Tampilkan postingan dengan label piala dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piala dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

7 Jersey Timnas Paling Unik Di Piala Dunia

7 Jersey Timnas Paling Unik Di Piala Dunia - Yang menarik dari ajang Piala Dunia bukan hanya performa para pemain di lapangan dan skor akhir yang dihasilkan. Sisi entertainmentnya seperti desain jersey timnas yang unik juga layak disorot.

Dari setiap ajang Piala Dunia, selalu saja ada timnas yang tampil dengan kostum tim yang apik dan rapi, dengan paduan warna menarik. Namun, ada juga timnas yang memilih desain yang unik, hingga akhirnya dibilang jelek oleh para pendukungnya sendiri.

Berikut adalah 7 Jersey Timnas Paling Unik Di Piala Dunia :


1. Jamaika (Piala Dunia 1998)
Jersey Timnas Paling Unik


Yang menarik dari kostum jersey timnas Jamaika di atas adalah pola kaos dan celana pendeknya yang berhubungan. Meski banyak dibilang unik, tak sedikit pula orang yang mencemooh pilihan desain ini.


Warna dasar jerseynya sudah kuning. Tambahan pola yang simetris dan seperti tak berkonsep itu malah jadi membuat kaos timnas ini makin tampak norak. Jika saja timnas Jamaika tahu bahwa saat itu adalah momen terbaik yang bisa mereka miliki di ajang Piala Dunia, pasti mereka akan lebih hati-hati memilih pola jersey.


2. Jerman (Piala Dunia 1994)
Jersey Timnas Paling Unik

Jersey bola timnas Jerman selalu identik dengan warna merah, kuning, dan hitam, yang melambangkan warna bendera negara mereka. Namun, untuk kostum di Piala Dunia 1994 ini, Jerman agaknya kehabisan ide cemerlang sehingga akhirnya memilih pola tidak jelas yang diletakkan di sepanjang garis kerah dan bahu kaos.

Performa bagus timnas Jerman di Piala Dunia tahun 1994 itu tak didukung dengan jersey tim yang keren. Walaupun kostum mereka saat itu tidak keren, paling tidak pola unik itu malah dikenang sepanjang zaman.


3. Meksiko (Piala Dunia 1998)
Jersey Timnas Paling Unik

Warna hijau pada jersey timnas Meksiko di Piala Dunia 1998 ini memang masih nyambung dengan paduan warna bendera negara mereka. Namun, yang jadi aneh di sini adalah desain polanya yang sengaja dibuat penuh depan-belakang.


Pola yang dipilih oleh timnas Meksiko kali itu adalah gambaran wajah orang zaman Aztec dulu, dan terlihat sedikit menakutkan dari depan. Sepertinya desain ini juga membawa nasib buruk, karena saat itu Meksiko hanya berhasil tembus sampai babak 16 besar saja.


4. Amerika Serikat (Piala Dunia 1994)
Jersey Timnas Paling Unik

Kaos berwarna biru pudar ini bukan hanya tak menarik dipandang mata, namun juga membawa nasib buruk bagi Amerika Serikat di Piala Dunia 1994. Kabarnya, warna kaos ini terinspirasi dari sejarah kain denim yang diklaim berasal dari Amerika Serikat.


Di saat tim lain memilih warna-warna berani untuk menambah semangat tim mereka, Amerika Serikat malah memilih warna gagal ini. Meskipun pola bintang-bintangnya cukup bagus dan melambangkan bendera negara mereka, pilihan warna yang payah menjadikan seragam ini salah satu yang paling aneh di sepanjang sejarah Piala Dunia.


5. Nigeria (Piala Dunia 1994)
Jersey Timnas Paling Unik

Nigerian tampil di Piala Dunia 1994 dengan kaos jersey warna putih. Desain kaos ini sedikit membingungkan. Tadinya, celana yang dipakai bukanlah berwarna hijau seperti pada gambar, namun berdesain sama persis dengan atasannya.


Bayangkan saja, para pemain yang beraksi di lapangan saat itu jadi terlihat seperti mengenakan pakaian one piece ataupun jumpsuit yang gagal. Dipasangkan dengan kulit para pemain Nigeria, tentu kaos dengan pola ribet ini jadi sangat kontras dan aneh dipandang mata.


6. Meksiko (Piala Dunia 1994)
Jersey Timnas Paling Unik
 
Pola garis-garis yang tak beraturan pada kaos jersey kiper timnas Meksiko di Piala Dunia 1994 memang berbeda daripada yang lainnya saat itu. Hingga bertahun-tahun kemudian, pola jersey yang beda daripada yang lain ini masih menjadi perbincangan banyak orang.


Ketika akhirnya Meksiko tersingkir di babak awal, banyak guyonan yang dilontarkan para pemirsa sepakbola saat itu, bahwa mereka bersyukur Meksiko gugur sehingga tak harus melihat jersey mengerikan itu lagi di lapangan.


7. Bolivia (Piala Dunia 1930)
Jersey Timnas Paling Unik
 
Pada Piala Dunia tahun 1930, para timnas yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut memberikan tribute kepada Uruguay, yang saat itu menjadi tuan rumah perhelatan akbar tersebut.


Timnas Bolivia memutuskan untuk mengukir nama negara tuan rumah di jersey timnas mereka, dengan pola seperti gambar di atas. Dulu, ide ini memang dianggap keren dan bersahabat. Namun kini, para penggemar sepakbola dunia dan pemirsa setia Piala Dunia akan menganggap kostum ini lucu dan malah tak mengedepankan ciri khas dari timnas Bolivia sendiri.


Nah, itulah 7 Jersey Timnas Paling Unik Di Piala Dunia. Menurut Anda, mana yang paling unik?




Selasa, 29 April 2014

10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa

10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa - Tiap kali digelar, Piala Dunia selalu memberikan kenangan tersendiri bagi para pemirsanya. Entah itu jumlah pelanggaran kartu merah yang begitu 'melimpah', ataupun gol-gol cemerlang dari para pemain timnas yang ikut berlaga dalam ajang sepakbola paling prestisius di dunia tersebut.

Dilansir dari The Richest, berikut adalah 10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa, karena momen-momen begitu sulit dilupakan.


1. Piala Dunia 1950


Piala Dunia



Piala Dunia ini diadakan di Brasil, setelah Peran Dunia II berakhir. Karena menjadi tuan rumah setelah tragedi besar dunia terjadi, banyak pihak yang berharap Brasil dapat memenangkan turnamen ini.

Saat berhadapan dengan Uruguay di final, Brasil sebenarnya hanya membutuhkan satu gol saja untuk menang. Namun sayang, mimpi indah itu harus buyar karena akhirnya Uruguay menang dengan skor 2-1. Ini adalah Piala Dunia kedua bagi Uruguay, dan mereka berhasil mengakhirinya dengan indah.


2. Piala Dunia 1994


Piala Dunia


Amerika Serikat menjadi tuan rumah pada pagelaran Piala Dunia tahun 1994. Ada kenangan indah, ada pula kenangan menyedihkan dari turnamen ini. Bulgaria dan Swedia menjadi tim kuda hitam yang berhasil membuat dunia terkejut.

Bulgarian bahkan sempat mengalahkan Jerman dan dielu-elukan hingga berhasil mencapai babak perebutan juara 3 dan 4. Amerika Serikat sendiri saat itu merekrut pemain-pemain amatir yang tidak bermain untuk klub sepakbola manapun di dunia ini, namun malah berhasil tembus putaran kedua. Setelah pengalaman ini, liga MLS pun akhirnya dibentuk beberapa tahun kemudian.

Sayangnya, insiden pembunuhan pe sepakbola Kolumbia, Andres Escobar, gara-gara gol bunuh diri yang dilakukannya, memberi catatan hitam pada Piala Dunia ini.


3. Piala Dunia 1954


Piala Dunia


Negara Swiss adalah tuan rumah dari Piala Dunia tahun 1954. Di tahun ini, pesepakbola asal Hungaria, Ferenc Puscas dan Sandor Kocsis menjadi primadona karena timnas mereka tampil begitu menawan, hingga mendapat julukan "Magical Magyars".

Meski mencapai babak final, Hungaria harus rela kalah pada Jerman Barat, padahal sudah sempat memimpin 2-0. Kejadian ini kemudian dikenal dengan nama "Miracle of Bern". Sayangnya, "Bern" juga mewarnai tawuran sengit antara Hungaria dan Brasil yang diberi sebutan "Battle of Bern".


4. Piala Dunia 1990


Piala Dunia


Meski memori buruk tentang Piala Dunia 1990 di Italia lebih banyak daripada memori indahnya, tetap saja Piala Dunia era ini masih begitu sulit dilupakan. Ada setidaknya 16 kartu merah yang dikeluarkan wasit di sepanjang turnamen, dan rata-rata gol yang tercipta di tiap pertandingan hanya sampai 2,21 saja.

Meski begitu, beberapa memori indah yang pantas dikenang tetap ada, antara lain Roger Milla yang berhasil melesakkan gol ke gawang lawan untuk Kamerun dan membawa timnasnya ke perempat final, dan penalti David O'Leary yang begitu legendaris.


5. Piala Dunia 1966


Piala Dunia


Pada tahun 1966, Piala Dunia digelar di 'kampung halamannya sepakbola', Inggris. Piala Dunia ini juga yang menjadi satu-satunya kebanggaan Inggris sampai sekarang, karena tidak pernah menang lagi setelah itu.

Korea Utara menjadi timnas yang melejit sebagai kuda hitam, dengan mengalahkan Italia dengan skor 1-0, dan membuat kelabakan tim Portugal sebelum akhirnya malah kalah dengan skor 5-3. Kemenangan tim Inggris dari Jerman Barat saat itu didapat dari dua gol Geoff Hurst di menit-menit mendebarkan babak extra time.


6. Piala Dunia 2006


Piala Dunia


Italia mereguk kemenangan manis pada Piala Dunia tahun 2006. Meski sempat diwarna kontroversi Materazzi-Zidane, kemenangan mereka tetap indah dan begitu membanggakan.

Brasil, yang diharapkan mampu mencetak sejarah indah lagi, malah kalah dari Prancis di babak semifinal dan melepaskan tampuk juara ke tangan Italia, yang berhasil mengalahkan Jerman di babak semifinal.

Meski harus melalui drama adu penalti yang sangat menguras emosi dan tenaga, timnas Italia akhirnya pulang dari Jerman dengan membawa kebanggaan bagi bangsa.


7. Piala Dunia 1986


Piala Dunia


Anda pasti masih belum bisa melupakan insiden "Hands of God" yang dilakukan oleh sang legenda Argentina, Maradona? Kontroversi itu terjadi di turnamen Piala Dunia tahun 1986.

Meski sempat membuat geger dunia, akhirnya timnas Argentina menang dengan skor 3-2, mengalahkan timnas Jerman Barat. Aksi Maradona tersebut kemudian terus menjadi pembicaraan hingga kini, dan disebut-sebut sebagai insiden yang paling berpengaruh dalam dunia sepakbola.


8. Piala Dunia 1970


Piala Dunia


Masa keemasan Pele salah satunya adalah pagelaran Piala Dunia tahun 1970. Saat itu, timnas Brasil juga diperkuat oleh para pemain emas sekelas Jairzinho, Rivelino dan Tosto.

Selain Brasil, tim lain yang juga mencetak prestasi cemerlang adalah Jerman Barat, yang memiliki Gerd Muller, sang pencetak 10 gol dalam sejarah Piala Dunia. Muller akhirnya diganjar piala sepatu emas, Golden Boot, untuk pertama kalinya. Jerman Barat finish di peringkat ketiga.


9. Piala Dunia 1998


Piala Dunia


Sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 1998, Prancis berhasil mereguk kemenangan kandang yang paling manis. Dengan jumlah peserta yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 32 tim, Piala Dunia 1998 memang diakui banyak media internasional sebagai turnamen yang paling seru.

Kroasia, sebagai tim baru yang tembus Piala Dunia untuk pertama kalinya, langsung menggebrak publik dengan lolos menjadi juara ketiga. Brasil yang awalnya tak menurunkan Ronaldo di babak final, akhirnya harus menyesal bertekuk lutut pada Prancis yang saat itu diperkuat Zidane, Thierry Henry, dan Thuram.


10. Piala Dunia 1982


Piala Dunia


Banyaknya insiden kontroversial dari Piala Dunia tahun 1982 membuatnya menjadi salah satu pagelaran Piala Dunia yang paling tak bisa dilupakan. Insiden pemukulan yang dilakukan oleh kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, kepada pemain timnas Prancis, Patrick Battiston, hingga tak sadarkan diri menjadi salah satu alasannya.

Hingga Paolo Rossi, sang legenda Italia yang kembali berlaga di ajang internasional setelah melewati masa hukuman dilarang merumput selama 2 tahun gara-gara kasus match-fixing.

Nah, itulah 10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa. Mana yang menurut Anda paling berkesan?


Sabtu, 08 Maret 2014

4 Pemain Darah Brasil Yang Membela Negara Lain Di Piala Dunia 2014

4 Pemain Darah Brasil Yang Membela Negara Lain Di Piala Dunia 2014 - Brasil tak pernah kehabisan bakat-bakat besar sepak bola. Negeri Samba itu selalu mampu melahirkan para pemain yang luar biasa. Brasil pun bagai mesin pencetak pemain bertalenta hebat. 

Sebut saja Pele, pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia tiga kali, atau Ronaldo yang membawa Brasil juara Piala Dunia untuk kelima kalinya. Kini Brasil mempunyai kesempatan besar untuk menjuarai Piala Dunia 2014 yang keenam kalinya bersama para pemain-pemain yang mempunyai kemampuan luar biasa dan umur yang masih muda.

Tapi bak buah simalakama, mesin pencetak pemain itu sering kali menghasilkan cetakan pemain yang melebihi batas, sehingga banyaknya hasil cetakan tersebut berceceran dan tentu itu menjadi keberuntungan tersendiri bagi negara lain.

Berikut adalah 4 Pemain Darah Brasil Yang Membela Negara Lain Di Piala Dunia 2014 :


1. Diego Costa

Striker yang sedang melambung bersama Atletico Madrid ini kelahiran asli Brasil. Namun pada Piala Dunia 2014 nanti dia akan membela juara Piala Dunia 2010, Spanyol. Pemain yang sudah tinggal di Spanyol sejak 2007 ini sebenarnya sudah pernah membela Brasil pada Maret 2013, saat laga persahabatan melawan Italia dan Rusia. Dia bermain menggantikan Fred di babak kedua saat melawan Rusia dan berkesudahan 2-2.


Diego Costa
Diego Costa | merdeka.com


Pada Oktober 2013, tak lama setelah dia mendapat paspor Spanyol, dia membuat keputusan mengejutkan dengan menyatakan akan lebih membela Spanyol ketimbang tanah kelahirannya, Brasil. Setelah mendapat kewarganegaraan Spanyol, RFEF atau Federasi Sepak Bola Spanyol mengajukan permohonan ke FIFA untuk bisa memanggil Diego Costa membela timnas Spanyol. Permohonan itu dikabulkan. 

Menurut Costa, Spanyol punya andil besar dalam membesarkan dirinya dalam karier sepak bola. Debut pertamanya bersama Spanyol dijalani saat bermain sebagai starter dan menang 1-0 melawan tim Azzurri.


2. Pepe

Kepler Laveran Lima Ferreira atau yang dikenal dengan panggilan Pepe. Bek Real Madrid yang bermain bersama timnas Portugal juga asli keturunan Brasil. Tapi dia lebih memilih Portugal setelah menjadi warga negara Portugal, karena dia sudah tinggal di sana selama enam tahun.

Pepe
Pepe | merdeka.com

Kabarnya dia pernah ditawari untuk masuk timnas Brasil, namun dia menolak. Debutnya bersama timnas Portugal adalah ketika melawan Polandia pada kualifikasi Euro 2008. Pepe sudah tampil sebanyak 57 kali, dan mencetak tiga gol. 

Sebelum membela Real Madrid dia juga sempat membela tim Portugal, FC Porto. Bersama Real Madrid dia sudah meraih beberapa gelar seperti juara La Liga, Copa Del Rey, dan Supercopa de Espana. Namun bersama timnas Portugal dia belum bisa memberikan gelar apapun. Piala Dunia 2014 mungkin bisa menjadi motivasi untuk menunjukkan yang terbaik di tempat kelahirannya.


3. Thiago Motta

Pemain yang kini membela raksasa Prancis, Paris Saint German, ternyata memiliki darah keturunan Brasil. Thiago Motta saat ini selalu membela negara Pizza, Italia. Selain memiliki darah Brasil, dia juga memiliki keturunan Italia yang berasal dari kakek dan neneknya. Uniknya, Motta pernah membela Brasil U-23 dan juga pernah membela tim Samba di tingkat senior sebelum akhirnya memutuskan membela Italia pada tahun 2011.

Thiago Motta
Thiago Motta | merdeka.com

Motta sebelum bermain bersama PSG, dia pernah bermain di beberapa klub besar di Spanyol dan Italia. Di Spanyol ia pernah bergabung bersama Barcelona dan Atletico Madrid. Di Italia ia pernah merasakan bersama Inter Milan dan Genoa dalam kurun waktu 2008-2012. Motta ditransfer dari Inter Milan dengan bayaran sebesar 10 juta Euro dan pernah membantu membawa Italia sampai final di Piala Eropa 2012


4. Eduardo da Silva

Pemain berdarah Brasil selanjutnya adalah Eduardo da Silva. Pemain ini pernah bermain dengan klub Inggris, Arsenal. Namun kariernya tidak cukup baik sejak cedera patah kaki dan harus beristirahat selama 8 bulan. Dudu, nama sapaannya terlahir di Rio de Janeiro, Brasil. Pada tahun 1996-1998 Dudu pernah bermain bersama tim muda klub Brasil, Bangu, saat itu usianya masih 13 tahun. Pada tahun 1999-2001 dia hijrah ke Kroasia, dan bermain bersama tim muda Dinamo Zagreb.

Eduardo da Silva
Eduardo da Silva | merdeka.com

Di timnas Kroasia, Dudu menjalani debutnya pada November 2004. Kala itu usianya masih berusia 21 tahun, saat Kroasia menghadapi Irlandia. Menjelang Piala Dunia 2006, Dudu sebenarnya berkesempatan besar membela Kroasia, namun dia belum beruntung karena batal dipanggil oleh pelatih Kroasia waktu itu, Zlatko Kranjcar. Saat ini dia membela tim asal Ukraina, Shakhtar Donetsk.

Nah, itulah 4 Pemain Darah Brasil Yang Membela Negara Lain Di Piala Dunia 2014 semoga menambah wawasan anda.

Baca Juga :


Senin, 30 Desember 2013

6 Hal Unik Di Fase Grup Piala Dunia 2014

6 Hal Unik Di Fase Grup Piala Dunia 2014


6 Hal Unik Di Fase Grup Piala Dunia 2014 - Undian grup Piala Dunia 2014 telah dilangsungkan di Costa do Sauipe, Bahia, Jumat (6/12/2013). Terdapat beberapa hal unik dari hasil pengundian grup tersebut.


Fernanda Lima

Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, menunjukkan nama Spanyol kepada presenter Fernanda Lima (kiri) pada undian grup Piala Dunia 2014 di Costa do Sauipe, Bahia, Jumat (6/12/2013).



Berikut 6 Hal Unik Di Fase Grup Piala Dunia 2014:

1. Ada tiga negara yang pernah meraih gelar piala dunia tergabung dalam grup yang sama di piala dunia 2014. Grup D akan diisi Uruguay (juara Piala Dunia 1930 dan 1950), Inggris (1966), dan Italia (1934, 1938, 1982, 2006). Satu peserta lain adalah Kosta Rika.

2. Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Juergen Klinsmann, harus berhadapan dengan negaranya, Jerman, di Grup G di piala dunia 2014. Sebelumnya, Klinsmann pernah menangani timnas Jerman pada 2004-2006. Prestasi terbaik Klinsmann adalah membawa Jerman menjadi peringkat ketiga pada Piala Dunia 2006.

3. Argentina dan Nigeria akan kembali bertemu di fase grup piala dunia 2014. Kedua negara itu tergabung ke dalam Grup F. Sebelumnya, Argentina dan Nigeria pernah berada satu grup pada Piala Dunia 2002 dan 2010.

4. Di Grup G, Jerman akan bertemu Ghana pada piala dunia 2014. Kemungkinan besar, pertandingan tersebut akan menjadi duel dua saudara, yakni Jerome Boateng (Jerman) dan Kevin-Prince Boateng (Ghana).

5. Spanyol dan Belanda akan berjumpa pada laga perdana Grup B, pada piala dunia 2014. Terakhir kali kedua negara bertemu terjadi pada final Piala Dunia 2010 yang berakhir untuk kemenangan Spanyol.

6. Satu-satunya negara yang akan menjalani debut pada piala dunia 2014 adalah Bosnia-Herzegovina. Pada partai perdana, Bosnia-Herzegovina akan mendapat tantangan dari juara piala dunia dua kali, Argentina, 15 Juni 2014.

Nah, itulah 6 Hal Unik Di Fase Grup Piala Dunia 2014 semoga menambah wawasan anda.

Baca Juga #12 Maskot Piala Dunia Sepanjang Sejarah.

Sumber Artikel

Minggu, 11 Juli 2010

FIFA Luncurkan Logo Piala Dunia 2014 Brasil

FIFA Luncurkan Logo Piala Dunia 2014 Brasil


Logo Piala Dunia 2014 Brasil

Logo Piala Dunia 2014 Brasil telah resmi diluncurkan Oleh FIFA pada hari Kamis malam 08 Juli 2010 di Johannesburg, Afrika Selatan. Dalam acara yang dipimpin oleh Presiden FIFA Sep Blatter tersebut dihadiri juga oleh Presiden Brasil, Luiz Inacio 'Lula' da Silva.


Piala dunia 2010 sendiri sudah hampir usai dengan menyisakan dua partai tersisa. Partai perebutan tempat ke tiga mempertemukan Uruguay dengan Jerman di hari Sabtu ini, sedangkan partai final akan digelar pada hari Minggu dengan mempertemukan calon juara baru Belanda dan Spanyol.

Berbicara dalam acara peresmian logo tersebut, presiden FIFA mengatakan alasan mengapa FIFA menunjuk negara dari Amerika Selatan ini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 nanti. "Brazil adalah negara sepak bola. Mereka sudah memenangi piala ini 5 kali, tetapi mereka terakhir menjadi tuan rumah pada tahun 1950. Sepak bola sudah seperti agama di Brazil. Kini saatnya kembali ke CONMEBOL, dan sekarang saatnya untuk kembali ke Amerika Selatan," jelas Blatter panjang lebar.

Presiden FIFA ini menambahkan, "Seperti halnya di sini, di Afrika Selatan, sepak bola membaur dengan masyarakat. Seperti kata Presiden Lula juga, sepak bola bukan hanya menendang bola semata. Ini budaya. Ini hidup. Saya senang sekali Presiden Brazil sudi hadir di peluncuran logo Piala Dunia ini."

Presiden Brazil dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terpilihnya Brazil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Meskipun ia tidak tahu apakah dirinya tetap menjadi Presiden Brasil atau tidak saat pemilu 2011 nanti. "Saya berterima kasih kepada Sep Blatter yang telah memenuhi harapan warga Brazil. Terima kasih juga untuk Joao Havelange, yang ingin membawa Piala Dunia kembali ke Brazil," katanya.

Ia menambahkan," Saya sudah mengatakan kepada Ricardo Teixeira bahwa di 1 Januari 2011 nanti saya tetap ingin menjadi Presiden Brasil, tetapi saya juga akan tetap menjadi warga Brasil jika tidak terpilih lagi, dan saya akan membantu apa pun selama saya bisa."

Sabtu, 10 Juli 2010

10 Malware Paling Mengancam Selama Piala Dunia

Ajang Piala Dunia 2010 yang digelar mulai Juni lalu rupanya tak hanya membuat heboh para pecinta sepakbola di berbagai penjuru dunia. Di ranah pervirusan, trojan yang menginfeksi file media terdeteksi marak beredar lantaran banyaknya pengguna internet yang men-download video terkait Piala Dunia 2010.

Provider software keamanan, Sunbelt, mengumumkan 10 besar malware yang paling mengancam selama bulan Juni 2010. Menurutnya, telah terjadi peningkatan serangan trojan pencuri password dan serangan yang mengancam file media player.

Worm Conficker juga terdeteksi kembali muncul dalam bentuk varian Downadup. Seperti varian sebelumnya, Downadup menyebar melalui jaringan dengan memanfaatkan kerentanan pada layanan Server Windows yang memungkinkan penyerang mengeksekusi kode secara remote ketika file sharing diaktifkan.

Downadup juga menyebar melalui removable drive dan memanfaatkan kelemahan password administrator guna dapat mematikan beberapa system service dan perlindungan anti-malcode.

Dari 10 daftar teratas malware yang marak beredar, ada beberapa malware pendatang baru yang terdeteksi muncul pada bulan Juni, yaitu:
- Packed.Win32.Tdss.q (v) (TDSS Rootkit)
- Trojan.ASF.Wimad (v)
- Worm.Win32.Downad.Gen (v) (varian dari worm Conficker)

Trojan.ASF.Wimad (v) merupakan sebuah trojan yang menginfeksi file media Windows Media Player. Trojan ini akan me-redirect browser korban ke sebuah website untuk men-download file jahat. Trojan ini banyak terdeteksi pada bulan Juni karena maraknya aktivitas download video terkait Piala Dunia 2010.

Maraknya pertandingan sepakbola Piala Dunia yang berlangsung selama jam kerja membuat para pengguna internet yang tak bisa mengaksesnya lewat televisi, tergoda untuk mencari tayangan Piala Dunia lewat layanan streaming online baik yang berasal dari sumber terpercaya atau tidak terpercaya. Untuk menghindari risiko penyebaran malware, adalah penting bagi pengguna internet untuk mengetahui kejelasan situs yang menawarkan audio dan video streaming tersebut sebelum men-downloadnya.

Sementara itu, Trojan.Win32.Generic!BT diketahui terus mendominasi 10 top malware dengan prosentase penyebaran sebesar 27,16 persen. Penyebaran trojan ini berkaitan dengan banyaknya downloader terkait scareware atau produk keamanan palsu.

Mengenai jenis malware yang beredar, enam dari 10 besar malware yang marak beredar adalah jenis Trojan, termasuk di antaranya Trojan-Spy.Win32.Zbot.gen,  sebuah trojan pencuri password. Meskipun Trojan mendominasi 10 top malware dalam daftar, munculnya kembali varian terbaru Conficker menjadi tren menarik, yang menandakan bahwa malware ini kembali unjuk gigi.

Berikut ini adalah daftar sepuluh top malware yang paling banyak beredar selama bulan Juni:

1. Trojan.Win32.Generic!BT 27.16%
2. Trojan-Spy.Win32.Zbot.gen 4.68%
3. INF.Autorun (v) 4.05%
4. Trojan.Win32.Generic.pak!cobra 2.58%
5. BehavesLike.Win32.Malware (v) 1.48%
6. Packed.Win32.Tdss.q (v) 1.34%
7. Trojan.ASF.Wimad (v) 1.13%
8. Trojan.Win32.Malware 1.06%
9. Trojan.Win32.Agent 1.04%
10. Worm.Win32.Downad.Gen (v) 1.02%

(Sumber:Sourcewire/internetsehat/DOR)

Kiper Paling Nyantai Selama Piala Dunia

Kiper Paling Nyantai Selama Piala Dunia


Kiper Paling Nyantai

Inilah kiper yang dinobatkan sebagai kiper paling nyantai selama sejarah Piala Dunia, Vincent Enyeama, kiper Nigeria.Selama pertandiangan antara Yunani vs Nigeria, Vincent Enyeama keliatan santai banget, bahkan keliatan bosan, sekalipun gawangnya dalam ancaman pemain


Kiper Paling Nyantai

Kiper Paling Nyantai

Kiper Paling Nyantai

Kiper Paling Nyantai
 

Kamis, 08 Juli 2010

tragedi penting piala dunia 1930-2010

tragedi penting piala dunia 1930-2010

The Battle of Santiago
Perkelahian ini dipicu saat pemain dari Cile meludahi pemain Italia. Kemudian Leonel Sanchez mematahkan hidung salah satu pemain lawan, Umberto Maschio. Tidak sampai disitu, terjadi pula tendangan Ferrini terhadap Landa dan David terhadap Sanchez.
"Pertandingan ini merupakan pertunjukan yang konyol, menjijikan, mengerikan, dan memalukan," komentar BBC

PELE! yeah! Gol perdananya ketika putaran final melawan Swedia (28June1958), dan gol tersebut merupakan salah satu gol terbaik yang tercatat dalam piala dunia.

Pele menangis saat final usai. Dia akan menjadi dan tetap sebagai pemain terhebat. Brazil VS Swedia 5-2.

Karir Pele berakhir setelah terjadi pertunjukan brutal oleh Bulgaria dan Portugal yang membuatnya cedera parah dan tidak bisa meneruskan karirnya.

Gordon Banks, kiper Inggris yang menjadi penyelamat terbaik dalam sejarah piala dunia (saat duel Inggris VS Brazil). Sundulan Pele tajam dan terarah ke sudut bawah gawang, Gordon segera menjatuhkan diri dan menepis bola melampaui mistar gawang.

Si Burung Kecil, julukan untuk Garrincha, pemain pengganti Pele yang berhasil bersinar dengan kemahiran menggiring bola, tendangan menawan dan pernah memenangkan duel udara dengan pemain Inggris dengan beda 17cm lebih tinggi darinya. Keunikan lain dari Garrincha adalah panjang kakinya yang tidak sama. Kaki kirinya lebih pendek 6cm dari kaki kanannya.


Pickles, seekor anjing yang menjadi pahlawan karena berhasil menemukan trofi yang hilang karena dicuri, di sebelah tenggara London, Inggris.

Italia pernah dikalahkan oleh Korea Utara, dengan gol kemenangan tunggal yang dicetak oleh Park Doo Ik. Kekecewaan yang sangat besar dirasakan oleh Italia karena timnya disisihkan oleh Korea Utara pada saat babak penyisihan grup.

Salah satu hal terlucu dan terganjil saat piala dunia... Mwepu dari Zaire keluar dari tembok pertahanan dan menendang bola jauh-jauh sebelum Brazil mengambil tendangan bebas.

Maradona Hand of God or Hand of Cheat?
Maradona merupakan pahlawan sekaligus penjahat dalam sebuah pertandingan. Ia terkenal dengan julukannya The Hand of God atau tangan Tuhan. Golnya tercipta bukan karena sundulannya melainkan karena tangannya, namun wasit tidak melihatnya dan menyatakan bahwa gol tersebut sah. Karir no. 10, Diego Maradona berakhir ketika ia gagal dalam tes pemakaian obat-obatan.

Hakan Şükür asal Turki, pencetak gol tercepat dalam piala dunia, hingga detik ini, rekornya belum tergantikan. Dengan waktu yang sangat singkat, yaitu 10,8 detik. Kick-off diambil oleh Korea Selatan (lawan) namun ia berhasil masuk ke daerah lawan dan menerima umpan dengan baik lalu melepaskan tendangan ke gawang Korea Selatan dan GOLLLL!

Tendangan penalti yang dilepaskan Rob Rensenbrink merupakan gol ke-1000 di piala dunia.

Zinedine Zidane. Siapa yang tidak tahu banteng asal Perancis ini? Tandukan Zinedine Zidane yang tertuju pada Marco Matterazi telah mengeluarkannya dari dunia persebakbolaan internasional dengan tercela.

Selasa, 15 Juni 2010

dampak piala dunia di afrika selatan


Dampak piala dunia di afrika selatan


dampak piala dunia di afrika selatan - Piala dunia 2010 telah dimulai untuk pertama kalinya di benua Afrika. Dibalik kemegahan dan kemeriahannya yang ditawarkan oleh Afrika Selatan (Afsel), tersimpan keprihatinan yang memang sengaja di pinggirkan. Salah satunya adalah Blikkiesdorp.Blikkiesdorp memiliki nama "keren" , Symphony Way Temporary Relocation Area. Tujuan dibangunnya tempat tersebut adalah sebagai sebuah kamp relokasi sementara para tunawisma yang sebelumnya bertempat tinggal di daerah sekitar pembangunan untuk piala dunia. Blikkiesdorp adalah bahasa setempat yang berarti "Kota Kaleng", merujuk dari struktur bangunannya yang terbuat yang dibuat dari seng.

dampak piala dunia


dampak piala dunia

Blikkiesdorp terletak di Delft, Cape Town dan dibangun oleh pemkot Cape Town pada tahun 2007. Blikkiesdorp menghabiskan biaya lebih dari 30 juta Rand untuk pembangunannya. Menjadi hal yang aneh, karena untuk pembangunan Cape Town Stadium sendiri, negara menghabiskan biaya 4,4 Miliar Rand (sekitar US$ 600 juta).

dampak piala dunia

dampak piala dunia

Blikkiesdorp akhirnya dikenal memiliki tingkat kriminalitas tinggi. Perampokan, perkosaan, dan aksi vandalisme dilaporkan banyak terjadi disana. Kondisi kehidupan disana sendiri kurang baik karena sanitasi yang buruk dan pemadaman listrikyang sering terjadi. Karena terbuat dari seng, cuaca di dalam gubuk bisa sangat sangat panas ketika siang atau dingin ketika malam. Selain itu daerah yang berangin dan berpasir menambah lingkungan ini menjadi neraka bagi tunawisma yang dipaksa pindah ke tempat ini.

dampak piala dunia

dampak piala dunia

dampak piala dunia

dampak piala dunia

Anak-anak yang dipaksa mengungsi, untuk membuat kota terlihat lebih indah dan nyaman bagi para pendukung sepakbola peserta piala dunia.Siapa bilang tempat ini aman...ini adalah salah satu korban pengrusakan. "Gubuknya" dibakar, dan pemerintah cuci tangan, menolak untuk membangun kembali.Pembakaran rumah yang sering terjadi. Hal ini digunakan sekelompok orang yang menolak pindah. Namun yang dibakar bukan rumah mereka, tetapi milik orang lain.

dampak piala dunia

dampak piala dunia

Mau keluar dari tempat ini....hmmmm...siapa yang berani...Polisi dan kendaraan era Apartheid ditempatkan (secara permanen) di pintu masuk. Mereka digunakan untuk mengatur masuk penduduk, patroli dan memberlakukan jam malam bila diperlukan. Polisi sering melakukan serangan dari intimidasi terhadap penghuni yang masih menolak untuk pindah. 

dampak piala dunia

dampak piala dunia

Afsel Undercover. Memang dua sisi mata koin bagi Afsel. Dengan dana yang dikeluarkan lebih dari USD 8,4 Milliar (setara dengan 10 % devisa Indonesia Mei 2010), masih ditunggu apa hasil yang bisa dapatkan Afsel kedepan pasca Piala Dunia. Apakah semua yang telah dikorbankan akan kembali dalam keadaan lebih baik,