jarak dekat di sebuah hutan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim).

Ratusan personel itu diterjunkan dari udara dengan menggunakan pesawat Hercules jenis C-130 di kawasan Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.


Setelah tiba di darat, mereka langsung berlari melewati pemukiman penduduk dan masuk ke dalam hutan di Desa Grujukan. Desa ini, diibaratkan sebagai markas pasukan negara tetangga yang melakukan invasi atau penyerbuan ke Indonesia.

Di dalam hutan inilah tembak-menembak antara pasukan Indonesia melawan musuh terjadi. Dengan taktik gerilya, pasukan musuh dapat dipukul mundur dan beberapa orang diantaranya berhasil ditembak mati.

"Latihan terjun dan tempur taktis kali ini memang difokuskan untuk pertempuran dengan negara asing. Ini sengaja dilakukan untuk mematangkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi setiap ancaman dari negara manapun yang merongrong NKRI," tegas Komandan Brigade Infantri Lintas Udara 18 Trisula, Kolonel Susilo. (Sindo)