Tampilkan postingan dengan label Pindad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pindad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Mobil Milik Pindad Terguling, Ribuan Selongsong Mortir Berserakan di Jalan


Sleman Ribuan selongsong mortir berserakan di jalan. Setelah mobil box yang membawa selongsong mortir ini, terguling di Jalan Wates km 5, Bodeh, Ambar ketawang, Gamping, Sleman, Jumat (24/01/2014) sekitar pukul 01.00 WIB.


Mobil tersebut terguling, setelah ban belakangya meletus. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun sopir dilarikan ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Sleman, AKBP Ikhsan Amin mengatakan, barang-barang tersebut rencananya akan dibawa menuju devisi amunisi di Turen, Malang, Jawa Timur. Selongsong mortir yang berserakan di jalanan kemudian diidentifikasi dan diamankan.

Barang-barang tersebut dibawa ke Mapolres Sleman untuk identifikasi. Identifikasi dilakukan oleh tim Gegana dan dari TNI. Identifikasi ini untuk mengetahui tingkat kebahayaannya, dan mengecek material yang ada.

"Dari kepolisian melakukan identifikasi masalah kecelakaan lalulintasnya, memastikan tidak ada unsur sabotase, dan lain-lain," kata Ikhsan Amin di Mapolres Sleman.

Setelah itu, barang-barang berupa selongsong mortir dan granat ini diserahkan ke Dandim TNI, Denpal dan melanjutkan barang tersebut untuk dikirim ketujuan semula. Barang-barang yang diserahkan dipastikan berdasar fakta yang ada sesuai olah TKP.

Ribuan selongsong mortir ini diangkut oleh truk dengan nomor plat D-8817-VJ dari Pindad Bandung, yang dikemudikan oleh Teddy (32). Truk melaju dari arah barat dan mengalami pecah ban belakang bagian kiri. Mobil kemudian menabrak pagar dan kemudian terguling.

Setelah selesai dilakukan identifikasi di Polres Sleman, barang-barang tersebut diambil oleh TNI menggunakan truk milik TNI. Truk milik TNI sempat mogok saat di Mapolres Sleman. Sehingga harus didorong beramai-ramai oleh personel TNI dan Polisi agar bisa lebih dekat ke tempat selongsong mortir ditaruh.

  detik  

Minggu, 12 Januari 2014

Rantis 4x4 TNI Buatan Anak Negeri Layak Diproduksi Massal



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFoD7PUoe7FazQT7BPpAsIpicJMcKbli1L0fPivYjmPExplzV_ehF9PueltzkhFBCXWmYd6gTEfa4rAweRJoxtR2fKukGuQJLrICnxGQixa7Xstrg91v9h7NyFcC5k-OIfyIEj2MrOWlKh/s1600/Rantis_Defense+Studies.JPG
Rantis 4x4 (Defense Studies)
Jakarta Industri ketahanan nasional kita ternyata sudah cukup maju. Pasalnya, negara kita juga telah berhasil membuat sendiri kendaraan taktis (rantis) 4x4 untuk menunjang tugas pengamanan Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Fungsi kendaraan ini juga sangat penting sebagai sarana mobilitas dan juga untuk mendukung kendaraan tempur di baris belakang, apalagi untuk menjangkau medan yang sangat sulit.

Kolonel Kav Rihananto selaku Kepala Pelaksana Kegiatan (Kalagiat) Rantis 4x4 TNI menjelaskan, kendaraan buatan anak negeri yang masih dalam bentuk prototipe ini diproduksi oleh TNI bersama delapan perusahaan yang masuk dalam kelompok kerja TNI sebagai penyedia komponen mobil, yaitu PT Pindad (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Yudistira Komponen, PT Petrodriil Manufaktur Indonesia, PT Indo Pulley Perkasa, PT Gajah Tunggal Tbk, PT Pilarmas Kursindo, dan juga PT Autocar.


“Program ini sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2009 saat masa Panglima TNI Djoko Santoso. Waktu itu beliau memandang bahwa TNI perlu untuk bisa membuat konsep untuk membuat atau memproduksi kendaraan taktis TNI. Saya sebagai Kalagiat kemudian diperintahkan membentuk working group untuk membentuk prototipe Rantris 4X4 TNI dengan mengadopsi filosofi humvee di atas unimog,” kata Rihananto di Jakarta, Kamis (9/1).


Teknologi ini, menurut dia, sepadan dengan apa yang saat ini sedang dikembangkan oleh NATO, yaitu kendaraan tinggi dengan daya jelajah maksimal.


“Rantis 4x4 TNI ini juga telah melakukan segala macam uji coba dan telah berkeliling Pulau Jawa, ternyata semua uji coba yang dilakukan lulus semua,” imbuhnya.


Artinya, lanjut Rihananto, Rantis 4x4 TNI adalah kendaraan dengan spesifikasi militer yang sudah teruji.


“Protoype kendaraan ini memang baru dua. Perjuangan kita adalah mengangkat mobil ini menjadi suatu kebijakan produk massal. Ini adalah kebanggaan nasional karena dibuat oleh anak negeri,” ujarnya bangga.


Panglima TNI diakuinya juga sudah memberikan rekomendasi kepada Departemen Pertahanan RI bahwa mobil ini layak dan pantas untuk dijadikan standarisari operasional, dan Mentri Pertahanan menurutnya juga sudah memberi respon positif.


“Tapi kita masih menunggu keputusan teknisnya seperti apa. Karena saya sebagai prajurit dan Ricky Tampinongkol sebagai koordinator working grup TNI juga tidak bisa memaksa. Kita berharap ucapan bahwa Negara kita harus mandiri di industri pertahanan bukan hanya sekedar ucapan, karena memang kita sudah bisa membuktikan. Tinggal bagaimana mewujudkan prototype Rantis 4x4 TNI ini menjadi produksi massal,” paparnya.


Bila kendaraan ini bisa diproduksi secara massal, menurut Rihananto ini akan jadi industri nasional secara lengkap, sehingga bisa menjadi stimulus ekonomi kerakyatan.


“Komponen mobil ini memang dibuat oleh perusahaan yang masuk dalam working grup TNI. Tapi ini tidak berhenti sampai di situ dan masih bisa menambah. Kita juga akan melibatkan industri kecil atau UKM untuk memasok komponen-komponen kecil lainnya. Kalau ini dilakukan, saya yakin industri otomotif kita akan baik dan kuat, tinggal masalahnya adalah konsistensi yang harus kuat,” ujar dia.


Hal ini juga menurutnya sejalan dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar bangsa kita bisa menghasilkan sesuatu yang sifatnya produksi, namun berdampak multiple effect secara ekonomi kepada rakyat.


“Itu tantangannya kenapa working grup ini digabung antara TNI dan pelaku industri,” jelasnya.


Ricky Tampinongkol selaku koordinator working group TNI juga menambahkan, bila apa yang diharapkan ini bisa terwujud, Indonesia akan memiliki industri otomotif yang besar.

“Ketimbang Negara membeli kendaraan militer dari luar negeri, kenapa kita tidak memproduksinya saja sendiri. Negara membeli produk bangsa, dan akhirnya militer membantu Negara secara riil. Apalagi semua uji coba telah ditempuh Rantis 4X4 ini dan lulus semua,” kata Ricky.


Menurutnya, bila Negara kita untuk kendaraan dengan spesifikasi militer yang teruji saja sudah mampu diproduksi, tentunya memproduksi mobil biasa bukan sesuatu hal yang mustahil.


“Tentunya ini bisa terwujud bila ada dukungan dari pemerintah dan DPR serta adanya konsistensi yang kuat,” pungkasnya. 

 

  Berita Satu 

Jumat, 10 Januari 2014

PT Pindad di Rapim TNI 2014





PT Pindad (Persero) berpartisipasi dalam acara Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) Tahun 2014. Dalam acara yang diselenggarakan sejak tanggal 8-10 Januari 2014 di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta ini, PT Pindad (Persero) berpartisipasi dalam pameran produk alat peralatan pertahanan (Alpalhan) produksi dalam negeri bersama dengan puluhan industri dalam negeri lainnya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan dihadiri 229 pejabat TNI dan angkatan, dengan mengangkat tema Kita Mantapkan Profesionalitas TNI dalam Menjaga Stabilitas, Kedaulatan dan Keutuhan NKRI“.

 
Dalam kata sambutannya, Panglima TNI berharap, TNI dapat memberikan nilai terbaik dari waktu ke waktu bagi bangsa dan negara. Dalam perjalanan mencapai hal tersebut, dapat dipastikan terdapat hambatan berupa simpul-simpul yang membuat TNI berjalan di tempat ataupun membuat TNI kurang inovatif dan kreatif. Simpul dan sumbatan inilah yang dicoba diurai dengan menggunakan pemikiran-pemikiran cerdas para pimpinan di jajaran TNI.


PT Pindad (Persero) berpartisipasi dengan menampilkan beberapa produk andalannya, seperti produk produk senjata, yang terdiri dari SS1-M1, SS2-V1, SS2-V2, SS2-V2 HB, SS2-V5, SS2-V1, SM2-V1, SM-3, SPR-2, SPR-3, SAR-2A, G2 Combat dan Elite, dan PM2-V2. Sedangkan untuk produk munisi yang ditampilkan adalah Maket Munisi Kaliber Kecil, Mortir 60 Comando, Mortir 60 Long Range, dan Mortir 81. Beberapa produk bom juga ditampilkan seperti BT-100, BL-25, BLA-50, BT-250, BTN-250, BLA-250, dan BT-125.
Untuk produk Kendaraan Khusus, beberapa produk yang ditampilkan adalah Panser Anoa, Panser Canon 20 mm, Kendaraan Taktis Komodo, dan Kendaraan Peluncur Roket. Beberapa produk penelitian dan pengembangan juga turut ditampilkan seperti alat semai awan CoSat 1000 dan produk hasil dari konsorsium roket nasional yaitu Rhan 122.


Rapim TNI merupakan kegiatan tahunan para pimpinan TNI untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan organisasi TNI yang telah dicapai dan sarana pencarian solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh TNI agar tercapai kesatuan langkah, dalam rangka menyongsong tugas di tahun berikutnya. Semoga saja, partisipasi PT Pindad (Persero) dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya sebagai mitra setia TNI dalam pemenuhan alat utama sistem persenjataan.
Sumber : BUMN

Sabtu, 21 Desember 2013

Kunjungan KASAD ke PT Pindad



Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Budiman mengunjungi PT Pindad (Persero) pada Selasa, 17 Desember 2013. Rombongan tiba di PT Pindad (Persero) sekitar pukul 15.00 dan diterima oleh PLT Direktur Utama PT Pindad (Persero) Tri Hardjono dan Direktur Sistem Senjata Ade Bagdja di Gedung Departemen Produksi II Divisi Kendaraan Khusus. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Direksi, para pejabat teras, dan beberapa staf PT Pindad (Persero).
Kunjungan KASAD ke fasilitas produksi PT Pindad (Persero) ini merupakan  yang pertama kali sejak beliau resmi diangkat sebagai KASAD pada tanggal 30 Agustus 2013 lalu. Selain kunjungan sebagai KASAD, kunjungan kali ini juga sebagai perkenalan Jenderal Budiman yang kini juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pindad (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor : SK-417/MBU/2013, menggantikan Komisaris Utama sebelumnya, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo.

KASAD menerima penjelasan mengenai beberapa produk militer yang diproduksi oleh PT Pindad (Persero) dari PLT Direktur Utama dan Direktur Sistem Senjata. Beberapa produk yang ditampilkan adalah produk senjata berupa beberapa senapan dan pistol, munisi kaliber kecil berbagai kaliber, munisi kaliber besar juga roket pertahanan, serta beberapa produk kendaraan khusus seperti Panser Canon 20 mm, serta Kendaraan Taktis Komodo. KASAD juga sempat menyaksikan demo dari kendaraan AMX-13 yang sedang dilakukan proses retrofit di PT Pindad (Persero) dan juga demo dari prototype TankSBS yang telah dihasilkan oleh Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad (Persero).

Kunjungan KASAD beserta rombongan hari itu diakhiri dengan foto bersama dengan jajaran Direksi, pejabat teras, dan staf terkait PT Pindad (Persero), di depan salah satu produk kebanggaan PT Pindad, Panser Anoa 6×6. KASAD sempat menyampaikan pesan bagi semua jajaran PT Pindad (Persero) untuk terus mengembangkan berbagai macam produk berkualitas yang dapat mendukung kinerja TNI AD di masa depan. 



Sumber : BUMN

Jumat, 01 November 2013

Melihat Penampakan Tank Pertama Buatan Indonesia

http://images.detik.com/content/2013/11/01/1036/100848_tank4.jpg

Jakarta : BUMN produsen senjata dan perlatan tempur yaitu PT Pindad (Persero) tengah mengembangkan tank, yang dinamakan SBS. Kendaraan tempur ini masih bersifat purwarupa, dan dibuat langsung pada pabrik Pindad di Bandung, Jawa Barat,

Tank ini diklaim sebagai yang pertama diproduksi oleh Indonesia. Tampilan body tank ini terlihat mirip panser Anoa 6X6 buatan Pindad.

Penciptaan tank ini merupakan loncatan dari pengembangan panser Anoa dan kendaraan taktis Komodo. Ketika prototype tank bernama SBS ini tuntas, produsen senjata dan kendaraan tempur pelat merah ini siap melanjutkan ke proses sertifikasi di Kementerian Pertahanan.

Tank produksi bangsa Indonesia ini, bisa disejajarkan dengan tank kelas medium seperti Marder. Selain mengembangkan tank sendiri, Pindad juga ikut membantu Kementerian Pertahanan Indonesia bersama Turki mengembangkan medium tank.

Mau lihat gambar-gambar tank ini? Berikut penampakannya, seperti diperoleh detikFinance, Jumat (1/10/2013).


1. Mampu Menampung 10 Orang Pasukan

http://images.detik.com/content/2013/11/01/1036/100848_tank4.jpg

Tank SBS berjenis medium ini mampu membawa 1 regu pasukan yang beranggotakan 10 orang. Saat ini, purwarupa tank ini masih memerukan penyempurnaan. Secara fisik, tank ini sudah jadi, namun untuk teknis baru 50%.

2. Ada Senjata Khusus di Atasnya

http://images.detik.com/content/2013/11/01/1036/100913_tank2.jpg

Terlihat di gambar, tank yang disetarakan dengan tank marder buatan Jerman ini memiliki senapan di bagian atas dengan tipe RCWS 20mm. Selain itu, Pindad juga masih terus menyempurnakan sistem elektronik di kendaraan tempur ini. Produk-produk kendaraan tempur dan taktis yang telah dihasilkan Pindad seperti panser Anoa 6X6, kendaraan taktis Komodo 4X4 hingga water canon.

3. Siap Disertifikasi di Kementerian Pertahanan


http://images.detik.com/content/2013/11/01/1036/101043_tank3.jpg

Tank ini merupakan loncatan dari pengembangan panser Anoa dan kendaraan taktis Komodo. Ketika prototype tank bernama SBS ini tuntas, produsen senjata dan kendaraan tempur pelat merah ini siap melanjutkan ke proses sertifikasi di Kementerian Pertahanan.





Sumber : Detik

Rabu, 30 Oktober 2013

Pindad Selesaikan Prototype Tank Medium

PT Pindad (Persero) siap meluncurkan tank asli buatan Indonesia yang pertama ke publik. Tank ini sekarang masuk ke fase pematangan model prototype atau purwarupa tank tipe medium di pusat pengembangan.


Pindad Selesaikan Prototype Tank Medium

Dari gambar yang diteroleh detikFinance, tampilan body terlihat mirip panser Anoa 6X6. Kepala Departemen Humas dan Hukum PT Pindad Tuning Rudiyanti menjelaskan medium tank karya Pindad ini memang masih perlu penyempurnaan.

"Nah, kalau tank itu kita mulai dari kelas medium. Sekarang untuk tank baru masuk di litbang. Secara fisik iya sudah jadi tapi kalau teknis baru setengahnya. Ini bisa dilihat di Pindad. Ini benar-benar karya Pindad," ucap Tuning kepada detikFinance Rabu (30/10/2013).

Tank ini merupakan loncatan dari pengembangan panser Anoa dan kendaraan taktis Komodo. Ketika prototype tank bernama SBS ini tuntas, produsen senjata dan kendaraan tempur pelat merah ini siap melanjutkan ke proses sertifikasi di Kementerian Pertahanan.

 


 

"Nanti kalau sudah jadi prototype diajukan sertifikasi baru diproduksi," jelasnya.

Tank produksi bangsa Indonesia ini, bisa disejajarkan dengan tank kelas medium seperti Marder. Selain mengembangkan tank sendiri, Pindad juga ikut membantu Kementerian Pertahanan Indonesia bersama Turki mengembangkan medium tank. (Detik)

Jumat, 25 Oktober 2013

Datangi Pindad, MPR Berharap Industri Strategis Memperkokoh Bangsa


Bandung (MI) :MPR ingin mempertahankan karakter dan kekuatan negara agar semakin baik dan kokoh untuk mengaplikasikan empat pilar kenegaraan. 

Caranya, yakni melalui pengembangan industri strategis pertahanan nasional PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad.

"Salah satu hal yang kami lakukan adalah memberikan dukungan politik dan moral kepada pusat-pusat pengembangan pengetahuan dan teknologi yang terbaik di Indonesia. Diantaranya yakni industri-industri strategis nasional yang berkaitan dengan keamanan negara," ujar Ahmad Farhan Hamdi, Wakil Ketua MPR kepada Media Indonesia (24/10).

Lanjut Farhan, oleh karena itu, kehadiran perwakilan dari MPR dan DPD di PT DI, yang diwakili beberapa ketua fraksi MPR, menginginkan agar semua pihak terutama DPR, tidak memangkas anggaran industri strategis seperti PT DI dan PT Pindad.

"Jangan pernah berhitung untuk kepentingan ideologi bangsa, dan jangan berhitung untuk pemenuhan kebutuhan wilayah keamanan negara. Tanpa itu, bangsa kita akan hancur," katanya.

Karena itu, situasi politik di MPR yang lebih mengedepankan politik kenegaraan dan bukan memperjuangan kepentingan golongan maupun kepartaian, mendorong agar kekuatan karakter negara semakin baik dan kokoh. Salah satunya adalah memberikan dukungan politik dan moral kepada pusat-pusat pengembangan pengetahuan dan teknologi yang terbaik di Indonesia.

"Di antaranya yakni industri-indutri strategis nasional, maka kali ini ke mengunjungi Dirgantara Indonesia dan PT Pindad yang sangat berkaitan dengan pertahanan negara yang tujuanya untuk menjamin kebutuhan wilayah keamanan negara," papar Farhan yang juga menjabat sebagai ketua DPP PAN.

Apalagi, lanjutnya, PT DI sudah banyak mendapat order pemesanan pesawat dan tawaran kerjasama dari negara-negara di Asia. Bahkan, dalam waktu dekat ini, PT DI juga sedang membuat prototype pesawat jet tempur bersama Korea Selatan. 

"Ini jelas prestasi yang patut dibanggakan, kita sudah melihat potensi kedepan pada bangsa kita. Karena itu wajar jika kita berpotensi besar menjadi salah satu kekuatan terbesar di kawasan Asia," tandasnya. 




Sumber : Metrotvnews

Wuusss! Anggota MPR Menjajal Komodo dan Anoa di Pindad


Bandung : Dua kendaraan taktis (rantis) dan empat kendaraan tempur (ranpur) buatan PT Pindad muncul di hadapan rombongan MPR RI. Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid bersama sejumlah anggotanya langsung menjajal panser jenis Komodo dan Anoa. Wussss!!

Rombongan MPR berkesempatan mengunjungi industri pembuatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (24/10/2013). Sehari sebelumnya, mereka menengok industri pesawat di PT Dirgantara Indonesia.

Anggota MPR RI Lukman Edy (PKB) bersama Rully Chairul Azwar (Golkar) dan Bambang Soeroso dari DPD RI begitu girang menaiki Komodo. Lukman dipercaya mengemudikan kendaraan tersebut. Bahkan Bambang asik berdiri dengan kepala keluar dari celah lubang Komodo sembari tanganya menggenggam senjata api. Komodo selama ini biasa disebut kendaraan city battle.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid bersama anggota lainnya berkesempatan menaiki Anoa bercat putih. Anoa jenis ranpur yang cocok berada di medan perang yang siap menerjang rawa dan gurun. Anoa juga dipakai PBB di Libanon.

Kedua panser membawa pejabat tersebut berkeliling jarak dekat mengitari Pindad. Komodo dan Anoa panser unggulan Indonesia yang tenar ke mancanegara. Kendaraan itu diproduksi di Pindad.

"Enak juga ini (Komodo). Seperti mengemudikan Jeep," kata Lukman yang memiliki mobil Jeep saat ditanya perasaannya mengemudikan Komodo.

Lukman mengaku sempat memacu pedal gas Komodo berkecepatan 30 kilometer per jam. Sewaktu melindas aspal jalan bertekstur miring, Lukman punya pendapat soal komponen Komodo.

"Stirnya tadi stabil saat di jalan miring. Power steering dan shockbreaker juga enak," ungkap Lukman.

Dia merasa bangga Indonesia bisa memproduksi rantis dan ranpur. Lukman memuji ketangguhan Komodo hasil karya Pindad. "Ini bisa menjadi keunggulan PT Pindad. Luar biasa," ungkap Lukman.

Selain menjajal panser, anggota MPR tak mau melewatkan momen di Pindad. Mereka berfoto ria dengan latarbelakang deretan kendaraan Anoa, Komodo, dan Halilintar.


Sumber : Detik

Rabu, 16 Oktober 2013

Panser Anoa Pindad di Kancah Global

 
PT Pindad Kembangkan Panser Anoa berkemampuan Amphibi
PT Pindad Kembangkan Panser Anoa berkemampuan Amphibi
PT Pindad sedang mengembangkan Panser Anoa berkemampuan Amphibi yang bisa beroperasi di perairan, seperti: sungai, danau dan laut. Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pindad, Wahyu Utomo mengatakan panser Anoa amphibi yang dikembangkan saat ini baru memiliki kemampuan berjalan di danau dan di sungai. Program pengembangan Anoa Amphibi yang bisa berjalan di danau dan sungai, akan dilakukan hingga 2014. Setelah hal itu tercapai, PT Pindad akan mengembangkan Panser Anoa yang bisa beroperasi di laut pada tahun 2015. 


“Tahun 2015, panser anoa akan bisa beroperasi di laut dengan teknologi hydrojet,”ujar Wahyu Utomo. Untuk mendapatkan kemampuan itu, PT Pindad bekerjasama dengan Italia dan Korea Selatan.

Pada tahun 2014, Panser Anoa amphibi akan melakukan uji dinamis, untuk mengarungi danau dan sungai dan diharapkan bisa diserahkan kepada TNI pada tahun 2015. Di tahun yang sama, PT Pindad akan mendorong kemampuan Anoa amphibi agar bisa beroperasi di laut. “Ada senjatanya juga, ada recovery, ada logistik,” ujar Wahyu Utomo.

“Teknologi yang dikembangkan meliputi kemampuan Anoa untuk bermanuver tidak saja di darat, tapi juga bisa bergerak dinamis menghadapi gelombang laut,” tambah Marketing Manajer Pindad, Sena Maulana.

Perkembangan Panser 8×8
 

Ada sedikit anomali terkait dengan pengembangan APC Anoa 6×6 buatan PT Pindad ini. Ketika negara-negara lain mulai membangun APC/IFV 8×8, Indonesia justru terpaku dengan APC 6×6.

Jepang saja yang telah maju dalam industri pertahanan mulai memikirkan betapa pentingnya kendaraan tempur roda 8×8. Untuk itu mereka mulai membangun Panser MCV yang akan diproduksi massal pada tahun 2016. Panser berbobot 26 ton ini dinilai lebih lincah daripada kendaraan tempur Jepang yang menggunakan rantai (tracked). Berat Panser ini pun cocok dengan minimum payload dari pesawat taktikal transport baru Jepang Kawasaki C-2 yang sedang dikembangkan.

Prototype Panser Canon 105 mm Jepang yang juga mengusung double senjata mesin 7,62mm co-axial yang dikendalikan oleh komputer (photo: Kyodo/PA)
Prototype Panser Canon 105 mm Jepang yang juga mengusung double senjata mesin 7,62mm co-axial yang dikendalikan oleh komputer (photo: Kyodo/PA)
M1126 Stryker
 
Amerika Serikat pun belum terlalu lama mengembangkan Infantry Carrier Vehicle (ICV) M1126 Stryker 8×8 yang dimulai pada tahun 2002. AS memilih menggunakan M1126 Stryker agar militer mereka memiliki kemampuan mengirim pasukan sebanyak 1 brigade ke berbagai tempat di dunia dalam waktu 96 jam, atau mengirim 1 divisi dalam waktu 120 jam.


M1126 Stryker dianggap cocok sebagai kendaraan tempur yang memiliki mobilitas tinggi didukung oleh persenjataan canggih. Infantry Carrier Vehicle Stryker M1126 mampu mengangkut 9 tentara ditambah 2 kru ICV Stryker.

M1126 Stryker Amerika Serikat mulai diproduksi tahun 2002
M1126 Stryker Amerika Serikat mulai diproduksi tahun 2002

 Dari M1126-ICV Stryker ini, AS mengembangkannya ke dalam berbagai varian:

M1134-ATGM: Kendaraan tempur Anti-Tank Guided Missile dipersenjatai rudal TOW untuk memperkuat brigade infanteri dan pengintaian, serta menyediakan tembakan anti-tank jarak jauh, di luar jangkauan efektif pesenjataan lapis baja lawan.

M1127-RV: Kendaraan pengintai digunakan oleh batalyon RSTA (Reconnaissance, Surveillance, and Target Acquisition), untuk bergerak di sepanjang medan perang demi mengumpulkan dan mengirim data intelijen yang real-time untuk awareness pasukan.

Varian lainnya dari Stryker adalah: M1128-MGS Mobile Gun System mengusung Canon 105 mm M68A1; M1129-MC Mortar Carrier yang mengusung Soltam 120 mm (HE, illumination, IR illumination, smoke, precision guided, dan DPICM cluster bombs); M1130-CV Command Vehicle; M1131-FSV Fire Support Vehicle; serta beberapa varian lainnya.

Kendaraan Tempur Roda  8x8 M1126 Stryker, AS
Kendaraan Tempur Roda 8×8 M1126 Stryker, AS

 Patria AMV
 
Kendaraan tempur 8×8 lainnya yang sedang naik daun adalah Patria AMV buatan Finlandia yang mulai diproduksi tahun 2006 oleh Finish Defense Force. APC ini telah diekspor ke berbagai negara antara lain: Kroasia, Polandia dan Slovenia.


Patria AMV banya disebut pengamat militer sebagai salah satu APC terbaik karena memiliki perlindungan yang maksimal yang tahan terhadap tembakan senjata 30-mm serta memiliki proteksi ranjau yang top-class, yakni mampu menahan ledakan sebesar kekuatan 10 kg TNT. Dua unit Patria AMV milik Angkatan Darat Polandia sempat tertembak oleh roket RPG-7, namun tembakan itu tidak menembus badan Patria AMV dan APC/IFV itu dapat kembali ke pangkalan.

Patria AMV Finlandia (photo: vecernji.hr)
Patria AMV Finlandia (photo: vecernji.hr)
Patria AMV dilengkapi senjata mesin otomatis 12,7 mm serta peluncur granat otomatis 40-mm. Didorong oleh mesin 490 atau 540 tenaga kuda, APC/IFV ini sangat bertenaga dan berkemampuan penuh amphibi (sungai, danau dan laut).
 
Patria AMV dengan twin-barreled AMOS 120mm mortar turret
Patria AMV dengan twin-barreled AMOS 120mm mortar turret
Sama dengan M1126-ICV Stryker, APC/IFV Patria AMV juga memiiki berbagai varian yang bisa difungsikan sebagai: Tank Killer, IFV, Ambulans perang, Kendaraan pengintai, pusat komunikasi, platform untuk berbagai senjata berat dan sebagainya. Tak heran dengan kemampuan dan ketangguhannya itu, lapis baja Finlandia ini banyak diminati, termasuk oleh Afrika Selatan, Uni Emirat Arab dan Swedia. Bahkan Marinir AS dikabarkan tertarik dengan Patria AMV.
 
Patria AMV Mengusung RCWS-30
Patria AMV Mengusung RCWS-30

 The Piranha V
 
Lapis baja 8×8 lainnya adalah IFV Piranha V buatan Swiss tahun 2010. Dengan hull yang dicor dan diintegrasikan dengan add-on composite modular armor, IFV/APC ini mempu menahan tembakan kaliber 25mm. Double floor dari Piranha V mampu menahan ranjau berdaya ledak 10 Kg TNT. Persenjataanya dilengkapi senjata mesin 12,7 mm serta granat launcher 40-mm dan digerakkan oleh mesin bertenaga 580 hp.


Piranha V Swiss tahun 2010
Piranha V Swiss tahun 2010

 Boxer, BTR-82, Pandur II
 
Negara lain yang mengembangkan lapis baja 8×8 di tahun 2000-an adalah Jerman dengan Boxer yang masuk produksi massal pada tahun 2004, BTR-4 Ukraina tahun 2009, BTR-82 Rusia yang masuk servis tahun 2011, Pandur II buatan Austria mulai beroperasi tahun 2007, ataupun KTO Rosomak Polandia yang dibuat tahun 2003 berdasarkan disain Patria AMV Finlandia.


Boxer 8x8 Jerman
Boxer 8×8 Jerman
Kanada adalah negara yang termasuk generasi awal dalam pengembangan lapis baja roda 8×8 modern dengan mengusung LAV III Kodiak pada tahun 1999. Disain LAV III Kanada ini lah yang digunakan AS untuk membangun M1126-ICV Stryker pada tahun 2002.
 
BTR 82 Rusia
BTR 82 Rusia
Pandur II tahun 2007
Pandur II tahun 2007
Lapis baja 8×8 Jiran
 
Tetangga kita Singapura juga telah mengembangkan IFV 8×8 yang diberinama Terrex dan mulai digunakan Angkatan Darat Singapura tahun 2006. Terrex mampu menahan serangan senjata kaliber 14,5 mm, memiliki double V-shaped hull, serta mampu menahan ledakan ranjau berkekuatan 12 kg TNT, agar Terrex tetap bisa berjalan.Terrex mengusung remotely-controlled 40-mm automatic grenade launcherserta senjata mesin 7.62-mm coaxial atau 12.7-mm. Lapis baja beroda ini didorong mesin 400 hp independent suspension system dan memiliki kemampuan amphibi.


Terrex Singapura
Terrex Singapura

Malaysia pada tahun 2013 mulai menggunakan lapis baja beroda 8×8 AV8 yang dikembangkan oleh FNSS Turki, sesuai kebutuhan Angkatan Darat Malaysia. AV8 bermesin 523 hp ini merupakan evolusi dari PARS Turki. Bagian depan AV8 mampu menahan tembakan senjata mesin 14,5 mm. Sementara secara keseluruhan AV8 mampu menahan tembakan 7,62-mm. Dengan Hull yang V-shaped hull, AV8 mampu menahan ranjau berkekuatan 8kg TNT di bagian bawah roda serta 6kg TNT di bawah hull. Versi terbaru AV8 dilengkapi canon 30-mm serta senjata mesin 7,62-mm coaxial serta memiliki anti-tank guided missile launchers.
AV-8 Malaysia
AV-8 Malaysia
Bagaimana dengan Indonesia. PT Pindad sebenarnya sempat mengeluarkan disain Panser 8×8 namun kabar kelanjutannya tidak lagi terdengar.
 
Disain Anoa 8x8
Disain Anoa 8×8
Kendaraan tempur roda 8×8 dinilai tepat untuk militer modern. Dengan bobot yang relatif ringan sekitar 20-ton, lapis baja ini mampu bergerak lincah, cepat, mengangkut banyak pasukan dan mudah diangkut lewat darat, laut dan udara. Tambahan lagi dengan platform roda 8×8 kendaraan tempur ini dianggap stabil untuk mengusung berbagai jenis persenjataan militer modern termasuk canon 120mm ataupun rudal anti udara jarak menengah/jauh.(JKGR).