Rabu, 30 April 2014

5 Ciri Ciri Cowok Playboy Dilihat Dari Bentuk Wajahnya

5 Ciri Ciri Cowok Playboy Dilihat Dari Bentuk Wajahnya



Cowok Playboy


5 Ciri Ciri Cowok Playboy Dilihat Dari Bentuk Wajahnya - Gwansang atau yang dikenal sebagai seni membaca wajah sudah ada di Korea sejak zaman nenek moyang. Kesenian unik asal Korea ini digunakan untuk memperkirakan kepribadian atau karakter seseorang berdasarkan ciri wajah.

Percaya nggak percaya sih, para pakar pembaca wajah bisa tahu tipe cowok playboydari ciri wajah mereka. Dilansir oleh Seoulistic, yuk simak 5 Ciri Ciri Cowok Playboy Dilihat Dari Bentuk Wajahnya.


1. Jarak Mata dan Alis

Menurut pakar pembaca wajah, seorang pria yang memiliki jarak lebar antara mata dan alis merupakan seseorang yang tampan. Nah karena ketampanannya ini, mereka pasti mendapat perhatian dari banyak wanita.

Biasanya, pria yang memiliki jarak lebar antara alis dan mata ini memiliki kepribadian yangeasy going dan bersemangat. Easy going dan banyak dikejar-kejar wanita, hhmmmm.... para wanita harus berhati-hati nih.


2. Garis Vertikal di Bibir

Siapa sih yang akan memperhatikan garis bibir orang lain? Tapi jika kalian penasaran tentang cowok yang kamu taksir coba perhatikan deh garis bibirnya.

Menurut seorang pakar pembaca wajah, pria yang memiliki garis vertikal di bibirnya merupakan seseorang yang dingin dan sulit serius dengan hubungannya. Karena susah untuk serius inilah mereka bisa gonta-ganti cewek.


3. Tanda Lahir

Nah kalau seorang cowok punya tanda lahir di bawah mata, mereka termasuk dalam golongan cowok ganteng. Tapi terkadang, para pria ini cukup egois dan tidak terlalu memperhatikan orang lain.

Karena itulah biasanya para pria ini sering mengalami kesulitan saat memiliki hubungan, karena dia akan selalu dikejar-kejar wanita bahkan sampai setelah menikah. Keplayboy-an mereka ini ternyata tidak akan berhenti di situ, katanya sih, keplayboy-an ini akan menurun ke anaknya.


4. Hidung Mancung

Para wanita sepertinya harus sedikit berhati-hati dengan para pria yang berhidung mancung dengan lubang hidung yang lebar. Karena menurut pembaca wajah, mereka ini termasuk tipe pria yang terlihat bisa dipercaya tapi ternyata playboy loh.

Tapi harus diakui, jika hidung mancung dengan lubang hidung yang cukup besar ini termasuk dalam tipe-tipe pretty boy. Wanita mana sih yang nggak akan tergila-gila dengan mereka.


5. Double Eyelid

Double eyelid adalah sebutan untuk lipatan kelopak mata dan memang sih mayoritas orang Indonesia memiliki lipatan kelopak mata. Namun tidak begitu dengan kebanyakan orang Korea, Jepang dan China.

Menurut kepercayaan pembaca wajah, pria yang memiliki lipatan kelopak mata hanya di satu mata tergolong pada ciri-ciri cowok playboy. Katanya, mereka ini memakai satu matanya untuk melihat sang kekasih dan mata lainnya digunakan untuk melihat wanita lain.

Nah, itulah 5 Ciri Ciri Cowok Playboy Dilihat Dari Bentuk Wajahnya.Jadi, apakah ada pria seperti mereka ini di sekitar kalian?


Selasa, 29 April 2014

5 Cara Melihat Kepribadian Dari Caranya Ngupil

5 Cara Melihat Kepribadian Dari Caranya Ngupil



Cara Ngupil Paling Keren


5 Cara Melihat Kepribadian Dari Caranya Ngupil - Sering kali, orang-orang di dunia ini, entah dia itu selebritis, orang biasa, atau bahkan presiden Indonesia sekali pun, pasti pernah merasakan yang namanya ngupil. Ini adalah proses untuk mengeluarkan isi kotoran hidung yang udah numpuk lama dan akhir jadi mengganggu hidung.

Untuk kamu yang belum tahu, ternyata ada manfaat lain melalui ngupil. Lewat kegiatan ini, kamu bisa tahu kepribadian seseorang dari caranya ngupil. Penasaran sama kepribadian para pengupil ini? Berikut adalah 5 Cara Melihat Kepribadian Dari Caranya Ngupil :


1. Menggunakan Tangan Kanan

Orang yang suka ngupil dengan tangan kanan, ternyata adalah orang yang humble dan bisa berteman dengan siapa saja. Mereka gak suka membeda-bedakan teman, apalagi berkhianat sama temannya, di mana pun itu.

Selain mereka ini setia kawan banget, ternyata mereka juga setia kalau sama pasangan. Tipe-tipe yang kayak gini, biasanya suka berkorban dan juga gak pelit kalau soal uang. Walau kadang, uangnya memang gak ada, pasti diusahain sama mereka.

Tapi, tipe yang kayak gini, ternyata agak penakut. Mereka gak berani sama hal-hal yang nyeremin. Udah gitu, mereka juga rada cemburuan sih. Jadi, harus hati-hati kalau memang mau pacaran sama tipe pengupil yang satu ini.


2. Menggunakan Tangan Kiri

Tipe yang satu ini, bisa dibilang adalah orang yang disiplin dan menjaga kebersihan. Walau kelihatan di luar, mereka gak rapi dan semrawut, tapi kalau udah soal kerjaan, pengupil tangan kiri adalah orang yang perfeksionis.

Selain itu, pengupil tangan kiri juga gak segan-segan memberikan sesuatu yang dia punya untuk orang yang dia sayang. Mereka ini juga orangnya royal dan romantis kalau misalnya berduaan. Soal humor, mereka ini juga jagonya.

Tapi, mereka ini rada susah kalau disuruh-suruh. Soalnya, orangnya gak mau taat sama aturan. Harus mereka yang punya inisiatif sendiri, baru deh mau dikerjain. Eh, kalau kepepet beda cerita sih. Biasanya, pengupil tangan kiri mau-mau aja kalau udah gitu kondisinya.


3. Menggunakan Korek Kuping

Nah, kalau tipe yang satu ini ternyata juga gak kalah hebatnya. Mereka ini adalah pecinta fashion dan merawat tubuhnya dengan baik. Kamu bakalan sering ngelihat pengupil korek kuping ini olahraga di tiap hari minggu waktu ada CFD atau juga di tempat-tempat jogging.

Biasanya, mereka juga cakep-cakep dan rada pemilih orangnya. Makanya, kebanyakan dari mereka ini jomblo dan lebih memilih cari kegiatan lain dulu dibanding pacaran. Soalnya, memang belum ada yang pas dengan kriteria mereka sih.

Selain itu, mereka ini orangnya rada suka nyuruh-nyuruh orang. Bukan maksud sok jadi bos atau gimana sih. Tapi, memang orang dengan tipe ngupil yang satu ini tuh cenderung dominan, entah itu waktu pacaran atau juga kerja.


4. Menggunakan Tangan Pacar

Berbeda dengan tipe yang lainnya, mereka yang suka ngupil pakai tangan pacar ini, biasanya gak suka dengan hal-hal yang berbau mainstream. Mulai dari pakaian, musik, sampai makanan, mereka jarang mau ikutan menggunakan yang orang pakai.

Untuk ke pasangan, orang yang satu ini juga apa adanya banget. Mereka gak mau pura-pura ke pasangan dan mau pasangannya juga menerima mereka apa adanya. 

Tapi, kalau kamu mau sama mereka, harus siap dengan konsekuensi kalau mereka ini rada jorok dan semrawut sih. Mereka ini butuh orang yang ingetin mereka tentang kebersihan. Makanya, gak semua orang siap pacaran sama pengupil yang satu ini.


5. Menggunakan Kaki

Di antara semua jenis pengupil, bisa dibilang ini adalah pengupil yang lain daripada yang lain. Soalnya, pengupil menggunakan kaki ini tuh langka banget. Saking langkanya, mereka yang bisa ngupil pakai kaki ini sampai dicari di ajang-ajang pencarian bakat.

Soalnya, orang yang ngupil dengan kaki ini punya jiwa humor yang tinggi. Kemampuannya dalam bisa seni juga gak bisa dianggap remeh. Mereka ini adalah orang-orang kreatif yang gak bakalan kamu temui tiap hari. Kalau kamu pacaran sama mereka, pastinya kamu bakalan dikasih kejutan yang super banyak.

Tapi ya gitu, mereka ini agak gampang sakit karena daya tahan tubuhnya lemah. Udah gitu, mereka juga gak terlalu suka dengan tempat ramai. Jadi, kalau pacaran sama mereka, siap-siap buat sering di tempat sepi aja.


5 Pekerjaan Indonesia Yang Hilang Akibat Perkembangan Jaman

5 Pekerjaan Indonesia Yang Hilang Akibat Perkembangan Jaman



Pekerjaan Unik


5 Pekerjaan Indonesia Yang Hilang Akibat Perkembangan Jaman - Perkembangan jaman begitu pesat tak terasa banyak hal yang telah kita lewatkan. Pergantian trend tak hanya dari fashion, selera musik bahkan jenis pekerjaan juga mengalami.

Berbicara soal mata pencaharian mungkin kamu bakal asing melihat profesi ini. Pasalnya pekerjaan ini kini seakan hilang ditelan zaman dan hanya bertahan beberapa tahun saja.

Penasaran dengan 5 Pekerjaan Indonesia Yang Hilang Akibat Perkembangan Jaman, Simak berikut ini.


1. Kamra

Mungkin kita merasa asing dengan istilah Kamra atau kepanjangan dari Keamanan Rakyat. Fungsi Kamra sendiri bertugas membantu tugas Polisi dalam menjaga keamanan dan berada dibawah binaan Polri.

Profesi milisi bentukan pemerintah ini sempat diminati oleh masyarakat Indonesia, namun sayangnya pada akhir Desember 2000 milisi bela negara ini dibubarkan. Saat pembubaran sempat mendapat reaksi dan menimbulkan keresahan bagi sebagian besar anggota Kamra. Mereka menuntut agar pengabdian mereka diperpanjang atau diberikan pekerjaan lain untuk masa depan.


2. Penjaga Wartel

Dulu sebelum harga handphone murah seperti ini, wartel menjadi andalan anak muda untuk menelepon gebetannya. Bahkan dulu juga ada istilah anak wartel karena sering dipakai nongkrong.

Namun seiring perkembangan jaman dan harga handphone serta tarif telepon yang murah, keberadaan wartel semakin tersisihkan. Perlahan-lahan wartel pun menghilang dan terancamlah profesi penjaga wartel yang cantik atau baik hati selama ini melayani kita.


3. Tukang Foto Keliling

Dahulu kala kamera atau berfoto adalah hal yang mahal untuk dilakukan oleh semua orang. Hal ini menjadi ladang bagi mereka yang bekerja sebagai fotografer dengan menjadi tukang foto keliling.

Biasanya para fotografer ini memotret bayi atau foto keluarga yang nanti akan diberi upah sepantasnya. Seiring perkembangan jaman dan harga kamera yang sudah terjangkau, profesi ini lambat laun mulai dilupakan.


4. Tukang Bioskop Keliling

Salah satu hiburan yang paling dinanti-nanti oleh mereka yang hidup pada tahun 70 hingga pertengahan 90-an adalah datangnya bioskop keliling di desa. Mereka menantikan film yang akan diputar di lapangan atau alun-alun.

Seluruh warga dari berbagai pelosok pun akan berkumpul untuk menyaksikan film tersebut tak peduli betapa jauh jarak yang mereka tempuh. Saat ini hiburan ini mudah dijangkau, bioskop pun sudah bertebaran di kota-kota besar, lapak pedagang atau rental DVD juga menjamur di desa-desa dan menyisihkan keberadaan gedung bioskop keliling ini.


5. Sewa Game Keliling

Bagi mereka yang hidup di generasi 90-an pasti bakal senyum-senyum sendiri mengingat momen ini. Rela pulang telat dengan alasan belajar kelompok padahal main game di pos kamling dekat sekolahan.

Berseteru dengan pemilik game watch karena jam sewa abis namun belum bisa mengalahkan raja dari permainan tersebut. Momen ini sekarang susah didapat, karena adanya rental playstation dan tempat game di kota.



10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa

10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa - Tiap kali digelar, Piala Dunia selalu memberikan kenangan tersendiri bagi para pemirsanya. Entah itu jumlah pelanggaran kartu merah yang begitu 'melimpah', ataupun gol-gol cemerlang dari para pemain timnas yang ikut berlaga dalam ajang sepakbola paling prestisius di dunia tersebut.

Dilansir dari The Richest, berikut adalah 10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa, karena momen-momen begitu sulit dilupakan.


1. Piala Dunia 1950


Piala Dunia



Piala Dunia ini diadakan di Brasil, setelah Peran Dunia II berakhir. Karena menjadi tuan rumah setelah tragedi besar dunia terjadi, banyak pihak yang berharap Brasil dapat memenangkan turnamen ini.

Saat berhadapan dengan Uruguay di final, Brasil sebenarnya hanya membutuhkan satu gol saja untuk menang. Namun sayang, mimpi indah itu harus buyar karena akhirnya Uruguay menang dengan skor 2-1. Ini adalah Piala Dunia kedua bagi Uruguay, dan mereka berhasil mengakhirinya dengan indah.


2. Piala Dunia 1994


Piala Dunia


Amerika Serikat menjadi tuan rumah pada pagelaran Piala Dunia tahun 1994. Ada kenangan indah, ada pula kenangan menyedihkan dari turnamen ini. Bulgaria dan Swedia menjadi tim kuda hitam yang berhasil membuat dunia terkejut.

Bulgarian bahkan sempat mengalahkan Jerman dan dielu-elukan hingga berhasil mencapai babak perebutan juara 3 dan 4. Amerika Serikat sendiri saat itu merekrut pemain-pemain amatir yang tidak bermain untuk klub sepakbola manapun di dunia ini, namun malah berhasil tembus putaran kedua. Setelah pengalaman ini, liga MLS pun akhirnya dibentuk beberapa tahun kemudian.

Sayangnya, insiden pembunuhan pe sepakbola Kolumbia, Andres Escobar, gara-gara gol bunuh diri yang dilakukannya, memberi catatan hitam pada Piala Dunia ini.


3. Piala Dunia 1954


Piala Dunia


Negara Swiss adalah tuan rumah dari Piala Dunia tahun 1954. Di tahun ini, pesepakbola asal Hungaria, Ferenc Puscas dan Sandor Kocsis menjadi primadona karena timnas mereka tampil begitu menawan, hingga mendapat julukan "Magical Magyars".

Meski mencapai babak final, Hungaria harus rela kalah pada Jerman Barat, padahal sudah sempat memimpin 2-0. Kejadian ini kemudian dikenal dengan nama "Miracle of Bern". Sayangnya, "Bern" juga mewarnai tawuran sengit antara Hungaria dan Brasil yang diberi sebutan "Battle of Bern".


4. Piala Dunia 1990


Piala Dunia


Meski memori buruk tentang Piala Dunia 1990 di Italia lebih banyak daripada memori indahnya, tetap saja Piala Dunia era ini masih begitu sulit dilupakan. Ada setidaknya 16 kartu merah yang dikeluarkan wasit di sepanjang turnamen, dan rata-rata gol yang tercipta di tiap pertandingan hanya sampai 2,21 saja.

Meski begitu, beberapa memori indah yang pantas dikenang tetap ada, antara lain Roger Milla yang berhasil melesakkan gol ke gawang lawan untuk Kamerun dan membawa timnasnya ke perempat final, dan penalti David O'Leary yang begitu legendaris.


5. Piala Dunia 1966


Piala Dunia


Pada tahun 1966, Piala Dunia digelar di 'kampung halamannya sepakbola', Inggris. Piala Dunia ini juga yang menjadi satu-satunya kebanggaan Inggris sampai sekarang, karena tidak pernah menang lagi setelah itu.

Korea Utara menjadi timnas yang melejit sebagai kuda hitam, dengan mengalahkan Italia dengan skor 1-0, dan membuat kelabakan tim Portugal sebelum akhirnya malah kalah dengan skor 5-3. Kemenangan tim Inggris dari Jerman Barat saat itu didapat dari dua gol Geoff Hurst di menit-menit mendebarkan babak extra time.


6. Piala Dunia 2006


Piala Dunia


Italia mereguk kemenangan manis pada Piala Dunia tahun 2006. Meski sempat diwarna kontroversi Materazzi-Zidane, kemenangan mereka tetap indah dan begitu membanggakan.

Brasil, yang diharapkan mampu mencetak sejarah indah lagi, malah kalah dari Prancis di babak semifinal dan melepaskan tampuk juara ke tangan Italia, yang berhasil mengalahkan Jerman di babak semifinal.

Meski harus melalui drama adu penalti yang sangat menguras emosi dan tenaga, timnas Italia akhirnya pulang dari Jerman dengan membawa kebanggaan bagi bangsa.


7. Piala Dunia 1986


Piala Dunia


Anda pasti masih belum bisa melupakan insiden "Hands of God" yang dilakukan oleh sang legenda Argentina, Maradona? Kontroversi itu terjadi di turnamen Piala Dunia tahun 1986.

Meski sempat membuat geger dunia, akhirnya timnas Argentina menang dengan skor 3-2, mengalahkan timnas Jerman Barat. Aksi Maradona tersebut kemudian terus menjadi pembicaraan hingga kini, dan disebut-sebut sebagai insiden yang paling berpengaruh dalam dunia sepakbola.


8. Piala Dunia 1970


Piala Dunia


Masa keemasan Pele salah satunya adalah pagelaran Piala Dunia tahun 1970. Saat itu, timnas Brasil juga diperkuat oleh para pemain emas sekelas Jairzinho, Rivelino dan Tosto.

Selain Brasil, tim lain yang juga mencetak prestasi cemerlang adalah Jerman Barat, yang memiliki Gerd Muller, sang pencetak 10 gol dalam sejarah Piala Dunia. Muller akhirnya diganjar piala sepatu emas, Golden Boot, untuk pertama kalinya. Jerman Barat finish di peringkat ketiga.


9. Piala Dunia 1998


Piala Dunia


Sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 1998, Prancis berhasil mereguk kemenangan kandang yang paling manis. Dengan jumlah peserta yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 32 tim, Piala Dunia 1998 memang diakui banyak media internasional sebagai turnamen yang paling seru.

Kroasia, sebagai tim baru yang tembus Piala Dunia untuk pertama kalinya, langsung menggebrak publik dengan lolos menjadi juara ketiga. Brasil yang awalnya tak menurunkan Ronaldo di babak final, akhirnya harus menyesal bertekuk lutut pada Prancis yang saat itu diperkuat Zidane, Thierry Henry, dan Thuram.


10. Piala Dunia 1982


Piala Dunia


Banyaknya insiden kontroversial dari Piala Dunia tahun 1982 membuatnya menjadi salah satu pagelaran Piala Dunia yang paling tak bisa dilupakan. Insiden pemukulan yang dilakukan oleh kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, kepada pemain timnas Prancis, Patrick Battiston, hingga tak sadarkan diri menjadi salah satu alasannya.

Hingga Paolo Rossi, sang legenda Italia yang kembali berlaga di ajang internasional setelah melewati masa hukuman dilarang merumput selama 2 tahun gara-gara kasus match-fixing.

Nah, itulah 10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa. Mana yang menurut Anda paling berkesan?


In The News:






Caroline Glick: Kerry's Jewish 'Best Friends'



Once again, Caroline Glick puts current events in perspective and this article is worth reading in full. Below are the introductory comments:


Anti-Semitism is not a simple bigotry. It is a complex neurosis. It involves assigning malign intent to Jews where none exists on the one hand, and rejecting reason as a basis for understanding the world and operating within it on the other hand.

John Kerry’s recent use of the term “Apartheid” in reference to Israel’s future was an anti-Semitic act. 


Leave aside the fact that Kerry’s scenarios are based on phony demographic data.


As I demonstrate in my book The Israeli Solution: A One-State Plan for Peace in the Middle East, Israel will maintain a strong and growing Jewish majority in a “unitary state” that includes the territory within the 1949 armistice lines and Judea and Samaria. But even if Kerry’s fictional data were correct, the only “Apartheid state” that has any chance of emerging is the Palestinian state that Kerry claims Israel’s survival depends on. The Palestinians demand that the territory that would comprise their state must be ethnically cleansed of all Jewish presence before they will agree to accept sovereign responsibility for it. 


In other words, the future leaders of that state – from the PLO, Hamas and Islamic Jihad alike --- are so imbued with genocidal Jew hatred that they insist that all 650,000 Jews living in Jerusalem, Judea and Samaria must be forcibly ejected from their homes. These Jewish towns, cities and neighborhoods must all be emptied before the Palestinians whose cause Kerry so wildly champions will even agree to set up their Apartheid state. 


According to the 1998 Rome Statute, Apartheid is a crime of intent, not of outcome. It is the malign intent of the Palestinians –across their political and ideological spectrum -- to found a state predicated on anti-Jewish bigotry and ethnic cleansing. In stark contrast, no potential Israeli leader or faction has any intention of basing national policies on racial subjugation in any form.

By ignoring the fact that every Palestinian leader views Jews as a contaminant that must be blotted out from the territory the Palestinians seek to control, (before they will even agree to accept sovereign responsibility for it), while attributing to Jews malicious intent towards the Palestinians that no Israeli Jewish politician with a chance of leading the country harbors, Kerry is adopting a full-throated and comprehensive anti-Semitic position. 


It is both untethered from reason and libelous of Jews. 








Palestinian leader Mahmoud Abbas' initiation of a unity pact with the Hamas extremists last week did not come out of the blue. It was prompted by the direct contacts the Obama administration has secretly established with the Lebanese Hizballah. Abbas reasoned that if Washington can start a dialogue with a terrorist organization, so too can his own PLO and Fatah.

Obama administration appears to have carried over to Lebanon the doctrine set out by the late Richard Holbrooke for Afghanistan, whereby dialogue with Taliban should be made the centerpiece of Washington's strategy for US troop withdrawal. Holbrooke’s influence on Secretary of State John Kerry dated back to his run for the presidency in 2004.

However, many Middle East experts find the US take on Hizballah to be naïve and simplistic and strongly doubt that the path it has chosen will bring Nasrallah – or Tehran - around to serving America's will or purposes. They draw a parallel with the underlying US assumptions which ultimately led the Palestinians-Israeli talks off track.

But expectations of the Hizballah track are high and strongly guide the actions of President Obama, John Kerry, National Security Advisor Susan Rice and CIA Director John Brennan. And so, in early March, the first secret rendezvous took place in Cyprus between CIA officers and Hizballah intelligence and security operatives.

According to a number of Mid East intelligence sources, two such meetings have since been conducted and initial US-Hizballah understandings reached relating to the volatile situations in Syria and Lebanon.
Our intelligence sources add that US Ambassador to Beirut David Hale has been in charge of preparing these meetings and implementing the understandings reached. 









The day began with the police station and administration building  Konstantinovska being  overrun; next the airport at Kramatorsk was attacked with rocket propelled grenades and then the mayor of Kharkiv was shot in the back. It ended in a vicious ambush on a demonstration in Donetsk. While America and the European Union impose new sanctions on Russia, violence and turmoil continues unabated in  eastern Ukraine.

The attempted murder of Gennady Kernes, the mayor of the country’s second-largest city, raised fears that prominent public figures were being targeted for assassination. Last night he was “fighting for his life”, said his spokesman, after emergency surgery, with blame for the shooting leveled at both the Kremlin and extreme right wing groups.

Kramatorsk airport, where the government’s anti-terrorist mission to take back a dozen protester-held towns and cities is based, came under fire by fighters using rocket propelled grenades and Kalashnikovs. Two service personnel were injured: a number of officers seen as crucial for planning future operations were immediately relocated, some back to Kiev.

This was the second attack in four days on the airport. A helicopter-gunship was destroyed in a previous one and senior officers are considering whether the location is safe enough to be such a crucial hub. The owner of the airport, Dmitri Podushkin, who had been present during both attacks, said: “The first one was like watching a film, this one was very real. They will try to keep on hitting this place and there is always the possibility that there will be casualties. Of course, we are very worried about the future. Planes can still fly from here, but the civil side of the airport has ceased to function.”

Ukrainian checkpoints which were supposed to stop the movements of militant fighters between urban centres especially from Slovyansk, a separatist stronghold.
But yesterday morning gunmen took over the police headquarters and municipal offices at Kosryantynivka, a city half way between Slovyansk and Donetsk, replacing the Ukrainian flag with those of the Peoples Republic of Donetsk and Russia.








It seems the US and EU sanctions escalation has done nothing to calm the tensions between Ukrainians and pro-Russian forces in Donetsk, where according to report ultranationalists from Kiev are involved in a skirmish with local riot police. As the following clip suggests... "rocks and missiles are being thrown from both sides - there are injuries and scenes of absolute brutality as both sides clash."








There's gunfire, explosions and brutal clashes in the city of Donetsk in eastern Ukraine as fighting erupted between pro- and anti-govt protesters, RT’s stringer reports from the scene.


14 people have asked for medical assistance, with several hospitalized, after clashes in Donetsk, the regional administration told Interfax-Ukraine news agency.

According to Novosti Donbassa (Donbas News), eight people have been taken to the city’s Kalinin hospital after violence broke out.

The website also reports of a policeman being shell-shocked due to handmade grenade exploding near him.
Pro- and-anti-Kiev protest rallies took place simultaneously in the city.
According to RT’s stringer Graham Phillips, there were plenty of masked young men on both sides, and they were clearly looking for a fight.

The police failed to contain the crowd as protesters clashed with each other, using firecrackers, smoke grenades, baseball bats and sticks.


A group of about 1,000 “neo-Nazi thugs” has come to Donetsk from Dnepropetrovsk on Monday to cause provocations, the press-service of the self-proclaimed People’s Republic of Donetsk told RT.

“We were expecting an attack. We had objective information. Really, the guys arrived with baseball bats, sticks and rods. Those were the ultras from Dnepropetrovsk, FC Dnipro Dnipropetrovsk supporters. According to our info, there were also people from FC Dynamo Kyiv fan base. I have no information of any Right Sector involvement,” Vitaly Ivanov, a press-service member, who was at the scene, stressed.

Initially, there were about 200 local anti-Kiev activists, who went out “to meet them halfway in order to regain the initiative”, he said.

“More and more people joined us at an incredible pace as we made our way… When we reached them [pro-Kiev radicals], there were around 1,000 of us,”
 Ivanov said.

According to him, the ultras were “surrounded by the police, which was brought, especially, for the occasion” as the officers on the scene were from Kirovograd region, but not from the Donetsk force.

“We were received with aggression. Smoke grenades were thrown at us. Several people got injured. Then there were a couple of small scuffles with the ultras. And then they just dispersed. They didn’t expect such a rebuff; that there’ll be so many of us,” he said.
There were around 2,000 pro-Kiev demonstrators, who were marching on one of the main streets of the city, RT’s Paula Slier reports from Donetsk.

When they crossed paths with a smaller rally of anti-government protesters, violent clashes erupted, she said.

“I was among the group that is anti-Kiev. What I saw was both sides with their faces covered. There were Molotov cocktails and stones being thrown... Among the anti-Kiev crowd people were shouting: ‘Crimea! Donbass! Russia!”
 Slier reported.







Although Monday's sanctions will hurt Russia in the short term, they will also force Putin to step up his efforts to weaken U.S. influence over the global economy, which so far has been "little more than wishful thinking because of the difficult reforms it would 


As TIME reported last month, when the U.S. hit Russia with its first round of sanctions, the impact on the targets of the sanctions was quick, choking off access to global markets and payment systems, which are still dominated by the U.S. But Sechin also has a point. There is no way to isolate the world’s largest publicly traded oil producer from the global economy without causing the world economy to crash, and if the U.S. refuses to do business with Sechin, there are plenty of others standing in line. The global oil major BP, for instance, is already the second biggeststakeholder in Rosneft after the Russian government, and has been more than willing to offer Russia its state of the art technology.



But all of these concerns take a backseat to Putin’s larger strategy – and Sechin’s. For years, they have been calling for a new world order – or as they tend to call it, a “multipolar world” – in which the West must cede its dominance of the global economy to several regional powers, including Russia.


But the sanctions regime against Russia will likely only accelerate its drive to carry out these reforms. In the past month, Moscow has already begun trying to set up its own “national payment system” to challenge global players like Visa and Mastercard. It also appears to bedumping American treasury bills, one of the favored means of storing its reserves. The next stage in this strategy is expected to come in May, when Sechin is set to take the helm of a commodities exchange in St. Petersburg, his and Putin’s hometown. In the coming years, that exchange, which is known as SPIMEX, will be seeking to take a major chunk of the global trade in oil and gas, with the ruble as its main form of settlement. All of these efforts have been pushed into overdrive amid Russia’s standoff with the West over Ukraine, and to be sure, they have nudged Russia into murky economic waters. In seeking to disrupt the framework of the global economy, Russia could easily drag itself into a depression.



But Putin has been preparing for that. Over the past two years, he has urged all Russian businessmen and officials to bring their money onshore, and apart from building closer ties with China – the main challenger to the West’s economic hegemony – Russia has formed alliances with other states that would love to see that hegemony broken. Venezuela is one example. It sits on top of the largest untapped reserves of oil in the world, but it has struggled to bring that fuel to market because of its lack of partners in the West. (The U.S. has not had an ambassador in Caracas since 2010.)













AN ERUPTION of a supervolcano in Iceland should pose as great a threat to Britain as nuclear terrorism, according to a high level UK government report.


The warning was made by a group of academics and scientists from the British Geological Survey and the Met Office, which also involved geologists from Edinburgh University.
They argue that certain types of eruptions of Icelandic volcanoes, known as effusive gas-rich eruptions, should be considered an immediate risk to human health and the environment for much of northern Europe.
They can erupt for months and cause geological devastation across thousands of miles.
The Eyjafjallajökull volcano, which erupted in 2010, is thought to be a more 'explosive' type as it propels ash in to the atmosphere over a shorter period of time.
While air traffic was grounded as a result, the Cabinet Office report argues the event was relatively small event, given the potentially-lethal power Icelandic volcanoes possess.
Their research touches on the catastrophic Laki eruption in 1783 which is thought to have led to the death of tens of thousands of people in Britain.
If another such eruption takes place, then Britain and other countries could be hit by a blanket of ash and toxic materials, along with several years of extreme weather.
Their claims will be aired today during a conference at the European Geosciences Union in Vienna.








Chinese authorities have been accused of an anti-Christian crackdown after ripping down a church in 'the Jerusalem of the East'.
The nation's Communist party keeps a tight grip on religion, fearing challenges to its authority, but allows worship at state-controlled churches.
Thousands of protesters have spent weeks as a human shield around the Protestant Sanjiang church in Wenzhou, south east China, after officials claimed it was four times the permitted size. 








If two Democratic lawmakers have their way, Barack Obama’s Justice Department will submit a report for action against any Internet sites, broadcast, cable television or radio shows determined to be advocating or encouraging “violent acts.”


This according to the text of a new bill from Sen. Ed Markey, D-Mass., and Rep. Hakeem Jeffries, D-N.Y.
The Hate Crime Reporting Act of 2014 “would create an updated comprehensive report examining the role of the Internet and other telecommunications in encouraging hate crimes based on gender, race, religion, ethnicity, or sexual orientation and create recommendations to address such crimes,” stated a news release from Markey’s office.
The one-page bill, reviewed by WND, calls for the Justice Department and the U.S. Commission on Civil Rights to “analyze information on the use of telecommunications, including the Internet, broadcast television and radio, cable television, public access television, commercial mobile services, and other electronic media, to advocate and encourage violent acts and the commission of crimes of hate.”

The bill does not define which actions by broadcasters would be considered to have encouraged violence, seemingly leaving that open to interpretation.

The Boston Herald took issue with the bill, calling it “frankly chilling”that Markey is seeking to “empower an obscure federal agency to begin scouring the Internet, TV and radio for speech it finds threatening.”
“Perhaps he could crack a briefing book on the crisis in Ukraine rather than looking for his own extra-constitutional methods of punishing speech he finds unacceptable,” added the Herald editorial.